10 Cara Menghadapi Anak Keras Kepala (Bag II)

4. Hadapi dengan tenang

Kunci utama menghadapi anak keras kepala adalah bersikap tenang dan sabar. Jika Anda cenderung marah-marah atau membentak, sikap Anda justru akan memperburuk keadaan dan malah membuat si kecil semakin melawan.

Lakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu Anda menjadi lebih tenang, seperti meditasiolahragamendengarkan musik, atau aktivitas lainnya yang bisa meningkatkan suasana hati Anda. Bila Anda suka menyetel musik di rumah, hal ini juga bisa memengaruhi suasana hati si kecil untuk lebih tenang dan jauh dari tantrum.

5. Pahami kemauan si kecil

Kalau Anda ingin anak-anak menghormati orangtuanya, maka Anda juga harus bisa memahami kemauan si kecil. Perhatikan perasaan si kecil dan dengarkan ide-ide brilian yang ia punya. Sebisa mungkin, biarkan anak Anda mengeksplor dunianya. Tetapi ingat, tetap awasi semua kegiatan si kecil.

Menurut Betsy Brown Braun yang merupakan seorang penulis You’re Not The Boss Of Me, anak akan melihat dan mengikuti apa yang ia lihat. Karena itulah, katakan apa yang Anda inginkan kepada si kecil dan ajak ia melakukannya bersama Anda.

Misalnya saja, Anda ingin si kecil rajin menggosok gigi setelah makan. Nah, Anda perlu melakukan hal yang sama, yaitu segera pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi setelah makan.

6. Ajak si kecil bekerja sama

Ketimbang menyuruh-nyuruh si kecil untuk melakukan suatu hal, alangkah lebih baik jika Anda mengajak si kecil untuk bekerja sama.

Gunakan kata-kata, “ayo kita lakukan bersama,” atau “bagaimana kalau kita mencobanya bersama-sama?” daripada kalimat yang terkesan menyuruh. Jadi, berusahalah untuk menjadi teman anak agar mereka merasa nyaman.

7. Ajak si kecil berdiskusi

Terkadang, Anda perlu melakukan negosiasi atau tawar-menawar dengan si kecil. Sebab, hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak serta merta menolak permintaan si kecil, tetapi memberikan pertimbangan yang akan melatihnya mengambil keputusan yang baik.

Ambil contoh, anak Anda tetap tak mau tidur meski sudah Anda minta dengan baik-baik. Nah, cara yang tepat bukanlah dengan memaksanya untuk segera tidur, tetapi dengan memberikan pertimbangan.

Tanyakan padanya kapan ia mulai ingin tidur dan tanyakan apa alasannya. Setelah itu, Anda bisa mengajaknya berdiskusi dan menentukan jam tidur yang cocok untuk Anda dan si kecil.

8. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan di rumah

Anak-anak adalah pembelajar yang baik. Mereka belajar melalui apa yang mereka lihat dan alami setiap hari. Jika mereka sering melihat orangtuanya bertengkar, maka mereka kemungkinan akan menirunya saat beranjak dewasa.

Menurut sebuah penelitian, orangtua yang bertengkar dapat memicu sikap minder dan agresif pada anak-anak. Karena itu, ciptakan lingkungan yang menyenangkan di dalam rumah agar si kecil merasa lebih tenang dan nyaman.

Ketenangan di dalam rumah juga dapat membuat suasana hati anak menjadi lebih stabil sehingga mengurangi sikap keras kepala pada anak.

9. Pahami cara berpikir anak

Untuk menghadapi anak keras kepala, cobalah untuk memahami sudut pandang dan cara berpikir si kecil. Apakah Anda tahu apa yang anak rasakan? Apakah si kecil sedang stres, takut, atau sedih?

Semakin banyak Anda mengenal anak Anda, maka semakin baik pula cara Anda menghadapi si kecil. Misalnya, bila si kecil tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya, jangan langsung membentak dan memarahi anak.

Sebab, anak mungkin menemukan kesulitan untuk menyelesaikan tugasnya. Alhasil, si kecil akan menjadi uring-uringan dan semakin enggan mengerjakan tugasnya.

Ketimbang marah-marah, bantulah si kecil menyelesaikan tugasnya bersama Anda. Selipkan waktu istirahat selama 1 sampai 2 menit agar si kecil tidak terlalu stres dalam mengerjakan tugas.

10. Ajarkan anak agar berperilaku baik

Jangan sesekali mencubit atau memperlakukan anak keras kepala dengan cara yang kasar. Sebab kembali lagi, hal ini akan diserap dalam ingatannya dan mungkin saja akan dilakukannya di masa depan.

Oleh karena itu, tunjukkan perilaku baik di depan si kecil agar ia ikut bersikap baik kepada Anda. Berikan pujian-pujian saat si kecil berhasil menyelesaikan perintah Anda dengan baik.

Contohnya, buatlah grafik dan tempelkan satu bintang di atasnya ketika si kecil berhasil menyelesaikan tugas. Selain itu, Anda juga bisa memberikannya hadiah tertentu untuk memperkuat perilaku positif si kecil.

Sekeras apapun sikap anak, percayalah bahwa Anda mampu mengatasinya dengan sikap tenang. Dengan demikian, anak keras kepala Anda kelak berubah menjadi anak yang lebih disiplin dan penurut.

About Author

Related posts

Melatih Budi Pekerti Dengan Mainan Zaman Old

Permainan tradisional kini mulai terkikis keberadaannya, khususnya di kota besar. Terutama sejak munculnya permainan baru yang lebih atraktif, membuat anak lebih senang karena lebih praktis dan menarik. Sebagai contoh, merebaknya PlayStation (PS) yang merupakan produk dari Jepang. Padahal, permainan tradisional anak pada kenyataannya bisa dijadikan media pembelajaran dan pendidikan...

Read More

Jadikan Rumah Sebagai Laboratorium Anak

Di masa mendatang, untuk bisa hidup sejahtera, kreatifitas dan inovatif menjadi kunci utama. Memiliki otak encer atau cerdas menjadi tidak berguna bila tak mempunyai kedua hal itu. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau berkreasi, sedangkan inovatif adalah kemampuan menciptakan hal-hal...

Read More

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: