10 Teknik Agar Anak Berjiwa Wirausaha

Kadang Orang tua lupa bahwa ketika si anak sudah besar nanti ia harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan mencari uang sendiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak mencari uang yang halal, misalnya berniaga. Sehingga, ilmu bisnis pun akan memberikan jejak positif bagi anak saat ia dewasa kelak.

Lantas, bagaimana cara mengajarkan anak perihal bisnis? Dikutip dari majalah Inc versi online, seorang motivator yang juga CEO Extreme Youth Sports (EYS), Duane Spires, menyebutkan sedikitnya ada sepuluh langkah mengajarkan anak berbisnis dan mengarahkannya agar berjiwa wirausaha.

  1. Membuat Goal

“Apakah kalian tahu bahwa 80 persen goal yang ditulis itu besar kemungkinannya dapat terwujud? Itu sangat mungkin,” ujar Spires.

Pertama, minta anak menulis daftar goal impian mereka. “Goal” di sini merupakan tujuan utama yang kemudian akan menjadi fokus perhatian anak untuk diraih. Arahkan anak untuk membuat goal yang bisa dicapai oleh mereka, misal anak ingin mempunyai tas ransel baru sedangkan harganya sekian sehingga ia harus mengumpulkan uang sekian. Dalam pelaksanaannya, orang tua akan memberikan semangat dan memberi daftar langkah-langkah untuk meraih goal tersebut. Tidak lupa orang tua mengajak anak untuk menelaah perlu atau tidaknya goal yang dibuatnya tersebut.

  • Memuji

Ajarkan anak menemukan peluang. Caranya yakni dengan memuji anak acap kali ia menemui masalah meski itu kecil, kemudian membimbing mereka. Puji mereka meski buah hati tak mampu menyelesaikan masalah itu dengan benar, misal ia tak mampu meraih benda tinggi, katakan kepadanya, “Wah, anak bunda hebat sekali mau mengambil barang sendiri. Tapi enggak sampai ya? Kalau belum sampai, coba ambil bangku dan kamu naik ke bangku itu. Nanti kamu akan bisa mengambil barangnya.” Kebiasaan tersebut menurut Spires merupakan brainstrom solutions yang akan mengajarkan anak fokus pada solusi daripada masalah itu sendiri. Sehingga ketika kelak ia menjadi seorang wirausaha maka ia akan mencari solusi terhadap masalah yang ia hadapi.

  • Ajarkan Perihal Uang

Kemudian langkah berikutnya yakni ajarkan anak agar mereka melek finansial. Orang tua dapat mengajarkan anak bagaimana harus menyisihkan sebagian uangnya. Hasil dari penjualanya, Sahabat Abi Ummi bisa membuatkan mereka rekening tabungan sendiri.

  • Biarkan Anak Berkreasi

Langkah selanjutnya, biarkan anak berkreasi kemudian kaitkan dengan ide pemasaran. Ajak anak mengamati poster, spanduk, iklan, dan sebagainya. Lalu biarkan mereka berkreasi dengan membuat ajakan pemasaran serupa, baik dengan menggambar, ataupun meniru kalimat-kalimat iklan televisi. Kreativitas sangat dibutuhkan untuk anak kelak ketika ia akan membangun usahanya. Sebagai sorang wirausaha ia harus mampu berpikir kreatif dan inovatif dalam membuat produk-produk dagangannya agar mempunyai keunikan dengan kompetitor lainnya.

  • Jangan Menghukum

Jangan menghukum anak jika mereka mendapat nilai jelek di sekolah. Jika terjadi demikian, jangan memarahi anak akan tetapi berbincanglah dengan mereka perihal penyebab kegagalan itu. Biasakan untuk mengevaluasi kesalahannya dan buat langkah ke depan hal yang harus dilakukannya dan yang tidak boleh dilakukannya. Ajak anak untuk tidak melakukan kesalahannya lagi.

  • Ajarkan Sopan Santun

Ajarkan anak berkomunikasi dengan baik serta bersikap sopan santun. Sebab, komunikasi sangat penting dalam proses transaksi jual beli. Biasakan orang tua dan anak mempunyai waktu berdiskusi. Ajak anak untuk mengemukakan pendapat dan keinginannya. Dengan demikian, kemampuan komunikasi anak akan berkembang.

  • Beri Kebebasan

Dengan mendengarkan keinginan anak, orang tua menanamkan sikap percaya diri pada anak. Anak akan merasa bahwa keinginan mereka didukung oleh orang tuanya sehingga ia pun merasa percaya diri. Mereka yakin karena ada yang mendukungnya.

  • Ajak Berjualan

Langkah selanjutnya, ajarkan anak cara berjualan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak anak menjual mainan lama mereka. Kalau Sahabat Abi Ummi ada yang sudah memiliki usaha sendiri, bisa juga mengajak anak untuk ikut berdagang. Dengan demikian, anak akan secara langsung terlibat dalam perniagaan sehingga akan melatihnya menjadi pebisnis kelak.

  • Ajarkan Leadership

Poin selanjutnya, bangun karakter kepemimpinan pada anak. Seorang wirausaha tentu harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengajak anak bermain peran, misal anak sebagai pemimpin permainan yang harus menjaga anggotanya dalam permainan tersebut. Bisa juga melatih jiwa kepemimpinannya dengan memberikannya tanggung jawab, misalkan setelah bangun tidur dia harus merapikan tempat tidurnya.

  1. Teori Giving Back

Kemudian yang terakhir, terapkan sifat rendah hati dan menanamkan ide bahwa “giving back” memberikan kebahagiaan hidup. Ajak anak membagi keuntungan atau pun uang mereka kepada yang membutuhkan. Dengan saling berbagi, beri tahu bahwa harta yang ia miliki tidak sepenuhnya miliknya.

About Author

Related posts

Perlukah Mengajarkan Anak Dua Bahasa?

Beberapa orang tua hanya mengajarkan satu bahasa pada anaknya sampai masa di mana para guru di prasekolah atau kelompok bermainlah yang melakukannya. Anak-anak yang dari awal hanya mengenal satu bahasa jadi kebingungan dan butuh waktu penyesuaian yang lama saat harus menggunakan bahasa lain selain yang biasa mereka gunakan di...

Read More

Anak Anda Mudah Akrab Dengan Orang Baru?

Atta, 2 tahun, mudah sekali akrab dengan orang-orang baru. Ia tidak ragu digendong oleh teman-teman ibunya. Ketika diajak ke taman, ia juga mudah akrab dengan anak-anak seusianya. Waktu itu, hari sedang hujan deras, ibunya tak bisa mengajak Atta pergi ke taman. Lalu, ia pun tampak kesal dan marah. Normalkah?...

Read More

Alasan Harus Mengikuti Kelas Parenting

Di sebagian besar waktu dalam hidup kita, kita tidak akan berani melakukan sesuatu yang besar atau penting tanpa persiapan. Kita akan meminta saran, belajar dan menemukan strategi untuk performa yang lebih baik, dan berlatih, berlatih, berlatih. Namun untuk beberapa alasan, kita sebagai orangtua sering merasa ragu untuk mengambil pendekatan...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: