3 Aktivitas Untuk Melatih Kemampuan Motorik Halus Anak

Kemampuan motorik halus adalah keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dengan koordinasi antara mata dengan tangan. Kemampuan motorik ini membantu anak menjadi lebih mandiri untuk melakukan berbagai hal, seperti menggunting, tepuk tangan, membuka kancing, atau menarik resleting.

Selain itu, kombinasi antara keterampilan motorik halus dengan koordinasi mata membantu proses belajar anak. Untuk mengasah kemampuan motorik halus anak jadi lebih terampil, Anda bisa melibatkan anak dalam berbagai aktivitas. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Ada banyak aktivitas bersama yang membantu mengasah keterampilan motorik anak, antara lain:

1. Menggambar dan mewarnai bersama

Menggambar dan mewarnai membutuhkan koordinasi antara gerak tangan dalam menggerakan pensil dengan mata. Awalnya anak akan belajar bagaimana menggenggam dan memegang alat gambar. Kemudian, matanya akan mengarahkan tangan dalam membentuk suatu gambar. Selain melatih keterampilan motorik halus anak, aktivitas ini juga meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak.

2.  Berkebun dan memasak bersama

Siapa bilang berkebun itu kegiatan untuk kakek nenek? Jangan salah, anak-anak juga bisa melakukan kegiatan ini, bahkan membantu melatih koordinasi antara tangan dengan mata.

Si kecil bisa membantu Anda menggali tanah dengan jari atau sekop kecil, memindahkan bibit tanaman ke dalam lubang tanah, menyiram, dan menggunakan penjepit untuk mengambil bibit tanaman.

Selain berkebun, Anda juga bisa mengajak si kecil membantu menyiapkan makanan, seperti mencampur, menuang, mengaduk, atau menuangkan bahan masakan.

3. Bermain plastisin, gunting, dan tempel kertas

Permainan yang sederhana ini bisa membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Saat si kecil memegang pelastisin, ia akan menggerakan tangannya dengan lincah, seperti meremas, meregangkan, menggulung, dan menekan.

Pilih karakter atau benda di sekitar anak yang mudah dibentuk, seperti membentuk bola yang bulat, wadah kue yang segitiga, atau televisi yang persegi panjang.

Permainan bisa dilanjutkan dengan alat  dan bahan yang mudah, seperti kertas dan gunting. Pilih gunting khusus kertas yang berukuran kecil supaya memudahkan si kecil untuk menggunakannya. Setelah kertas dibentuk, tempelkan potongan kertas di kertas lainnya.

Selain menggunting, kertas yang tersedia bisa mengajari anak melipat kertas membentuk perahu atau pesawat.

About Author

Related posts

Umur Berapa Anak Boleh Puasa?

Puasa merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh atau sudah melewati masa puber. Namun, banyak keluarga yang sudah menerapkan puasa untuk anaknya dari usia dini, dari menerapkan puasa setengah hari sampai puasa satu hari penuh. Hal ini dilakukan untuk membiasakan anak berpuasa di bulan Ramadan sehingga nanti jika...

Read More

Oh Tidak, Orangtua Terlanjur Memukul Anak

Kerap terjadi konflik antara orang tua dengan anaknya yang sudah remaja. Alasannya bisa bermacam-macam, entah itu beda pendapat, anak membantah perintah orang tua, anak pulang malam, atau sebab-sebab lainnya. Dalam situasi konflik yang agak panas, tak jarang orang tua lepas kontrol sehingga terjadi pemukulan secara fisik. Psikolog Klinis Remaja,...

Read More

Buah Hati Anda Grogi Sebelum Ujian di Sekolah?

Jika memiliki anak yang sedang bersekolah, tentu ujian jadi hal yang sangat penting bagi si anak. Nah, ujian ini sedikit banyak akan menimbulkan rasa cemas pada si kecil. Bahkan tak sedikit yang sampai stres dan ketakutan memikirkan ujian ini. Ujian menjadi hal yang sangat penting di jaman kompetisi seperti...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: