3 Cara Mudah Memaksimalkan Kognitif Anak

Sudah tahu, kan, kalau balita senang menyentuh bahkan memasukkan aneka barang ke dalam mulut? Rasa penasaran membuat si kecil senang mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Dengan bantuan Anda maka perkembangan kognitif dan sensorik anak lebih terarah maksimal. Yuk, ajak balita untuk belajar sambil bermain dengan tiga kegiatan berikut ini.

1. Bermain tekstur

Siapkan huruf alfabet atau angka di atas karton dan hiasi menggunakan berbagai jenis bahan, misalnya kacang hijau, pasta, maupun kapas. Dengan menyentuh permukaannya si kecil akan mengenal berbagai tekstur baru. Bunda juga bisa mengajak balita menyusun benda-benda membentuk huruf maupun angka untuk melatih memori dan kemampuan motoriknya. Jika setiap hari diajak bermain huruf, angka, maupun warna, maka tahu-tahu ia sudah bisa membaca tulisan di poster atau billboard serta membedakan benda.   

2. Mengenal kelompok

Berikan contoh kepada balita Anda bagaimana meletakkan barang-barang di sekitar rumah. Mulai dari gelas di lemari piring, sayuran di kulkas, hingga mainan di boksnya. Sesekali tanyakan kepada anak “Di mana ya harus meletakkan kaus kaki kamu?”, atau bisa juga meletakkan kaus kaki di kulkas dan minta dia mengoreksi kesalahan Anda.

Menurut Bridge A. Barnes dan Stephen M. York, pengarang buku Common Sense Parenting of Toddlers and Preschoolers, orangtua yang menantang anak-anak mengelompokkan barang akan mempelajari lebih dari sekadar fungsi benda. “Cara ini membuat balita juga belajar soal tanggung jawab, membantu orang lain, dan menjadi bagian dari keluarga,” kata mereka seperti dilansir dari Parents.com.

3. Mendengar bunyi

Dilansir dari Friendshipcircle.org, menyanyikan lagu secara bersama-sama dapat melatih memori dan menambah perbendaharaan kata pada balita. Awalnya Bunda menyanyikan semua baitnya, tetapi setelah si kecil mulai mengenal lagu tersebut biarkan dia melanjutkan sendiri liriknya setiap kali Anda berhenti beryanyi. Selain itu, ajak balita mengidentifikasi suara-suara yang dia dengar setiap hari mulai dari suara kucing mengeong, burung berkicau, bahkan suara klakson mobil. Dari kegiatan ini balita jadi memahami bagaimana setiap objek memiliki bunyi dan ciri tertentu untuk memperkaya memorinya.

About Author

Related posts

Ketika Anak Perempuan Malu dengan Bentuk Tubuhnya

Sebuah survei menunjukkan, usia rata-rata di mana anak perempuan pertama kali sadar mengenai tubuhnya semakin muda yaitu pada umur 9-10 tahun. Di umur ini, anak perempuan mulai berbicara tentang fakta bahwa beberapa anak di kelasnya “memiliki perut” dan beberapa tidak. Dan walaupun kedengarannya masih muda untuk mengkhawatirkan soal perut...

Read More

Mom, Kenali Penyebab Sariawan pada Si Kecil !

Sariawan tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja karena penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak. Sariawan sendiri akan muncul di area lidah, bibir, atau di berbagai area bagian dalam mulut. Secara umum, area mulut yang terkena sariawan akan dikelilingi guratan merah dan menimbulkan rasa sakit. Anak-anak yang sariawan, umumnya...

Read More

Kapan Suara Si Jagoan Kecil Berubah?

Masa pubertas adalah masa penting dalam kehidupan seseorang karena di masa ini, seorang anak mengalami begitu banyak perubahan dalam hidupnya. Tak terkecuali perubahan fisik. Masa pubertas datangnya tak dapat diprediksi, baik itu pada anak lelaki maupun perempuan. Tetapi, sesungguhnya tanda-tandanya bisa terlihat. Pada anak lelaki, salah satunya adalah lewat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: