5 Kesalahan Fatal Dalam Mengasuh Bayi

Pastinya dalam mengasuh anak, orangtua ingin memberikan yang terbaik. Mengajak mereka bermain, membuat anak bahagia. Namun, seringkali orangtua tidak menyadari kesalahan yang bisa berakibat fatal. Maksudnya ingin membuat anak senang tetapi malah berbahaya.

Ini dia 5 kesalahan pengasuhan orangtua yang sering tidak disadari. Berikut rangkumannya:

  1. Membiarkan anak di dalam kamar mandi terlalu lama

Sebenarnya waktu mandi anak bersama orangtua adalah kesempatan yang sangat baik untuk menjalin ikatan batin.

Tetapi saat sedang memandikan anak, maka ada hal yang harus diperhatikan. Sebab kamar mandi tempat yang sangat berisiko, meninggalkan si Kecil di dalam bak mandi merupakan kesalahan yang sangat fatal.

Tentunya anak bisa tenggelam dalam air yang digunakannya untuk mandi. Sebaiknya orangtua tidak meninggalkan si Kecil yang sedang mandi tanpa pengawasan, awasilah terus saat mereka mandi.

  • Mengguncangkan tubuh anak

Sering kali orangtua berusaha menghentikan tangisan bayi dengan cara menggoyang-goyangkan bayinya. Atau membuat anak tertawa dengan melemparkan mereka ke udara saat bermain-main.

Nah, untuk menenangkan tangisan atau bermain sebaiknya hal ini tidak dilakukan secara berlebihan. Sebab bisa mengakibatkan si Kecil bisa mengalami shaken baby syndrome (SBS), yakni guncangan yang berakibat memengaruhi kesehatan otak anak. Bahkan, bisa berakibat fatal jika guncangan teramat sangat keras.

Belum lagi, jika bermain lempar tangkap, anak bisa berisiko cedera parah karena terlepas dari pegangan atau jatuh.

  • Meninggalkan anak dalam mobil

Bagi orangtua sangat wajib waspada pada bahaya yang satu ini.

Terutama saat membawa sang Anak berjalan-jalan menggunakan mobil.

Kesalahan yang perlu dihindarkan yakni meninggalkan anak di dalam mobil sendirian, meski hanya sebentar dan alasan apa pun.

Hal ini akan mengancam keselamatan sang anak berujung pada kematian karena suhu di dalam mobil yang sangat panas, kehabisan oksigen, atau keracunan gas karbon monoksida jika AC mobil tetap dinyalakan.

  • Ketiduran saat menemani anak tidur

Kesalahan berikutnya yang sering terjadi saat menjaga anak ialah ketiduran.

Jika tertidur, ada kemungkinan si Kecil bisa terjatuh dari tempat tidur, apalagi jika tertidur saat memangku anak di sofa atau kursi. Pada saat orangtua tertidur, anak sangat mungkin terjadi terlepas dari gendongan atau dekapan.

Selama tidur, si Kecil juga bisa dalam kondisi berbahaya akibat benda-benda di sekitarnya seperti selimut atau boneka. Kedua benda tersebut bisa tertarik dan menutupi wajahnya hingga ia kesulitan bernapas. Jadi, pastikan ranjang mama atau tempat tidur si Kecil aman dari benda-benda berbahaya ya.

  • Tidak menopang kepala anak dengan benar

Menggendong bayi itu harus dilakukan dengan benar. Jika satu anggota tubuh saja mengalami cedera maka akibatnya bisa memengaruhi perkembangannya.

Jadi sebaiknya orangtua berhati-hati saat menggendong sang buah hati, kesalahan dalam menggendong bisa berdampak negatif pada si Kecil.

Untuk menghindari anak cedera, pastikan tidak melakukan kesalahan dan memegang bagian kepala maupun lehernya dengan benar.

Itulah 5 kesalahan yang seringkali tidak disadari saat menjaga sang buah hati.

About Author

Related posts

Kenali Sindrom Klinefelter pada Balita

Mungkin masih terdengar asing di telinga para masyarakat, sindrom Klinefelter pada balita sebenarnya termasuk kondisi genetik yang cukup umum terjadi pada anak laki-laki. Di mana sindrom Klinefelter terdapat lebih sedikit testosteron, sehingga memengaruhi tingkat kesuburan pada sang anak. Sementara ciri khas sindrom ini ialah memiliki tubuh tinggi dan kemampuan...

Read More

Tips Selamatkan Anak dari Polusi Udara di Ibu Kota

Kualitas udara saat ini semakin tercemar. Berdasarkan data AirVisual, per hari Kamis, 23 Agustus 2019, Jakarta menempati posisi ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Tidak hanya data yang membuktikan, warga Jakarta juga merasakan perubahan yang nyata. Langit yang biasanya berwarna biru kini terasa mendung sepanjang waktu....

Read More

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: