Dikatakan psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si, bahwa sifat tamak dimulai dari kebiasaan tidak bisa menahan diri. Kebiasaan ini sebenarnya bisa ditangkal sejak dini yakni semenjak seseorang masih balita.

“Di usia anak 1,5 hingga dua tahun mereka biasanya tantrum ketika tidak mendapat apa yang mereka mau. Orangtua yang panik melihat anaknya mengamuk, akhirnya memberikan apa saja yang diinginkan anak. Padahal itu adalah pelajaran pertama untuk menahan diri,” papar dr,Anna ketika ditemui dalam program ‘Anak Cerdas’ bersama HSBC di bilangan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Dilanjutkan dr.Anna bahwa selanjutnya anak jadi paham dengan menangis dan meraung, ia akan mendapatkan apa yang dia mau. Padahal cara efektifnya adalah dengan menenangkannya saja. Peluk, rangkul, dan sayangi dia dengan sabar.

“Jika dia merengek soal sesuatu yang baik buat dirinya, cobalah minta dia agar meminta dengan baik. Sebaliknya, jika ia meminta sesuatu yang buruk bagi dirinya, cukup ditenangkan saja,” tambahnya.

Apa hubungannya menahan diri dengan korupsi? Ini membuat seseorang paham adanya batasan kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian dia bisa menahan diri dalam membelanjakan hawa nafsunya. Pelajaran ini harus konsisten diterapkan dalam kehidupannya hingga nantinya itu akan jadi kebiasaan yang baik.

Dicontohkan dr.Anna, anak yang sudah masuk usia Sekolah Dasar juga harus diajari bahwa dia harus menjalani kewajiban. Barulah kemudian ia mendapatkan hak atasnya. “Jangan perbolehkan dia mendapatkan hak kalau belum melaksanakan kewajiban. Kalau dari kecil sudah dibiasakan menahan diri, pemahaman soal kebutuhan dan keinginan bisa dikontrol,” tegasnya.

Edukasi Keuangan

Literasi keuangan sejatinya bisa diterapkan sejak anak sudah mulai bisa berhitung. Dari titik ini, dia sudah bisa diajarkan materi apa yang bisa dibelanjakan sesuai kebutuhan. Sisanya adalah materi yang merupakan keinginan.

Inilah yang kemudian coba diajarkan Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama HSBC dalam program ‘Anak Cerdas’. Bentuknya dalam edukasi bersifat menyenangkan menggunakan tablet yang berisi pilihan-pilihan benda yang bisa mereka beli dengan uang virtual. Pendidikan ini berlangsung selama lima kali pertemuan dengan durasi masing-masing pertemuan 45 menit.

Program ini sudah dijalankan di delapan kota besar di Indonesia; Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, dan Yogyakarta. Targetnya adalah anak-anak SD di kelas tiga hingga lima. “Dengan latihan macam ini, pengetahuan keuangan anak meningkat. Mereka bisa pulang ke rumah dan menjadi agen edukasi literasi keuangan buat keluarga,” ujar Robert Gardiner selaku Executive Director PJI.

Sedangkan dari pihak HSBC, program edukasi keuangan sejak dini menjadi pendorong bagi bisnis yang berkesinambungan. Apalagi diajarkan melalui games edukasi yang menyenangkan. “Edukasi keuangan akan membantu kesejahteraan mereka sendiri ke depannya,” tutur Nunik Sutyoko, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia.

About Author

Related posts

Melatih Budi Pekerti Dengan Mainan Zaman Old

Permainan tradisional kini mulai terkikis keberadaannya, khususnya di kota besar. Terutama sejak munculnya permainan baru yang lebih atraktif, membuat anak lebih senang karena lebih praktis dan menarik. Sebagai contoh, merebaknya PlayStation (PS) yang merupakan produk dari Jepang. Padahal, permainan tradisional anak pada kenyataannya bisa dijadikan media pembelajaran dan pendidikan...

Read More

Jadikan Rumah Sebagai Laboratorium Anak

Di masa mendatang, untuk bisa hidup sejahtera, kreatifitas dan inovatif menjadi kunci utama. Memiliki otak encer atau cerdas menjadi tidak berguna bila tak mempunyai kedua hal itu. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau berkreasi, sedangkan inovatif adalah kemampuan menciptakan hal-hal...

Read More

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: