Ajarkan Kebiasaan Baik Sebelum Tidur

Idealnya, anak-anak butuh tidur selama 10-14 jam dalam sehari. Namun, tidur yang baik tidak bisa hanya dinilai dari banyak waktunya saja. Orangtua juga harus memastikan tidur anak berkualitas guna mendukung tumbuh kembangnya. Bagaimana caranya? Tentu dengan membantu anak Anda memiliki kebiasaan tidur yang baik. Tidak ada salahnya, kok, untuk mulai menerapkan beragam kegiatan positif yang bisa dilakukan sebelum anak tidur.

Anak yang kurang tidur berisiko diabetes dan penyakit jantung

Sama seperti nutrisi, tidur juga termasuk kebutuhan anak yang tidak boleh disepelekan begitu saja karena bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang kurang tidur lebih cenderung berisiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, sleep apnea, hingga gangguan kesehatan mental seperti depresi dan ADHD di masa depannya.

Tentu Anda tidak ingin buah hati Anda berhadapan dengan hal-hal buruk tersebut, kan? Maka itu, mulai sekarang coba mulai tanamkan beberapa kebiasaan baik yang bisa dilakukan si kecil menjelang tidur.

Sebelum anak tidur, ajarkan 5 kebiasaan baik ini setiap hari

Menerapkan pola tidur sehat lebih dari sekadar membiasakan anak untuk cukup tidur 10 jam setiap malam. Agar ia bisa tidur nyenyak dan terhindar dari risiko penyakit kronis, ia juga harus terbiasa.

  1. Stop gunakan gadget dan peralatan elektronik

Tanamkan aturan untuk mulai berhenti menonton TV dan bermain gadget, seperti laptop, komputer, HP, atau tablet setidaknya dari 1-2 jam sebelum anak tidur. Lebih baik lagi, berlakukan juga aturan ini untuk anggota keluarga yang lain agar anak bisa mengambil contoh.

Saat anak menghabiskan waktu berjam-jam untuk main gadget atau nonton TV sebelum tidur, pancaran sinar biru dari layar perangkat akan meniru sifat cahaya alami matahari. Akibatnya, jam biologis tubuh menganggap cahaya ini sebagai sinyal bahwa hari masih pagi dan membatalkan produksi hormon melatonin pembuat ngantuk.

Singkatnya, berjam-jam main gadget sebelum tidur malah bikin anak tambah melek sehingga ia butuh waktu yang lebih lama untuk bisa mulai terlelap. Bahkan setelah tidur cukup sekalipun, anak yang hobi main gadget di malam hari lebih sulit bangun pagi dan lebih loyo serta mudah mengantuk saat di kelas.

  • Sikat gigi dan bersih-bersih

Sebelum anak tidur, tekankan pentingnya membersihkan tubuh sebelum ia naik ke atas tempat tidur. Ajarkan anak untuk mencuci tangan dan kaki serta menyikat gigi sebelum tidur. Selalu pastikan ia melakukan ritual bersih-bersih ini setiap malam (termasuk di akhir pekan dan hari libur), bahkan meski ia merasa ngantuk atau kecapekan. Lama-lama, kebiasaan positif ini ia bawa terus hingga dewasa.

Gigi dan gusi yang bersih dapat mencegah berbagai masalah kesehatan mulut, seperti bau napas dan gigi berlubang.

  • Pastikan anak tidur dalam keadaan kenyang

Jangan biarkan anak masih kelaparan saat tidur. Perut keroncongan akan membuatnya gampang terbangun di tengah malam dan minta camilan yang tidak sehat.

Jika anak masih merasa lapar setelah makan malam, tidak apa untuk memberikan camilan pengganjal lapar sekitar 1-2 jam sebelum tidur. Entah itu biskuit gandum dan segelas susu hangat, semangkuk sereal, atau sepiring buah segar.

Hindari memberikan makanan berat mendekati waktu tidur. Hal ini malah membuat anak susah tidur karena kekenyangan. Minuman soda serta sumber kafein seperti kopi, teh, dan cokelat batangan juga sebaiknya tidak Anda berikan sebelum anak tidur.

  • Membacakan cerita sebelum tidur

Bagi Anda yang memiliki anak berusia sekitar dua hingga empat tahun, Anda bisa coba membiasakan membacakannya cerita sebelum tidur. Selain akan mempererat hubungan Anda dengan si kecil, kegiatan ini juga bisa membantu anak belajar membaca, mengasah perkembangan otak dan imajinasinya, hingga menumbuhkan minat membaca anak.

Mulailah dengan mengajaknya membaca buku dongen yang bergambar menarik yang bisa membangkitkan minat bacanya. Jika anak dirasa sudah terbiasa dan senang membaca, Anda dapat coba memberikannya buku cerita yang lebih panjang.

Tak lupa, sebaiknya pilih cerita anak dengan kandungan pesan moral yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari sehingga bisa dipetik manfaatnya.

  • Ajak anak untuk saling curhat

Dorong anak untuk mulai terbiasa membagikan segala aktivitas hariannya pada Anda sedari kecil. Dengan begitu, anak pun tidak akan sungkan lagi untuk menceritakan apa yang ia rasakan saat beranjak dewasa kelak.

Kegiatan ini juga akan membantu Anda untuk bisa lebih mengontrol pergaulannya, memahami apa yang anak rasakan, hingga memberi dukungan positif saat ia sedang tidak bersemangat.

About Author

Related posts

5 Penyebab Karies Gigi pada Anak

Kesehatan gigi pada anak termasuk salah satu yang sering dijaga dengan baik. Tak jarang orangtua selalu mengingatkan anaknya untuk selalu membersihkan gigi karena kesehatan gigi dan mulut begitu penting. Karies gigi menjadi permasalahan yang mudah dialami oleh anak kecil karena telah lalai menjaga kebersihan gigi. Karies gigi adalah salah...

Read More

Perkembangan Fisik Anak Usia 3 Tahun

Di usia 3 tahun, umumnya anak telah memiliki satu set gigi susu yang lengkap. Yang terakhir muncul biasanya adalah gigi geraham yang tumbuh antara usia 23 hingga 33 bulan. Gigi susu ini tidak akan tanggal hingga minimal usia 5 tahun sampai nantinya anak berusia 7 tahun. Untuk itu, sangat...

Read More

Si Kecil Juga Butuh Me Time

Menjadi orangtua, pastinya akan membuat Mama ingin selalu berdekatan dengan anak, bukan? Tak hanya selalu ingin dekat dengannya, Mama juga ingin selalu ada bersamanya saat senang maupun susah. Tidak apa kok Ma, memang seperti itulah naluri seorang Mama pada anaknya. Namun jangan terlalu sering bersikap demikian pada si Kecil...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: