Apa Itu Masa Kanak-Kanak Terakhir?

Tahukah Anda, apa yang dinamakan masa kanak-kanak terakhir? Menurut psikolog dan pendidik Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Murshafi, dalam bukunya ‘Mendidik Anak Agar Cerdas dan Berbakti’ terbitan tahun 2009, masa kanak-kanak terakhir adalah masa saat anak berusia lima sampai enam tahun.

Dalam buku yang di Indonesia diterbitkan oleh Ziyad Visi Media, Solo, ini, Murshafi menyebutkan, pada masa kanak-kanak terakhir itu, bercirikan:

Pertumbuhan jasmani anak berjalan dengan cepat.

Anak sudah mampu menyantap makanan sendiri dengan mengunakan sendok dan garpu secara lincah, namun tak bisa mengunakan pisau makan dengan baik, memilih makanan yang disukai dan tidak disukai. Juga, dia dapat mandi sendiri dan mengurusi dirinya sendiri ketika membuang air besar. Pada waktu yang sama, dia mengunakan sebilah pisau untuk bermain-merusak sesuatu-bukan untuk memotong makanan dengan baik. Hal ini dibarengi dengan bertambahnya kematangan syaraf, kuatnya otot, dan tulang tubuh yang bertambah besar.

Memiliki rasa ingin tahu yang besar

Anak punya rasa ingin tahu yang besar terhadap lingkungan di sekitarnya dan semua informasi yang berhubungan dengannya. Disamping itu, dia dapat melakukan aktivitas dan percobaan terhadap sesuatu yang yang bisa disentuh. Pola pikirannya sudah mandiri, sehingga lebih banyak melakukan segala sesuatu dengan sendiri.

Mampu mengekspresikan diri

Mampu mengungkapkan ketakutan dan kekhawatirannya, serta mengekspresikan emosinya. Selain itu, mulai muncul sikap-sikap perlawanan, angkuh, terkadang menggigit bibirnya sendiri, atau mengelengkan kepalanya.

Tidak bisa diam

Perkembangan gerak anak pada usia ini adalah bergerak secara terus menerus, lebih banyak menggunakan dua tangan daripada dua lengan dalam memegang bola kecil, melompat dengan mengangkat dua kaki, memanjat tangga dan pohon. Juga, dia dapat bergerak lincah di tempat-tempat yang sempit dan dia suka menunjukkan keahlian-keahlian yang berhubungan dengan fisik serta pelatihan yang dilakukannya

Ingin bergaul

Perkembangan sosial anak pada usia ini terjadi keinginan anak untuk bermain dengan temannya melalui pergaulan dengan anak-anak yang lebih dewasa darinya dan mulai memperhatikan anak-anak di bawah usia mereka ketika dalam bahaya. Juga, mereka selalu merasa gembira dan berkompetisi antar anak seusianya mulai Nampak. Selain itu, mereka juga belajar tentang kepemimpinan, berpikir, dan hal-hal yang berhubungan dengan materi bersama teman-temannya.

Kepekaan yang tinggi

Peka terhadap waktu, musim, hari raya, dan berapa kegiatan yang berhubungan dengan pernikahan. Juga, anak seusia ini memiliki perhatian yang besar terhadap tugas-tugasnya dan suka mendiskusikannya serta memahami kata-kata yang mengungkapkan ukuran, jumlah, dan isi atau volume.

Pertumbuhan kosakata

Mampu menangkap dan mengucapkan 2200 kata. Di samping itu, dia dapat menyebutkan nama dengan sempurna, usianya, alamatnya, dan tanggal lahirnya ketika ditanya. Pada usia ini, anak-anak bisa membedakan antara kenyataan dan khayalan. Mereka cenderung menggunakan banyak rangkaian kata. Juga, berusaha untuk mendapatkan ilmu yang ingin diketahui. Mereka cenderung banyak bicara dan ingin mengenal bentuk-bentuk huruf, nomor, dan beberapa kalimat, miskipun tidak belajar secara langsung.

About Author

Related posts

Ajak Anak Berenang Saat Puasa? Ada Aturannya

Mengajari anak berpuasa harus dibarengi dengan perubahan kebiasaan sehari-hari. Enggak cuma sebatas mengubah jadwal makan dan tidur, namun ada beberapa kebiasaan lain yang juga harus di tahan saat puasa Ramadhan. Selain itu, Bunda juga harus pintar mencari kegiatan untuk si kecil agar enggak mudah bosan menunggu waktu berbuka puasa....

Read More

Manfaat Membiarkan Anak Bermain Sendirian

Anda memang perlu mengawasi setiap gerak-gerik anak saat ia beraktivitas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menempel lengket setiap detik di samping anak ketika ia bermain. Banyak pakar kesehatan yang menyarankan orangtua untuk membiasakan anak-anak mereka bermain sendirian, tanpa dampingan orangtua, karena akan...

Read More

Konsumsi Gula Mempengaruhi Otak Anak

Siapa sih yang tak suka gula? Terlebih anak-anak, biasanya hobi banget kan, Bun, mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Tapi, sebagai orang tua kita perlu tahu bahwa konsumsi gula punya pengaruh pada otak anak. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kadar gula yang tinggi bisa berefek negatif pada otak anak, mulai dari...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: