Apakah Anak Anda Gemar Duduk Posis W?

Apakah anak Anda sering duduk dalam posisi seperti huruf W, yakni lutut ditekuk dan kaki ke belakang dengan arah menyamping atau keluar, baik kaki kiri maupun kaki kanan (Tepatnya lihat foto) ? Posisi ini sering membuat nyaman anak-anak biasanya saat nonton televisi atau bermain dengan teman-temannya.

Menurut dokter dan ahli terapi Connie Challoner, bila posisi W ini dilakukan dalam waktu yang lama dan berulang-ulang atau sering, berpotensi menyebabkana masalah ortopedi dan mempengaruhi postur tubuh, yakni sulit untuk memiliki postur tubuh yang tegak saat dewasa kelak.

“Posisi ini memicu tekanan berlebih pada pinggul dan menghambat bagian otot pinggul, punggung dan perut. Selain itu, kebiasaan ini juga berdampak buruk pada pergelangan kaki, lutut dan stabilitas inti, “katanya seperti yang dilansir dari Mirror.

Posisi duduk ini, kata Connie, juga dapat menyebabkan persendian, keseimbangan dan keterampilan motorik anak melemah. Connie pun menyarankan agar orangtua segera memperbaiki posisi duduk anak-anak. Salah satunya dengan duduk bersila atau kaki yang diluruskan.

Ahli ortopedi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, mengatakan hal yang sama,  bahwa kebiasaan duduk W akan mendorong kondisi yang disebut dengan internal rotation atau sendi yang terputar menuju arah dalam.

“Di ortopedi kita menyebutnya internal rotation. Posisi ini bila terulang dan waktunya lama menyebabkan proses pembentukan panggul menjadi cenderung berlebihan,” kata dr Faturachman, seperti yang dilansir detikHealth..

“Dampaknya, apabila berjalan, posisi kakinya bengkok ke dalam,” lanjutnya.

Walaupun dari segi medis, tambahanya,  sebetulnya tak ada yang berbahaya, hanya saja anak akan jadi lebih terhambat kemampuan motoriknya. Pada usia empat sampai delapan tahun bisa menghalangi anak untuk lincah bergerak.

About Author

Related posts

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Orangtua Wajib Pahami Kondisi Psikologis Anak (Bag I)

Perkembangan dan karakter setiap anak tentu berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan begitu saja. Seringkali anak memperlihatkan perilaku unik dan berbeda dari anak lain. Mungkin Mama sebagai orangtua seringkali merasakan kalau anak-anak di rumah lebih mudah menangis, tidak bisa diam, sering berbicara, terlalu aktif atau menggigit barang tertentu. Kondisi inilah...

Read More

Balita Paling Ogah Melakukan 7 Hal Ini

Saat sudah bisa bicara dan berpikir dengan logis, anak akan lebih menantang. Mereka sudah bisa menolak untuk melakukan sesuatu. Ada masanya dimana para balita selalu mengatakan tidak untuk semua hal. Tenang, itu hal wajar, Ma. Sudah jadi tugas orangtua untuk mengarahkannya agar tidak keluar jalur. Dari seluruh hal yang...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: