Mengajari Si Kecil mengenal huruf merupakan sebuah proses yang dapat Bunda mulai sejak dini. Mulailah dengan membacakan cerita sejak Si Kecil hadir di tengah keluarga. Hal ini bukan hanya dapat menciptakan bonding atau ikatan antara ibu dan buah hati, tetapi juga menanamkan kecintaannya pada buku. Menikmati kegiatan membaca adalah salah satu faktor yang dapat memprediksi kesuksesannya di usia sekolah.

Banyak orangtua yang salah paham dalam mengajari anak belajar nama huruf dari usia tertentu. Mereka membeli flash card atau DVD yang mengklaim bisa mengajari anak mengenali huruf, lalu meminta sang anak belajar berkali-kali tanpa henti. Namun, hal ini sebaiknya jangan Bunda lakukan. Biarkan Si Kecil menjadi anak-anak dan belajar dari pengalaman bermain sehari-hari.

Berikut ini beberapa tips yang dapat Bunda lakukan untuk menumbuhkan kesukaan membaca pada Si Kecil, yang tentunya akan meningkatkan kemampuannya membaca.

  1. Bacakan minimal satu buku anak setiap hari pada Si Kecil, bahkan saat ia masih sangat kecil. Saat anak sudah semakin besar, Bunda dapat menambahkan waktu dan kuantitas buku untuk dibaca. Jadikan membaca bersama menjadi kegiatan keluarga untuk setidaknya 20 menit setiap harinya.
  2. Untuk bayi hingga usia satu tahun, Bunda dapat membacakan lagu-lagu pengantar tidur, board book (dengan gambar sungguhan), atau buku dari bahan kain dengan berbagai tekstur.
  3. Ajukan pertanyaan saat membacakan buku kepada buah hati Bunda untuk merangsang anak berinteraksi dengan buku. Ajukan pertanyaan pada bayi, misalnya, “Kamu lihat kelinci ini, Sayang?” sambil menunjuk gambar si kelinci. Anak akan bertambah kosakatanya dan mendorongnya untuk berinteraksi dengan buku saat membaca.
  4. Ketika Si Kecil semakin besar, minta dia menunjuk sendiri benda di buku dan membuat suara-suara binatang yang dilihatnya. Saat anak sudah berusia dua atau tiga tahun, mulailah bertanya sebelum, selama, dan sesudah membaca buku.
  5. Tunjukkan pada buah hati Bunda bahwa membaca adalah sesuatu yang bahkan diperlukan oleh orang dewasa. Tanpa model yang dilihatnya, ketertarikan Si Kecil akan segera berkurang. Jika Bunda kurang suka membaca, setidaknya usahakan agar Si Kecil melihat Bunda membaca setidaknya beberapa menit setiap harinya.
  6. Jika Bunda memiliki seorang putra, share artikel ini dengan sang Ayah. Anak laki-laki perlu melihat Ayah mereka membaca, terutama karena membaca bukanlah sesuatu yang biasa dilakukan oleh anak lelaki yang cenderung aktif.
  7. Buat aktivitas membaca semenyenangkan mungkin, misalnya dengan menirukan bunyi binatang atau menciptakan suara tokoh yang berbeda-beda.

Belajar huruf memang penting, tetapi Bunda perlu ingat, bahwa cara kita mengajarkannya jauh lebih penting. Sebab tujuannya adalah untuk menumbuhkan Si Kecil sebagai pembelajar abadi yang cinta membaca, bukan seorang anak yang hanya dapat mengingat tanpa makna.

About Author

Related posts

Melatih Budi Pekerti Dengan Mainan Zaman Old

Permainan tradisional kini mulai terkikis keberadaannya, khususnya di kota besar. Terutama sejak munculnya permainan baru yang lebih atraktif, membuat anak lebih senang karena lebih praktis dan menarik. Sebagai contoh, merebaknya PlayStation (PS) yang merupakan produk dari Jepang. Padahal, permainan tradisional anak pada kenyataannya bisa dijadikan media pembelajaran dan pendidikan...

Read More

Jadikan Rumah Sebagai Laboratorium Anak

Di masa mendatang, untuk bisa hidup sejahtera, kreatifitas dan inovatif menjadi kunci utama. Memiliki otak encer atau cerdas menjadi tidak berguna bila tak mempunyai kedua hal itu. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau berkreasi, sedangkan inovatif adalah kemampuan menciptakan hal-hal...

Read More

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: