Belajar Pola Pengasuhan Keluarga di Jerman

Masing-masing adat, budaya masyarakat, dan negara memiliki cara atau pola yang berbeda dalam mendidik anak-anaknya. Mungkin kita perlu sekedar tahu pola pengasuhan anak di budaya yang berbeda dengan kita untuk sekedar pembanding. Namun tak menutup kemungkinan untuk diterapkan bilamana tepat dan layak diterapkan pada anak-anak kita.

Nah, yuk kita intip pola pengasuhan di Jerman. Seperti apa sih pola pengasuhan di negara yang tergolong maju dan banyak menjadi incaran warga Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi?

Orang tua membebaskan anak

Di Jerman misalnya, orang tua cenderung membebaskan anak.  Orang tua di Jerman sangat menekankan kebebasan dan tanggung jawab pada anak-anaknya. Orang tua di Jerman  mempraktikkan  rasa percaya yang besar pada anak-anak.

Siswa taman kanak-kanak tidak dipaksa membaca

Murid taman kanak-kanak tidak terlalu dipaksa untuk membaca. Dalan konsep pendidikan di Jerman, taman kanak-kanak merupakan tempat awal mereka belajar bersosialisasi dan bermain layaknya anak-anak. Meskipun nantinya mereka duduk di sekolah dasar, hal akademis tidak boleh terlalu didorong berlebihan.

Biarkan Anak Mencari Tahu Sendiri

Seorang anak tak ubahnya seperti manusia yang penasaran terhadap hal-hal baru. Orang tua seharusnya tidak berhak membatasi mereka dengan larangan-larangan. Cukup ajari tentang konsekuensi terhadap suatu perbuatan agar anak-anak paham sebab-akibat dari perbuatannya.

Sebagai contoh, para orang tua di Jerman sengaja mengajak anak-anaknya untuk memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap api. Eksperimen dengan api pun banyak dilakukan anak-anak Jerman namun tetap diawasi oleh para orang dewasa.

Biarkan anak-anak pergi sendirian

Kebanyakan anak-anak sekolah di Jerman pergi ke sekolah tanpa ditemani orang tua. Kadang anak-anak itu sengaja dibiarkan naik subway seorang diri. Bukan berarti para orang tua tidak peduli dengan keselamatan anak-anaknya, pasalnya kasus penculikan bukanlah hal umum yang terja di di Jerman.

Pesta sebelum sekolah dimulai

Di Jerman ada sebuah tradisi yang cukup menarik bagi anak-anak sebelum mereka duduk di bangku sekolah. Einschulung sebuah pesta yang dilaksanakan saat anak-anak memulai tahun pertama mereka sekolah dan biasanya diselenggarakan pada Sabtu. Sang anak akan mendapatkan Zuckertute. Sebuah bingkisan yang berbentuk seperti cone eskrim besar berisi pensil, jam tangan, hingga permen. Einschulung bermakna sebuah perubahan yang besar bagi sang anak, sebuah harapan, dan antusiasme dalam belajar.

Jalan-jalan setiap hari

Jalan-jalan di sekitar lingkungan rumah setiap hari merupakan hal yang wajib bagi masyarakat Jerman. Mereka tidak peduli akan cuaca buruk pada hari itu, mereka hanya menyiapkan pakaian terbaik untuk anak mereka yang mampu melindungi tubuh saat cuaca di luar tidak bersahabat. Para orang tua di Jerman memang membiasakan mengajak balitanya ke luar rumah untuk sekadar duduk-duduk di taman atau menghirup udara segar.

About Author

Related posts

Kenali Sindrom Klinefelter pada Balita

Mungkin masih terdengar asing di telinga para masyarakat, sindrom Klinefelter pada balita sebenarnya termasuk kondisi genetik yang cukup umum terjadi pada anak laki-laki. Di mana sindrom Klinefelter terdapat lebih sedikit testosteron, sehingga memengaruhi tingkat kesuburan pada sang anak. Sementara ciri khas sindrom ini ialah memiliki tubuh tinggi dan kemampuan...

Read More

Tips Selamatkan Anak dari Polusi Udara di Ibu Kota

Kualitas udara saat ini semakin tercemar. Berdasarkan data AirVisual, per hari Kamis, 23 Agustus 2019, Jakarta menempati posisi ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Tidak hanya data yang membuktikan, warga Jakarta juga merasakan perubahan yang nyata. Langit yang biasanya berwarna biru kini terasa mendung sepanjang waktu....

Read More

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: