Kopi identik dengan minuman orang dewasa. Rasanya tak lengkap jika dalam sehari tidak minum secangkir kopi sebelum mulai bekerja bukan? Tetapi ternyata anak-anak pun mulai banyak yang minum kopi lho. Pertanyaannya: apakah kopi baik dikonsumsi anak-anak?

Ada banyak penelitian menemukan manfaat kopi untuk kesehatan. Seperti yang dilansir oleh kidzworld.com, enam cangkir kopi dalam sehari dapat menurunkan risiko penyakit diabetes, penyakit Parkinson, kanker usus hingga Alzheimer. Tetapi disaat bersamaan, terlalu banyak minum kopi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Wah!

Dr. Tomas De Paulis, seorang peneliti yang mengkhususkan diri pada kopi dan efeknya pada anak, mengatakan bahwa sebetulnya kopi tidaklah buruk dikonsumsi oleh anak-anak. Pada anak-anak, kopi dapat meningkatkan konsentrasi sehingga bermanfaat jika dikonsumsi sebelum anak menjalani ujian. Sebuah penelitian di Brazil, negara penghasil kopi terbesar di dunia, menemukan bahwa anak-anak yang minum kopi dengan susu setiap pagi akan terhindari dari depresi daripada yang tidak mengkonsumsinya.

Namun perlu diingat, minum kopi juga memiliki efek negatif terkait jumlah kandungan kafeinnya. Kafein dalam kopi akan menimbulkan masalah pada jantung dan saraf serta memperbesar kemungkinan hiperaktif. Selain itu, terbiasa mengkonsumsi kafein dapat membuat anak kecanduan. Jadi jika Anda ingin memberikan kopi kepada anak, berikan dalam batas kewajaran, misalnya satu minggu sekali hanya secangkir kecil. Tidak mau ‘kan kebaikan yang terkandung dalam kopi justru merusak kesehatan si kecil? Semoga informasi ini dapat membantu Anda, Ladies.

About Author

Related posts

Kenali Sindrom Klinefelter pada Balita

Mungkin masih terdengar asing di telinga para masyarakat, sindrom Klinefelter pada balita sebenarnya termasuk kondisi genetik yang cukup umum terjadi pada anak laki-laki. Di mana sindrom Klinefelter terdapat lebih sedikit testosteron, sehingga memengaruhi tingkat kesuburan pada sang anak. Sementara ciri khas sindrom ini ialah memiliki tubuh tinggi dan kemampuan...

Read More

Tips Selamatkan Anak dari Polusi Udara di Ibu Kota

Kualitas udara saat ini semakin tercemar. Berdasarkan data AirVisual, per hari Kamis, 23 Agustus 2019, Jakarta menempati posisi ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Tidak hanya data yang membuktikan, warga Jakarta juga merasakan perubahan yang nyata. Langit yang biasanya berwarna biru kini terasa mendung sepanjang waktu....

Read More

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: