Cara Mendampingi Anak Diskalkulia

Diskalkulia adalah ketidakmampuan belajar menghitung yang dialami anak, seperti kesulitan memahami matematika dan konsep dasar aritmatika. Terkadang anak pandai berbicara, membaca dan menulis, tetapi lambat dalam menghitung dan memecahkan masalah angka. Untuk mengatasi anak diskalkulia biasanya dilakukan terapi dari ahli psikologi. Tapi bisa juga dilakukan dengan cara berikut ini.

Pertama, menggunakan kertas grafik untuk anak yang mengalami kesulitan mengorganisir ide-ide di atas kertas. Imajinasi anak sangat mempengaruhi kreatifitas anak. Anak diajak membuat ide di atas kertas grafik untuk mengonsep apa yang ada di pikiran mereka. Ide-ide yang dituangkan anak tidak perlu yang rumit. Hal-hal sederhana di sekitar anak bisa menjadi pilihan yang bijak. Seperti jumlah kelereng atau boneka yang anak punya, atau jumlah pohon yang tumbuh di depan rumah.

Kedua, mengajarkan cara berbeda dalam memecahkan soal-soal angka, seperti menambahkan, mengurangi, membagi, mengalikan dan menyamakan angka. Ini hal yang paling dasar sesuai tingkat usia anak dan kemampuan anak. Kita bisa memakai alat bantu jeruji sapu atau sempoa, atau benda-benda yang menarik bagi anak. Cara berhitung paling mudah adalah menggunakan jari-jari tangan dengan metode jarimatika.

Ketiga, praktik memperkirakan sebagai cara untuk mulai memecahkan masalah angka. Ada berbagai cara untuk mempraktikkan angka. Misal, si A mempunyai kelereng 10 butir, lalu ia membagikannya kepada si B, C D dan E. Berapa masing-masing anak mendapatkan kelereng tersebut? Dengan metode ini anak akan berpikir dan akan menjawab  soal yang diterima. Jika anak mengalami kesalahan, Anda tak perlu membentaknya, karena hal ini akan mempengaruhi kecepatan berpikirnya dan si anak tidak mau lagi belajar angka. Anda juga bisa bermain dengan anak, anda bisa menjadi penjual kelereng dan anak bisa berperan sebagai pembeli.

Keempat, memperkenalkan keterampilan baru dimulai dengan contoh-contoh konkret dan kemudian pindah ke hal yang lebih abstrak. Menghitung dengan alat adalah cara yang paling mudah untuk anak. Misal anak menjumpai itik 5 ekor, kemudian keesokan hari anak menjumpai lagi 3 ekor, ajaklah si anak  menggunakan jari-jarinya untuk menghitung.

Kelima, menjelaskan ide dan masalah dengan jelas dan mendorong anak untuk mengajukan pertanyaan saat menyelesaikan tugas. Ajak anak untuk bermain supaya tidak tegang dan pancing anak untuk membuat pertanyaan kepada anda.

Dengan metode khusus, dengan kreatifitas pembelajaran yang selalu aktif, dan dengan kesabaran penuh, diharapkan perkembangan anak akan optimal seperti anak normal lain.

About Author

Related posts

Umur Berapa Anak Boleh Puasa?

Puasa merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh atau sudah melewati masa puber. Namun, banyak keluarga yang sudah menerapkan puasa untuk anaknya dari usia dini, dari menerapkan puasa setengah hari sampai puasa satu hari penuh. Hal ini dilakukan untuk membiasakan anak berpuasa di bulan Ramadan sehingga nanti jika...

Read More

Oh Tidak, Orangtua Terlanjur Memukul Anak

Kerap terjadi konflik antara orang tua dengan anaknya yang sudah remaja. Alasannya bisa bermacam-macam, entah itu beda pendapat, anak membantah perintah orang tua, anak pulang malam, atau sebab-sebab lainnya. Dalam situasi konflik yang agak panas, tak jarang orang tua lepas kontrol sehingga terjadi pemukulan secara fisik. Psikolog Klinis Remaja,...

Read More

Buah Hati Anda Grogi Sebelum Ujian di Sekolah?

Jika memiliki anak yang sedang bersekolah, tentu ujian jadi hal yang sangat penting bagi si anak. Nah, ujian ini sedikit banyak akan menimbulkan rasa cemas pada si kecil. Bahkan tak sedikit yang sampai stres dan ketakutan memikirkan ujian ini. Ujian menjadi hal yang sangat penting di jaman kompetisi seperti...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: