Cara Merespon Anak yang Sering Bertanya “Mengapa”

Rasa ingin tahu anak sangat besar, Ma. Mereka sering mengajukan pertanyaan, hampir semua hal dapat memancing rasa ingin tahu mereka. Mama tentu ingin anak menjadi penasaran, artinya anak adalah seorang pembelajar, pencari informasi tanpa henti.

Sangat bagus jika anak sering bertanya. Namun, di saat-saat tertentu, Mama mungkin merasa kewalahan untuk menjawab semua pertanyaan mereka. Biasanya mereka mengajukan pertanyaan hampir setiap saat, ketika Mama sedang fokus mengemudi, ketika sedang memasak, atau pun bersantai.

Bertanya “mengapa” adalah sesuatu yang dilakukan anak-anak ketika mereka penasaran, tetapi itu juga cara sederhana yang bisa mereka lakukan untuk memulai percakapan. Jadi bagaimana Mama terus mendorong keingintahuan anak tanpa kehilangan kesabaran mama karena rentetan pertanyaan mereka?

Berikut 6 cara jitu ketika anak terus bertanya “mengapa”.

  • Menjelaskan batasan dan waktu yang tepat untuk bertanya

Ketika anak mengajukan pertanyaan saat Mama sedang memasak, Mama bisa menanggapinya dengan mengatakan “ Nanti kita bahas waktu makan malam ya.”

Bukan berarti anak akan berhenti bertanya, namun Mama melakukan hal yang benar dengan memberitahu bahwa Mama sedang sibuk dan belum sempat menjawab.

Ketika dia mulai bertanya “mengapa,” Mama dapat mengingatkan dia tentang batas dan menawarkan cara lain untuk terlibat seperti membantu Mama memotong sayuran.

Pikirkan tentang batasan yang ingin Mama tetapkan dan jelaskan kepada anak pada waktu yang netral. Anda mungkin harus mengulanginya berkali-kali sampai anak benar-benar paham kapan waktu yang tepat untuk bertanya.

  • Merespon dengan “mengapa?”

Salah satu respon paling efektif untuk “mengapa?” sebenarnya dengan balik bertanya “mengapa?” Misalnya,

Anak: “Mengapa burung memakan buah beri?”

Mama: “Mengapa burung memakan buah beri?”

Anak: “Mungkin karena enak.”

Terkadang seorang anak bertanya “mengapa?” hanya karena mereka ingin berbicara tentang sesuatu, untuk mendiskusikan teori mereka sendiri. Anak tidak selalu membutuhkan jawaban langsung. Menanggapi dengan pertanyaan memberi anak kesempatan untuk mencoba menjelaskan dan membantu mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka.

  • Menuliskan pertanyaan dan menjawabnya kemudian

Jika Mama tidak mengetahui jawaban atau tidak memiliki waktu untuk menjelaskan, tuliskan pertanyaan mereka. Ketika Mama menuliskannya, anak menyadari bahwa menjawab pertanyaan itu penting bagi Mama. Namun setelah menulisnya, jangan lupa untuk memberi jawaban dan mendiskusikannya dengan anak ya, Ma.

  • Mengakui kalau Mama tidak mengetahui jawabannya

Jangan merasa Mama harus memiliki semua jawaban. “Mama tidak tahu” adalah respon yang bisa diterima.

Tunjukkan kepada anak cara mencari di buku, internet, atau tanyakan pada pakar untuk mendapat jawaban. Tunjukkan pada mereka cara menemukan buku tentang topik tertentu di perpustakaan.

Mama tidak harus melakukanya setiap saat, tetapi meneliti bersama dapat menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan kecintaan belajar.

  • Menanggapi dengan obrolan

Anak masih belajar keterampilan untuk bercakap-cakap dan rasa ingin tahu membantu mereka belajar. Ketika anak bertanya, “Mengapa sepedaku merah?”, mereka mungkin mengajak Mama untuk berbicara tentang sepeda mereka.

Jika anak mengajukan pertanyaan yang sepertinya bukan pertanyaan nyata, cobalah menafsirkannya sebagai permulaan percakapan. Tanggapi dengan berbicara tentang sepeda mereka secara umum, mungkin mengingat bagaimana mereka mengalami perjalanan yang menyenangkan akhir pekan lalu atau bagaimana ketika anak memilih sepeda pertamanya.

  • Menjelaskan kalau Mama sedang mengerjakan sesuatu dan akan membahasnya nanti

Mungkin tidak mudah bagi anak, namun ini mengajarkan kepada anak untuk bersabar dan belajar menerima keadaan. Anak tidak selalu mendapatkan keinginannya, mereka harus belajar menghargai kesibukan orangtua.

Mendapatkan rentetan pertanyaan memang tidak mudah, terutama jika Mama sedang sibuk. Namun, sebaiknya Mama mempertahankan rasa penasaran dan ingin tahu anak.

About Author

Related posts

Ketika Anak Perempuan Malu dengan Bentuk Tubuhnya

Sebuah survei menunjukkan, usia rata-rata di mana anak perempuan pertama kali sadar mengenai tubuhnya semakin muda yaitu pada umur 9-10 tahun. Di umur ini, anak perempuan mulai berbicara tentang fakta bahwa beberapa anak di kelasnya “memiliki perut” dan beberapa tidak. Dan walaupun kedengarannya masih muda untuk mengkhawatirkan soal perut...

Read More

Mom, Kenali Penyebab Sariawan pada Si Kecil !

Sariawan tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja karena penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak. Sariawan sendiri akan muncul di area lidah, bibir, atau di berbagai area bagian dalam mulut. Secara umum, area mulut yang terkena sariawan akan dikelilingi guratan merah dan menimbulkan rasa sakit. Anak-anak yang sariawan, umumnya...

Read More

Kapan Suara Si Jagoan Kecil Berubah?

Masa pubertas adalah masa penting dalam kehidupan seseorang karena di masa ini, seorang anak mengalami begitu banyak perubahan dalam hidupnya. Tak terkecuali perubahan fisik. Masa pubertas datangnya tak dapat diprediksi, baik itu pada anak lelaki maupun perempuan. Tetapi, sesungguhnya tanda-tandanya bisa terlihat. Pada anak lelaki, salah satunya adalah lewat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: