Cara Mudah Ajarkan Toleransi Pada Anak

Mengajari anak mengenai toleransi antar sesama dan menghargai perbedaan bisa dimulai dengan cara-cara sederhana dari rumah. Beberapa hal ini  dapat kita lakukan untuk memulai memgenalkan  anak untuk menghargai yang lain:

1. Tunjukkan Cinta

Tunjukkan kepada anak bahwa cinta kta tidak bersyarat. Sebagai orang tua kita harus menunjukkan rasa cinta dan hormat pada sesama, bahkan pada orang-orang yang berbeda dari kita. Tunjukkan rasa cinta juga pada diri sendiri (misalnya dengan tidak terus menerus berkomentar bahwa kita gendut, rambut keriting kita jelek sekali). Biarkan anak-anak melihat bahwa kita tidak menghakimi siapa pun.

2. Membangun Harga Diri Anak

Anak yang memandang positif dirinya cenderung memandang positif orang lain. Mereka tidak mudah merasa terancam jika orang lain berbeda dengannya. Anak yang bahagia, gembira, dan diperlakukan penuh hormat juga cenderung memperlakukan orang lain dengan hormat. Anak-anak yang merasa nyaman dengan dirinya juga lebih senang bereksplorasi dan tidak ragu berdebat dengan sehat.

3. Tidak Menilai Pihak Lain

 Kita hidup dalam dunia yang tidak sempurnya. Tidak ada  manusia yang sempurna. Siapa saja dari suku apa saja, dan dari agama apa pun bisa melakukan kesalahan. Jadi tahan diri untuk berkomentar menyangkut perbedaan (ras, suku, agama) dengan hal salah yang mereka lakukan. Dengan demikian anak pun belajar dari orang tua untuk selalu memaafkan dan menghargai perbedaan. 

4. Menghargai Tradisi Keluarga dan Belajar Tradisi Lain

Rayakan tradisi keluarga dengan gembira dan penuh hormat. Diskusikan arti tradisi itu bagi kita dan keluarga. Coba mengeksplorasi tradisi lain, hari raya lain, di luar kebiasaan keluarga. Ajak anak memperhatikan bagaimana tradisi dan hari raya yang berbeda memberi makna bagi pelakunya. Anak akan banyak belajar memahami perbedaan yang ada disekitarnya, memahami kebudayaan dan keberagaman, tentu dengan bimbingan dari kita sebagai orang tua.

5. Biarkan Anak Terpapar Keragaman

Ketika hendak memilih sekolah untuk anak, kegiatan usai sekolah, atau kegiatan selama liburan seperti holiday camp dll, pertimbangkan juga keragaman yang akan ia temui. Salah satu cara terbaik untuk membuat anak mau memahami orang lain adalah dengan mengalaminya sendiri. Pengalaman menjelajah dan berkenalan dengan ragam budaya dan masyarakat akan membuat anak bisa menghargai dan menghormati orang lain dan tetap bisa mengekspresikan pandangan, nilai-nilai, atau budaya. Ajari anak bahwa kita tak harus setuju atau mengadopsi perbedaan itu, tapi kita bisa selalu menghargai orang lain yang berpegang teguh pada nilai yang dianutnya.

6. Pilih Media untuk Anak

Tanpa kita sadari, media yang ditonton, dibaca, dan didengar anak juga turut serta memberi masukan mengenai stereotipe, kesetaraan, dan rasa hormat kepada sesama. Mama perlu jeli membaca pesan tersirat dari alur cerita, penokohan, dialog atau sudut pandang penceritaan dari media yang dinikmati anak. Meski demikian, dunia tidak mungkin steril dari semua hal yang berseberangan dengan nilai keluarga Anda. Sekali lagi, kebiasaan berdiskusi menjadi kuncinya.

Bila orang tua mendorong sikap toleran pada anak-anaknya, membicarakan nilai-nilai dalam keluarga dan mencontohkan perilaku serta ucapan yang menunjukkan bahwa kita menghargai semua orang, anak-anak akan mengikuti jejak kita.

About Author

Related posts

Umur Berapa Anak Boleh Puasa?

Puasa merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh atau sudah melewati masa puber. Namun, banyak keluarga yang sudah menerapkan puasa untuk anaknya dari usia dini, dari menerapkan puasa setengah hari sampai puasa satu hari penuh. Hal ini dilakukan untuk membiasakan anak berpuasa di bulan Ramadan sehingga nanti jika...

Read More

Oh Tidak, Orangtua Terlanjur Memukul Anak

Kerap terjadi konflik antara orang tua dengan anaknya yang sudah remaja. Alasannya bisa bermacam-macam, entah itu beda pendapat, anak membantah perintah orang tua, anak pulang malam, atau sebab-sebab lainnya. Dalam situasi konflik yang agak panas, tak jarang orang tua lepas kontrol sehingga terjadi pemukulan secara fisik. Psikolog Klinis Remaja,...

Read More

Buah Hati Anda Grogi Sebelum Ujian di Sekolah?

Jika memiliki anak yang sedang bersekolah, tentu ujian jadi hal yang sangat penting bagi si anak. Nah, ujian ini sedikit banyak akan menimbulkan rasa cemas pada si kecil. Bahkan tak sedikit yang sampai stres dan ketakutan memikirkan ujian ini. Ujian menjadi hal yang sangat penting di jaman kompetisi seperti...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: