Cara Terbaik Mengajarkan Anak Membaca

Membaca tidak hanya memperkaya wawasan dan pengetahuan, membaca juga mengasah imajinasi dan melatih berempati. Banyak penelitian melaporkan bahwa hobi membaca dapat membuat hidup kita jadi lebih bahagia. Nah, agar gemar membaca kebiasaan membaca bisa mulai ditanamkan sejak kecil. Bagaimana cara mengajarkan anak mulai belajar membaca?

1. Pastikan sudah mengenal huruf

Sebelum mulai mengajarkan anak membaca, pastikan dulu si kecil sudah akrab dengan bentuk-bentuk huruf alfabet A sampai Z dan tahu cara melafalkannya. Jika belum, mulailah dengan mengajarkan alfabet lewat lagu, video, atau mainan.

Setelah anak sudah fasih dengan nama huruf dan bentuknya, Anda bisa menanyakan nama huruf secara acak untuk menguji seberapa mantap ingatan anak soal alfabet.

2. Bangun rasa ingin tahu anak pada apa yang dibaca

Membantu anak belajar membaca akan sulit jika dipaksakan. Nah untuk menarik perhatian anak, Anda bisa mulai coba cara membaca keras-keras sembari mengekspresikan isi bacaan lewat mimik wajah.

Misalnya, Anda membaca dongeng tentang kelinci dan kura-kura yang ikut lomba lari. Anda bisa membaca dialog kura-kura yang sedang berlari dengan gerakan lambat dan raut wajah ngos-ngosan, dan tampilkan raut wajah bermalas-malasan buat dialog si kelinci. Buat bacaan dalam buku cerita selucu dan semenarik mungkin agar anak ingin terus bisa membaca.

3. Latih dengan 3 kata pendek dalam sehari

Ketika anak sudah menunjukkan minat yang tinggi untuk belajar membaca, mulailah latih dirinya dengan kata-kata sederhana yang akrab didengarnya sehari-hari. Awali tahap pertama dengan ejaan huruf  vokal di belakangnya. Misalnya seperti “I-B-U”, “M-A-U”, “S-U-K-A”, atau “M-A-M-A”.

Selanjutnya, lanjutkan dengan ejaan akhir huruf konsonan seperti “N-E-N-E-K” atau “M-A-K-A-N” atau “T-I-D-U-R”. Pastikan pelafalan huruf di lidah anak benar.

Terkahir, coba dengan pelafalan yang agak susah seperti akhiran “ng” dan yang ada selipan “ny”. Contohnya pakai kata “N-Y-A-N-Y-I” atau “U-A-N-G” atau “S-E-N-A-N-G”.

Setelah itu, Anda bisa coba kata dengan kata yang lebih sulit dengan huruf mati alfabet di tengah kalimat seperti “K-U-R-S-I” atau “T-R-U-K”.

5. Buat permainan

Memaksakan anak belajar membaca akan berakhir sia-sia. Maka, Anda bisa menyiasatinya dengan cara belajar sambil bermain. Beli atau buat sendiri kartu membaca sekreatif  mungkin untuk terus membangkitkan minat anak membaca.

Anda bisa membuatnya dengan kertas karton warna-warni yang dipotong sebesar pamflet A6 dan tempelkan gambar-gambar yang mewakili kata tersebut. Contoh, tempelkan gambar apel dan di bawah gambarnya Anda tulis ejaan “A-P-E-L”. Bantu anak belajar membaca keras-keras. Setidaknya anak harus belajar membaca sekali dalam sehari.

6. Dukung anak bercerita

Untuk menguji kemampuan anak belajar membaca, berikan anak 1 kalimat pendek yang ia harus baca keras-keras di depan Anda. Apabila ada ejaan yang salah, jangan langsung marah dan menyalahinya, tapi biarkan dulu anak selesai membaca sambil benahi pelan-pelan.

Buat sesi belajar membaca bagi anak terasa ringan dan santai, namun tetap pastikan ia harus sudah bisa lancar membaca sebelum masuk sekolah.

7. Sediakan banyak buku bacaan di rumah

Sementara anak terus belajar membaca, orangtua juga harus menyediakan “umpan” yang lebih banyak dan bervariasi agar ia tidak mudah bosan. Variasi buku bacaan juga dapat membantunya memperkaya kosa kata baru.

Sediakan buku-buku cerita di kamar atau di rumah tempat anak biasa bermain. Pilih buku bacaan yang kira-kira ceritanya anak sukai, mulai dari kartun atau dongeng klasik. Ini akan membangun rasa ingin tahu anak untuk terus belajar membaca dan menikmati isi cerita.

8. Mendampingi anak saat belajar membaca

Saat membacakan dongeng untuk anak, pangku dirinya dan letakkan jari Anda di bawah kata-kata bacaan untuk menunjukkan pada anak bahwa tiap kata memiliki sebuah arti. Gunakan suara-suara lucu dan suara-suara binatang saat mendongeng bersama anak. Ini akan membantu anak Anda bersemangat untuk melanjutkan ceritanya.

Saat bercerita sambil mengeja, usahakan anak Anda jangan fokus melihat gambar terus menerus. Minta ia sesekali mengeja kata demi kata sambil menyambungkan isi cerita. Tunjukkan kepada anak Anda bagaimana peristiwa dalam buku itu mirip dengan peristiwa dalam kehidupan anak sehari-hari, agar ia bersemangat dan antusias.

Jika anak Anda mengajukan pertanyaan, hentikan membaca sebentar untuk menjawabnya. Buku cerita dapat membantu anak mengekspresikan pikirannya dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Butuh kesabaran tingkat tinggi untuk mengajarkan anak membaca, tapi jangan pernah menyerah. Jangan pula merasa sedih atau marah kalau perkembangannya tampak lebih lambat daripada anak lain. Proses tumbuh kembang masing-masing anak tentu berbeda. Jangan pernah membandingkan kemampuan membaca anak Anda dengan yang lain. Bagaimanapun juga, anak Anda punya bakat dan kemampuan yang terbaik untuk dirinya sendiri.

About Author

Related posts

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Orangtua Wajib Pahami Kondisi Psikologis Anak (Bag I)

Perkembangan dan karakter setiap anak tentu berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan begitu saja. Seringkali anak memperlihatkan perilaku unik dan berbeda dari anak lain. Mungkin Mama sebagai orangtua seringkali merasakan kalau anak-anak di rumah lebih mudah menangis, tidak bisa diam, sering berbicara, terlalu aktif atau menggigit barang tertentu. Kondisi inilah...

Read More

Balita Paling Ogah Melakukan 7 Hal Ini

Saat sudah bisa bicara dan berpikir dengan logis, anak akan lebih menantang. Mereka sudah bisa menolak untuk melakukan sesuatu. Ada masanya dimana para balita selalu mengatakan tidak untuk semua hal. Tenang, itu hal wajar, Ma. Sudah jadi tugas orangtua untuk mengarahkannya agar tidak keluar jalur. Dari seluruh hal yang...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: