Frekuensi Nafas dan Gejala Pneumonia

Hati-hati dengan penyakit pneumonia pada anak Mom. Selama ini, banyak kasus kematian pada balita disebabkan penyakit ini. Penyakit mematikan setelah diare ini disebabkan oleh virus di negara maju dan bakteri di negara berkembang.

Pneumonia sendiri adalah penyakit radang paru yang bersifat akut. Prof. dr. Cissy B, Kartasasmita SpA(K) dokter spesialis respirasi  anak dari FK Unpad/RS Hasan Sadikin Bandung, mengatakan bahwa penyakit ini disebabkan mikro organisme seperti bakteri, virus, serta jamur. Akibat infeksi ini, tidak jarang pasien mengalami kerusakan pada jaringan paru. Kalau sudah begitu, maka kebutuhan oksigen pun akan terganggu. Kekurangan oksigen adalah salah satu penyebab kematian pada anak.

Pneumonia dapat dicegah dengan menghilangkan faktor risiko pneumonia seperti Malnutrisi, imunisasi tidak lengkap, defisiensi vitamin A, kepadatan lingkungan, polusi udara, cuaca dingin. “ASI ekslusif sangat baik bagi daya tahan tubuh anak. Ibu yang tidak memberikan imunisasi secara lengkap pada anak karena ada anggapan imunisasi tidak perlu bagi anak, serta polusi udara dari asap rokok, asap pabrik, dan polusi lingkungan, berat badan lebih rendah adalah penyebab risiko pneumonia. ” ujar Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita.

Sebaiknya, cuci tangan terlebih dahulu ketika Mom ingin memegang anak. Ini agar bakteri tidak berpindah ke tubuh anak. Anak gelisah, frekuensi napas lebih cepat dari biasanya, tampak tarikan dinding dada bagian bawah, serta bibir tampak kebiruan tidak jarang menjadi tanda atau gejala anak terkena penyakit pneumonia. “Gejala kejang, tidak bisa minum disertai muntah merupakan tanda pneumonia. Si anak harus langsung ditangani oleh dokter karena gejala itu merupakan gejala dari Pneumonia yang sudah parah,” tambahnya

Prif. dr. Cissy menambahkan jika deteksi dini penyakit ini bisa dilakukan dengan menghitung nafas si anak. Napas cepat ini disebut tachypjea. Untuk batasan frekuensi napas umur kurang dari dua bulan adalah 60 frekuensi napas, untuk anak usia 2 sampai 12 bulan adalah 50 frekuensi napas, sedangkan umur untuk anak usia 1 sampai 5 tahun adalah 40 frekuensi napas.

Well Mom, jika menemukan gejala-gejala anak mengalami pneumonia, pastikan untuk segera membawanya ke dokter atau klinik terdekat. Pastikan untuk senantiasa memantau kesehatan anak dan menjamin kesehatan serta tumbuh kembangnya.

About Author

Related posts

Ketika Anak Perempuan Malu dengan Bentuk Tubuhnya

Sebuah survei menunjukkan, usia rata-rata di mana anak perempuan pertama kali sadar mengenai tubuhnya semakin muda yaitu pada umur 9-10 tahun. Di umur ini, anak perempuan mulai berbicara tentang fakta bahwa beberapa anak di kelasnya “memiliki perut” dan beberapa tidak. Dan walaupun kedengarannya masih muda untuk mengkhawatirkan soal perut...

Read More

Mom, Kenali Penyebab Sariawan pada Si Kecil !

Sariawan tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja karena penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak. Sariawan sendiri akan muncul di area lidah, bibir, atau di berbagai area bagian dalam mulut. Secara umum, area mulut yang terkena sariawan akan dikelilingi guratan merah dan menimbulkan rasa sakit. Anak-anak yang sariawan, umumnya...

Read More

Kapan Suara Si Jagoan Kecil Berubah?

Masa pubertas adalah masa penting dalam kehidupan seseorang karena di masa ini, seorang anak mengalami begitu banyak perubahan dalam hidupnya. Tak terkecuali perubahan fisik. Masa pubertas datangnya tak dapat diprediksi, baik itu pada anak lelaki maupun perempuan. Tetapi, sesungguhnya tanda-tandanya bisa terlihat. Pada anak lelaki, salah satunya adalah lewat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: