Memergoki anak mencuri sesuatu pasti membuat Anda kaget bukan main. Namun sebelum meluapkan kemarahan terhadap tindakannya tersebut, Anda perlu tahu penyebabnya lebih dahulu. Barulah setelahnya Anda bisa menentukan langkah selanjutnya supaya si kecil tidak mengulangi perbuatan buruk ini. Sebenarnya, hal apa saja yang mendorong anak melakukan pencurian?

Anak yang melakukan pencurian memang harus dihadapi dengan tegas. Namun, bukan berarti Anda langsung memarahinya. Untuk menghindari ini, coba tenangkan diri Anda lebih dulu. Kemudian, tanyakan baik-baik pada si kecil kenapa ia mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Dilansir dari laman Kids Health, ada beberapa alasan kenapa anak-anak melakukan pencurian, seperti:

1. Belum mengerti konsep uang atau harta

Anda tentu paham proses jual beli, bukan? Anda perlu memberikan uang untuk mendapatkan sesuatu yang Anda butuhkan. Nah, kebanyakan anak-anak belum paham dengan konsep ekonomi ini. Itulah sebabnya mereka bisa saja mengambil sesuatu yang mereka sukai tanpa meminta izin lebih dulu pada pemiliknya atau tidak membayarnya.

2. Belum bisa mengendalikan diri dengan baik

Keinginan anak untuk memiliki sesuatu tapi tidak terpenuhi bisa membuat mereka melakukan pencurian. Kenapa begitu? Tidak seperti orang dewasa, anak-anak cenderung belum dapat mengendalikan dirinya dengan baik.

Hal ini sering kali membuat mereka melakukan suatu hal tanpa memikirkan risikonya, seperti merugikan orang lain dan mendapat hukuman.

3. Mudah terpengaruh

Faktor lainnya yang dapat mendorong anak mencuri adalah pengaruh teman-temannya yang tidak baik. Mungkin saja teman-teman anak Anda memang suka mencuri, menunjukkan bahwa dirinya hebat di mata teman-temannya dengan cara yang salah, atau menuruti suruhan temannya untuk mencuri.

4. Memiliki kondisi medis tertentu

Tindakan pencurian yang anak lakukan bisa terjadi karena adanya masalah kesehatan seperti kleptomania. Masalah kejiwaan ini menimbulkan perasaan cemas jika tidak mencuri dan perasan lega setelah dilakukan.

Pada kebanyakan kasus kleptomania, barang-barang yang dicuri tidak penting dan memiliki nilai jual yang tidak besar. Ini berbeda dengan pencurian yang dilakukan perampok, pencopet, atau penjambret.

Jika Anda memergoki anak mencuri lebih dari sekali dan barang curiannya bukanlah benda yang penting, Anda patut mencurigai hal ini. Konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan kleptomania yang tepat.

About Author

Related posts

Cara Menghadapi Buah Hati Setelah Orang Tua Berpisah

Tidak ada yang mau mengalami perpisahan, tapi dalam hubungan rumah tangga hal ini mungkin saja terjadi. Ketika masalah perceraian tak bisa dihindari, anak-anak yang akan menjadi korbannya. Sayangnya, tidak semua orangtua peka terhadap hal ini, hingga akhirnya memengaruhi si kecil. Ya, ada cara tersendiri yang mesti dilakukan oleh orangtua...

Read More

Langkah Efektif Mendidik Remaja

Mendidik anak menjadi pribadi yang berakhlak mulia bukanlah hal yang mudah, sebab diperlukan pengetahuan, cara yang tepat serta proses panjang untuk mendidik anak sesuai dengan karakternya, khususnya saat anak sudah remaja. Rentang Waktu Usia Remaja Fase remaja dimulai sejak usia balig. Laki-laki umumnya terjadi saat memasuki usia 13—22 tahun,...

Read More

10 Teknik Agar Anak Berjiwa Wirausaha

Kadang Orang tua lupa bahwa ketika si anak sudah besar nanti ia harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan mencari uang sendiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak mencari uang yang halal, misalnya berniaga. Sehingga, ilmu bisnis pun akan memberikan jejak positif bagi anak saat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: