Banyak hasil riset mengatakan, saat ini kian banyak generasi muda, termasuk remaja usia SMP yang mengalami kesulitan emosional, seperti gelisah, tegang, marah dan kecewa. Beberapa penyebabnya antara lain tuntutan pelajaran yang berat, seperti mengerjakan tugas dan PR yang bertumpuk.

Penyebab lain bisa berupa tuntutan gaya hidup, konflik dengan teman, atau bahkan tak menutup kemungkinan terkait hubungan dengan lawan jenis. Usia SMP diketahui usia saat anak remaja mulai mengenal hubungan dengan lawan jenis.

Orang tua perlu membekali anak remajanya dengan kemampuan mengendalikan dan mengolah emosi agar kelak ia tumbuh menjadi pribadi yang, secara emosional, sehat dan mandiri. Kemandirian emosi ini tampak dalam kemampuannya untuk mengendalikan diri,mengatasi stres, dan mengungkapkan segala bentuk perasaan tanpa kekerasan.

Salah satu cara orang tua mengajarkan anak remaja mengelola stress  dan  menjaga keseimbangan hidupnya dengan berolahraga. Hal ini akan sangat membantu dia mengatasi kejenuhan atau kebosanan akan tugas-tugas sekolahnya.

Cara lain, dorong dia untuk mengembangkan hobi atau kegemarannya. Hobi akan membantunya keluar dari rutinitas yang monoton.

Perkenalkan anak pada kebiasaan menulis buku harian, agar ia dapat menumpahkan perasaan atau kesulitannya dengan bebas.

Yang paling penting, bimbing anak agar tekun beribadah.

About Author

Related posts

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Orangtua Wajib Pahami Kondisi Psikologis Anak (Bag I)

Perkembangan dan karakter setiap anak tentu berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan begitu saja. Seringkali anak memperlihatkan perilaku unik dan berbeda dari anak lain. Mungkin Mama sebagai orangtua seringkali merasakan kalau anak-anak di rumah lebih mudah menangis, tidak bisa diam, sering berbicara, terlalu aktif atau menggigit barang tertentu. Kondisi inilah...

Read More

Balita Paling Ogah Melakukan 7 Hal Ini

Saat sudah bisa bicara dan berpikir dengan logis, anak akan lebih menantang. Mereka sudah bisa menolak untuk melakukan sesuatu. Ada masanya dimana para balita selalu mengatakan tidak untuk semua hal. Tenang, itu hal wajar, Ma. Sudah jadi tugas orangtua untuk mengarahkannya agar tidak keluar jalur. Dari seluruh hal yang...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: