Jangan Sembarang Share Foto Anak Sekolah!

Tentunya, pengalaman hari pertama sekolah ini menjadi momen yang dinanti-nanti oleh seluruh keluarga, tak hanya bagi sang anak. Dulu pada tahun 2016 kampanye Hari Pertama Sekolah didengungkan kencang oleh pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahkan, secara resmi menteri pendidikan, Anies Baswedan, menghimbau para orang tua dan pihak-pihak yang terkait untuk menjadikan hari ini sebagai momen penting mengantar anak di hari pertamanya masuk sekolah.

Kemeriahan yang sangat layak diacungi jempol. Di Jepang, para orang tua memperingati hari pertama masuk sekolah dengan mengabadikan foto anak-anaknya di pagi hari mengenakan seragam baru, sebelum mengantarkannya ke sekolah. Bagi para orangtua, hal ini sebagai momentum membanggakan sekaligus mendebarkan bagi anak-anak. Ujung tombak anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah, teman-teman dan para pengajarnya.

Euforia hari pertama sekolah ini tak hanya dirasakan orang tua, guru dan anak-anak. Bagai perayaan hari penting lainnya di Indonesia, tahun ini banyak diadakan lomba foto hari pertama sekolah yang diadakan brand-brand atau instansi-instansi. Teknis lomba-lomba foto hari pertama sekolah ini mudah saja. Orang tua hanya perlu mengupload foto mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama ini, di social media. Ada beragam hadiah yang ditawarkan. Sungguh menggoda.

Namun, jangan gegabah dengan lomba-lomba foto hari pertama sekolah ini. Mengupload foto anak di hari pertama sekolah, tidak sesimpel kelihatannya. Dengan membagikan foto anak di hari pertama sekolahnya di social media, entah untuk tujuan ikut lomba atau membagikan milestone-nya ke followers Anda, kita seakan membuka pintu gerbang ancaman keamanan anak-anak dan keluarga Anda.

Nama anak, figurnya dan sekolahnya merupakan identitas yang krusial menjadi data empuk orang-orang yang berniat jahat untuk disalahgunakan. Dengan menuliskan secara jelas nama anak, kelas, nama sekolah, lengkap dengan foto wajahnya, kita membuka celah yang begitu besar pada penculik atau predator online memanfaatkan informasi tersebut untuk kepentingan kriminal.

Mungkin terkesan ketakutan yang berlebihan, tetapi orang tua justru tanpa sadar membuka pintu gerbang privacy keluarga kepada pelaku kriminal itu sendiri. Dengan data yang sangat mudah dikeruk dari sebuah foto dan caption di social media, anak seakan menghadapi bahaya perampokan, penculikan, pencurian identitas, predator anak ataupun bullying dari ketidaktahuan orangtuanya sendiri.

Lantas, apakah kita tidak boleh berbahagia akan kemeriahan hari pertama sekolah ini? Kemdikbud, melalui akun Twitternya, membagikan infografis penting seputar membagikan foto anak di hari pertama sekolah yang perlu diketahui seluruh pihak terkait.

Social media, layaknya pedang bermata dua bagi para penggunanya. Alih-alih berbagi momen membahagiakan, bagi mereka yang tak mengetahui bahayanya, justru menjadi ancaman membahayakan.

Mengutip apa yang dikatakan Kemdikbud, “Antar dengan bangga, lepas dengan doa” dan jangan lupa, jangan mengunggah yang mengundang bahaya. Selamat ber-Hari Pertama Sekolah.

About Author

Related posts

5 Penyebab Karies Gigi pada Anak

Kesehatan gigi pada anak termasuk salah satu yang sering dijaga dengan baik. Tak jarang orangtua selalu mengingatkan anaknya untuk selalu membersihkan gigi karena kesehatan gigi dan mulut begitu penting. Karies gigi menjadi permasalahan yang mudah dialami oleh anak kecil karena telah lalai menjaga kebersihan gigi. Karies gigi adalah salah...

Read More

Perkembangan Fisik Anak Usia 3 Tahun

Di usia 3 tahun, umumnya anak telah memiliki satu set gigi susu yang lengkap. Yang terakhir muncul biasanya adalah gigi geraham yang tumbuh antara usia 23 hingga 33 bulan. Gigi susu ini tidak akan tanggal hingga minimal usia 5 tahun sampai nantinya anak berusia 7 tahun. Untuk itu, sangat...

Read More

Si Kecil Juga Butuh Me Time

Menjadi orangtua, pastinya akan membuat Mama ingin selalu berdekatan dengan anak, bukan? Tak hanya selalu ingin dekat dengannya, Mama juga ingin selalu ada bersamanya saat senang maupun susah. Tidak apa kok Ma, memang seperti itulah naluri seorang Mama pada anaknya. Namun jangan terlalu sering bersikap demikian pada si Kecil...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: