Kamar Anak Remaja Anda Berantakan?

Orang tua kerap pusing dan marah-marah bila melihat kamar anaknya yang sudah remaja selalu berantakan. Tak jarang ibu atau ayahnya turun tangan merapikan. Namun, tak sampai sehari, kembali berantakan. Daripada terus pusing mikiran berantakannya kamar anak, cobalah percayai hasil riset yang dilakukan psikolog Kathlen Vohs dari Unversity of Minnesota, Amerika Serikat.

Vohs dan rekan-rekannya ingin meneliti, apakah bekerja di tengah ruangan yang berantakan menimbulkan dampak positif terhadap performa kerja seseorang. Mereka pun merancang tahapan eksperimen untuk memeriksa efek suasana lingkungan dengan perilaku manusia.

Penelitian melibatkan sekelompok mahasiswa yang dibagi menjadi dua grup. Grup pertama masuk ke dalam ruangan yang tertata rapi, sementara grup kedua di tempat yang berantakan. Semua responden kemudian diminta memikirkan cara baru dan kreatif menggunakan bola ping-pong.

Grup yang berada di ruangan rapi dan berantakan sama-sama menyumbangkan banyak ide baru, namun ternyata kelompok kedua jauh lebih kreatif. Responden dari grup di ruangan yang berantakan menyarankan untuk menjadikan bola ping-pong sebagai pencetak es batu atau bantalan pada kaki-kaki kursi agar tidak terjadi gesekan yang membuat lantai lecet ketika kursi digerakkan. Sementara responden di kelompok pertama menjadikannya untuk memainkan beer pong, dimana bola ping pong memang biasa digunakan untuk permainan ini.

“Berada di ruangan dengan suasana yang berantakan memicu kreativitas seseorang, dan itu poin yang cukup diperhatikan dalam sebuah organisasi,” ujar Vohs seperti dikutip dari Health Me Up.

Dalam eksperimen lain pada dua kelompok yang sama, partisipan dipersilakan duduk di dua meja yang berbeda. Meja yang satu bersih tanpa barang-barang, sementara meja lainnya dipenuhi benda dan tidak tertata rapi. Mereka kemudian diminta melihat dua versi menu restoran.

Versi pertama berisi menu-menu klasik dengan label ‘classic’ dan versi kedua menu fusion dengan label ‘new’. Hasilnya, orang cenderung memilih menu versi ‘new’ ketika berada di meja berantakan ketimbang rapi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science ini juga menunjukkan bahwa orang yang kamar atau lemarinya berantakan cenderung suka dengan tantangan baru.

Sekedar catatan, Perlu dibedakan antara kamar  yang berantakan dengan yang kotor. Kamar berantakan ketika barang-barangnya tidak terorganisir dengan baik, atau ditempatkan asal-asalan. Sementara kamar kotor tidak hanya berantakan, tapi juga banyak debu serta sampah berserakan.

Menurut Vohs, orang yang kamarnya sangat tertata rapi memang tidak sekreatif penghuni kamar berantakan, namun mereka memiliki kelebihan tersendiri. Disebutkan dalam hasil penelitian bahwa pemilik kamar rapi adalah orang yang lebih dermawan dan cenderung punya kebiasaan makan sehat.

Jadi, bila kamar anak remaja anda berantakan, ada kemungkinan anak remaja anda kreatif. Tapi sekali lagi, harus dibedakan antara berantakan karena kreatif dengan berantakan dan kotor, yakni sampah dimana-mana, bekas makanan ngga dibuang, dan sebagainya.

About Author

Related posts

Ajak Anak Berenang Saat Puasa? Ada Aturannya

Mengajari anak berpuasa harus dibarengi dengan perubahan kebiasaan sehari-hari. Enggak cuma sebatas mengubah jadwal makan dan tidur, namun ada beberapa kebiasaan lain yang juga harus di tahan saat puasa Ramadhan. Selain itu, Bunda juga harus pintar mencari kegiatan untuk si kecil agar enggak mudah bosan menunggu waktu berbuka puasa....

Read More

Manfaat Membiarkan Anak Bermain Sendirian

Anda memang perlu mengawasi setiap gerak-gerik anak saat ia beraktivitas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menempel lengket setiap detik di samping anak ketika ia bermain. Banyak pakar kesehatan yang menyarankan orangtua untuk membiasakan anak-anak mereka bermain sendirian, tanpa dampingan orangtua, karena akan...

Read More

Konsumsi Gula Mempengaruhi Otak Anak

Siapa sih yang tak suka gula? Terlebih anak-anak, biasanya hobi banget kan, Bun, mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Tapi, sebagai orang tua kita perlu tahu bahwa konsumsi gula punya pengaruh pada otak anak. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kadar gula yang tinggi bisa berefek negatif pada otak anak, mulai dari...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: