Kebiasaan Sehat yang Harus Diajarkan pada Anak

Setiap orangtua pasti ingin selalu melihat anaknya sehat dan terhindar dari penyakit. Meskipun banyak virus dan bakteri yang dengan mudah menyebar lewat udara, tapi beberapa kebiasaan ini mungkin dapat mengurangi kemungkinan si Kecil terkena penyakit, terutama penyakit yang umum terjadi apabila tidak memerhatikan kebersihan seperti diare atau sakit gigi.

Untuk mencegah beberapa penyakit terjadi, Mama perlu mengajarkan 10 hal ini sedari dini supaya si Kecil menjadi terbiasa dan terus mengikuti kebiasaan baik ini hingga dewasa.

  1. Sarapan

Sarapan sangat penting untuk mengawali hari si Kecil, dan memberinya tenaga dalam menghadapi hari. Dengan membiasakan sarapan, si Kecil juga terhindar dari jajan makan-makanan yang kurang bergizi. Usahakan si Kecil juga selalu makan tepat waktu atau memiliki waktu makan tersendiri.

Diharapkan dengan jadwal makan yang teratur, perutnya menjadi terbiasa dan akan lapar pada waktunya sehingga mengurangi kemungkinan susah makan.

  • Mencuci tangan sebelum makan

Ajarkan juga kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, terutama jika si Kecil habis beraktivitas. Beritahu jika banyak kuman yang ada di tangan dan akan memberi banyak penyakit jika mereka tidak mencuci tangan.

Usahakan supaya anak mama mencuci tangan kurang lebih 20 detik, menggunakan sabun, dan ajarkan cara tepat mencuci tangan bukan hanya sekedar membasahi tangan saja.

  • Membuang sampah pada tempatnya

Si Kecil harus diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya, supaya kebiasaan sehat ini dapat terus melekat meski ia ada di luar rumah sekalipun dan dapat terus menjaga kebersihan serta keasrian lingkungan.

  • Menggosok gigi sebelum tidur

Menggosok gigi sebelum tidur penting sekali, bahkan harus dilakukan mulai dari si Kecil masih bayi. Dengan menerapkan kebiasaan sehat menggosok gigi sebelum tidur, anak akan terhindar dari bakteri dan kuman penyebab perusak gigi.

Selain itu, memperkenalkan si Kecil kepada dokter gigi sejak dini juga penting. Supaya si Kecil tidak takut ke dokter gigi, dan tidak akan sulit diperiksa giginya. Jangan bawa anak Mama ke dokter gigi hanya ketika giginya rusak, atau si Kecil akan merasa trauma untuk datang dan sulit saat akan melakukan pemeriksaan.

  • Ajarkan anak mandi sendiri sejak usia 3 tahun

Mandi adalah hal wajib. Biasakan mandi 2  untuk menghindari dari biang keringat, dan kuman-kuman serta bakteri penyebab penyakit.

Namun jangan mandi terlalu sering juga, karena dapat menyebabkan kulit si Kecil menjadi kering. Saat usia 1 tahun, Mama harus membiasakan pada anak untuk mandi secara tuntas. Dari mulai menyabuni mereka sampai membilas hingga busa sabun hilang.

Lalu, saat usia 3 tahun Mama bisa mulai meminta anak untuk mandi sendiri, tapi Mama harus tetap mengawasinya ya. Jika ada beberapa step saat mandi terlewati, Mama bisa mengingatkan atau mungkin membantunya.

  • Toilet training

Ajarkan si Kecil untuk menggunakan toilet sedari kecil. Umur yang paling tepat untuk melakukan toilet training adalah umur 1 tahun, ketika tubuh si Kecil sudah mulai stabil, dan sudah dapat duduk sendiri.

Mulailah dengan membiasakan si Kecil untuk buang air misalnya setiap pagi, supaya pencernaan si Kecil dapat lebih lancar. Beli dudukan toilet yang dapat digunakan si Kecil, supaya dia lebih nyaman saat duduk.

Ajarkan juga cara membersihkan bagian intim dengan tepat. Terutama untuk anak perempuan harus membersihkan dari bagian depan ke belakang, jangan sebaliknya.

  • Membatasi penggunaan gadget dan menonton televise

Penggunaan gadget dan televisi perlu dibatasi, selain karna sinar radiasi yang kurang baik untuk mata si Kecil, dengan membatasi penggunaan gadget dan menonton televisi, si Kecil dapat lebih banyak di stimulasi dengan mainan atau kegiatan bermain lainnya.

Hal ini diperlukan komitmen, kesabaran, serta ketekunan dari Mama untuk menemani si Kecil bermain. Akan lebih baik lagi jika si Kecil juga dapat bermain di luar rumah, berkenalan dengan teman sebaya, atau sekedar berjalan-jalan di taman.

  • Berolahraga sejak kecil

Mengenalkan olahraga baik dilakukan sejak kecil. Sedari bayi saja, kalau bisa Mama sudah mulai melakukan gerakan senam sederhana.

Setelah semakin besar, si Kecil bisa diajak bermain sepeda, berenang, yoga, atau sekadar melakukan permainan fisik di taman seperti monkey bar climbing dan tangkap bola. Selain bisa melatih motorik kasar pada anak, berolahraga juga dapat membantu anak menjadi lebih sehat.

  • Tidur siang

Pada usia golden age, pasti si Kecil sedang aktif-aktifnya ingin melakukan kegiatan ini dan itu.

Di sela-sela kegiatan serta keaktifannya, si Kecil tetap harus beristirahat yang cukup supaya tetap fit, mood-nya terjaga, dan memiliki cukup energi untuk beraktivitas keesokan harinya.

Namun jangan biasakan tidur siang terlalu lama, atau di malam hari si Kecil akan kesulitan untuk tidur dan akan merusak waktu istirahatnya.

Bagi anak balita umur 1-5 tahun, cukup tidur selama 1 jam atau paling lama 2 jam di siang hari hanya untuk me-recharge tenaganya kembali.

  1. Penggunaan alat-alat keamanan

Cara penggunaan seat belt di mobil, menggunakan helm saat bermain sepeda atau roller blade, atau kacamata renang saat berenang.

Dengan mengenalkan alat-alat ini tentu akan membawa kebiasaan baik hingga nanti si Kecil dewasa. Nggak sulit kan mengenalkan si Kecil dengan kebiasaan baik sedari dini.

About Author

Related posts

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Orangtua Wajib Pahami Kondisi Psikologis Anak (Bag I)

Perkembangan dan karakter setiap anak tentu berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan begitu saja. Seringkali anak memperlihatkan perilaku unik dan berbeda dari anak lain. Mungkin Mama sebagai orangtua seringkali merasakan kalau anak-anak di rumah lebih mudah menangis, tidak bisa diam, sering berbicara, terlalu aktif atau menggigit barang tertentu. Kondisi inilah...

Read More

Balita Paling Ogah Melakukan 7 Hal Ini

Saat sudah bisa bicara dan berpikir dengan logis, anak akan lebih menantang. Mereka sudah bisa menolak untuk melakukan sesuatu. Ada masanya dimana para balita selalu mengatakan tidak untuk semua hal. Tenang, itu hal wajar, Ma. Sudah jadi tugas orangtua untuk mengarahkannya agar tidak keluar jalur. Dari seluruh hal yang...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: