Dengan alasan sebagai bentuk kasih sayang dan tanggungjawab, banyak orang tua yang terlalu melindungi anak-anaknya, terutama saat si anak masih berusia dibawah 10 tahun. Itulah yang disebut gaya pengasuhan posesif.

Tahukah Anda, sejumlah penelitian menemukan, bahwa gaya pengasuhan posesif tersebut dapat membuat anak mudah sakit dan bodoh.

Dalam buku How to Raise an Adult: Break Free of the Overparenting Trap and Prepare Your Kid for Success, Stanford Dean dan Julie Lythcott-Haims menyebutkan, bagaimana anak yang kurang mendapat kebebasan dan terlalu dilindungi, banyak larangan dari  orangtuanya lebih sering menjadi korban bully di sekolah ataupun lingkungannya.

Penelitian lain yang dilakukan profesor di bidang ilmu pendidikan usia dini dari Queen Maud University College di Trondheim, Norwegia, Ellen Sandseter, mengatakan, anak-anak yang memiliki orang tua serba melarang cenderung mengembangkan masalah kesehatan jiwa.

Dalam penelitian yang dimuat di laman Yourtango itu dikatakan, anak-anak yang terlalu mendapat pengawasan orang tua sebelum usia sembilan tahun cenderung memiliki kecemasan dan pembuat onar saat dewasa. Demikian juga anak-anak yang jatuh dan luka pada usia 5-9 tahun, bisa takut ketinggian hingga dewasa.

“Ini kemunduran bagi anak-anak, mereka akan sulit percaya diri nantinya,” katanya.

Dampak yang sama juga dari sisi kesehatan. Orang tua yang terlalu berlebihan menjaga anaknya dari hal-hal yang kotor juga akan memperoleh hal yang sebaliknya. Data jurnal Alergi dan Imunologi di Amerika mencatat, anak-anak yang tinggal di rumah yang terlalu bersih justru lebih mudah alergi dan asma.

“Orangtua mungkin berpikir anaknya harus sehat sehingga mereka terlalu overprotective      menjaga  mereka dari paparan kotoran, debu, jamur, tanaman dan hewan. Tapi nyatanya, kotoran adalah bagian dari pengembangan sistem kekebalan tubuh anak. Ketika Anda menciptakan lingkungan yang steril untuk anak-anak, maka Anda menginginkan anak menjadi lebih mudah sakit,” jelasnya .

About Author

Related posts

Ketika Anak Perempuan Malu dengan Bentuk Tubuhnya

Sebuah survei menunjukkan, usia rata-rata di mana anak perempuan pertama kali sadar mengenai tubuhnya semakin muda yaitu pada umur 9-10 tahun. Di umur ini, anak perempuan mulai berbicara tentang fakta bahwa beberapa anak di kelasnya “memiliki perut” dan beberapa tidak. Dan walaupun kedengarannya masih muda untuk mengkhawatirkan soal perut...

Read More

Mom, Kenali Penyebab Sariawan pada Si Kecil !

Sariawan tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja karena penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak. Sariawan sendiri akan muncul di area lidah, bibir, atau di berbagai area bagian dalam mulut. Secara umum, area mulut yang terkena sariawan akan dikelilingi guratan merah dan menimbulkan rasa sakit. Anak-anak yang sariawan, umumnya...

Read More

Kapan Suara Si Jagoan Kecil Berubah?

Masa pubertas adalah masa penting dalam kehidupan seseorang karena di masa ini, seorang anak mengalami begitu banyak perubahan dalam hidupnya. Tak terkecuali perubahan fisik. Masa pubertas datangnya tak dapat diprediksi, baik itu pada anak lelaki maupun perempuan. Tetapi, sesungguhnya tanda-tandanya bisa terlihat. Pada anak lelaki, salah satunya adalah lewat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: