Menggigit, mencubit, memukul dan menendang temannya selalu dilakukan secara tiba–tiba oleh seorang anak bernama Akbar. Akbar memang suka marah tanpa alasan. Hal ini mengakibatkan Akbar ditakuti teman–temannya dan cenderung dikucilkan.

Setiap hari Akbar selalu dimarahi oleh ibunya. Dia dibentak, dipukul dan diperlakukan secara kasar. Ayahnya yang selalu melindunginya jarang bersama Akbar, karena ia bekerja di luar kota. Akbar beranggapan tidak ada yang peduli dengannya, terlebih ibunya yang selalu berbuat kasar padanya. Kejadian– kejadian yang dialaminya setiap hari tersimpan di hati Akbar.

Perasaan tertekan dan terluka yang diakibatkan oleh ibunya memicu Akbar cenderung meniru kekerasan yang dilakukan oleh ibunya. Ditambah lagi Akbar gemar menonton televisi yang cenderung menampilkan model-model kekerasan. Inikah yang menjadi penyebab perilaku agresi?

Perilaku agresi akibat kemarahan anak yang disebabkan rasa frustrasi. Ketika orang dewasa mengalami frustrasi, ia akan mencari teman sejawat atau keluarga untuk mencurahkan hatinya.

Akan tetapi anak usia dini seperti Akbar belum bisa melakukan hal seperti itu, sehingga ia melampiaskan kemarahannya  dengan melakukan tindakan agresi. Selain itu dengan tingkah laku agresi, Akbar juga mendapatkan kesenangan. Akan tetapi perilaku agresi juga dapat disebabkan adanya faktor kelebihan energi dalam diri anak.

Agresivitas merupakan bentuk tingkah laku menyerang baik secara fisik maupun verbal. Agresivitas pada anak usia dini yang tidak ditangani dengan benar, akan mengakibatkan perlakuan anti sosial yang akan menetap dan menimbulkan masalah baru dalam diri anak di masa perkembangan selanjutnya, seperti kenakalan remaja, putus sekolah, dan perilaku–perilaku negatif lainnya.

Mengingat pentingnya menangani agresivitas sejak dini, maka sebaiknya orang tua dan pendidik melakukan hal–hal sebagai berikut:

Pertama, menjalin komunikasi yang baik dengan anak, yang akan membantu anak untuk mengembangkan kepercayaan dirinya, harga dirinya dan hubungan–hubungan yang baik dengan orang lain.

Komunikasi yang membuat hidup bersama anak-anak menjadi lebih indah, yang membuat mereka berkembang menjadi pribadi yang memiliki perasaan yang baik atas dirinya sendiri dan juga kepada orang lain .

Kedua, memberikan kesempatan pada anak dalam pembelajaran kerjasama, karena hal itu akan melatih anak tentang keterampilan sosial. Pembelajaran kerjasama dapat dilakukan dengan berbagai macam permainan sosial, seperti permainan estafet air, mencari pasangan puzzle dan lain sebagainya.

Ketiga, memberikan hadiah (reward) untuk perlakuan positif seperti ketika anak tidak lagi memukul temannya, maka anak diberi cap bintang pada tangannya dan hukuman (punishment) pada perlakuan negatif, seperti anak kembali memukul temannya. Maka hukumannya, anak tidak mendapatkan cap bintang di tangannya.

Keempat, menciptakan lingkungan yang nyaman dan dapat memberikan keleluasaan pada anak untuk beraktivitas selama proses pembelajaran, seperti penerapan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif , Efektif dan Menyenangkan).

Jadi, sebelum terjadi banyak korban dari tindakan agresivitas,  sebaiknya para orang tua dan pendidik, segera menangani ketika tindakan agresi terlihat pada diri anak, baik di rumah ataupun di sekolah. Hal itupun tidak lepas dari kerjasama antara orang tua dan pendidik.

About Author

Related posts

Umur Berapa Anak Boleh Puasa?

Puasa merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh atau sudah melewati masa puber. Namun, banyak keluarga yang sudah menerapkan puasa untuk anaknya dari usia dini, dari menerapkan puasa setengah hari sampai puasa satu hari penuh. Hal ini dilakukan untuk membiasakan anak berpuasa di bulan Ramadan sehingga nanti jika...

Read More

Oh Tidak, Orangtua Terlanjur Memukul Anak

Kerap terjadi konflik antara orang tua dengan anaknya yang sudah remaja. Alasannya bisa bermacam-macam, entah itu beda pendapat, anak membantah perintah orang tua, anak pulang malam, atau sebab-sebab lainnya. Dalam situasi konflik yang agak panas, tak jarang orang tua lepas kontrol sehingga terjadi pemukulan secara fisik. Psikolog Klinis Remaja,...

Read More

Buah Hati Anda Grogi Sebelum Ujian di Sekolah?

Jika memiliki anak yang sedang bersekolah, tentu ujian jadi hal yang sangat penting bagi si anak. Nah, ujian ini sedikit banyak akan menimbulkan rasa cemas pada si kecil. Bahkan tak sedikit yang sampai stres dan ketakutan memikirkan ujian ini. Ujian menjadi hal yang sangat penting di jaman kompetisi seperti...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: