Kesuksesan Anak Dimulai Dari Rumah

Orangtua tentu akan bangga bila anak-anak nya berhasil meraih prestasi. Kesuksesan anak bisa dimulai dari kebiasaan anak di rumah. Karena itu orang tua paling tidak bisa memilih tempat tinggal dan lingkungan yang baik, sekolah yang tepat, dan kesempatan anak untuk berkembang dalam populasi yang ramah.

Sebagai orangtua, Anda harus menjadi role model yang baik bagi anak-anak. Perhatikan sikap Anda dalam keseharian, berusahalah tetaplah bahagia. Berhati-hatilah saat meluapkan emosi berlebihan karena akan berdampak pada masalah emosional anak juga. Orangtua yang bahagia akan memiliki anak-anak yang bahagia pula. Anak pun akan terpacu memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang disekitarnya.

Membentuk keluarga bahagia bisa dengan merayakan banyak hal kecil bersama-sama seperti, hari pertama ke sekolah, promosi kerja, liburan, dan festival tertentu. Perayaan ini dapat dilakukan secara sederhana, seperti pergi ke taman bersama, ataupun mengadakan surprise party. Keluarga yang bahagia akan memacu anak-anaknya menjadi lebih bahagia. Kegiatan ini akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap anak, seperti meningkatkan rasa percaya diri dan memperintim hubungan dengan anggota keluarga.

Cobalah untuk menghindari untuk memuji hasil yang dicapai anak secara berlebihan, seperti “Kamu adalah penyanyi yang sangat berbakat! ” atau “Kamu sangat cerdas!”. Akan lebih baik jika Anda menilai proses kerja anak, seperti memujinya saat mereka tekun belajar, atau memuji saat mereka telah berlatih keras atau berhasil menyelesaikan masalah yang sulit.

Tujuan dari proses ini adalah agar anak terpacu berusaha keras dan menanamkan growth mindset dibandingkan fixed mindset. Sehingga membuat anak menghargai usaha, bukan hanya menengok hasil akhir. Ketika anak menunjukkan talenta atau bakat yang baik, sediakanlah peluang bagi mereka untuk mengembangkan hal tersebut dengan optimal. Dukungan Anda terhadap anak merupakan salah satu hal yang penting dalam kunci kesuksesan yang akan dicapai oleh seorang anak.

Berkomunikasilah dengan anak-anak Anda Jika ingin anak bahagia dan sukses, komunikasi yang baik merupakan salah satu kuncinya. Dengarkan dan berikan perhatian lebih ketika mereka sedang mengutarakan pembicaraan. Letakkan koran atau gadget Anda ketika mereka sedang bercerita dan berikan respon positif terhadap pernyataan anak, tentu hal ini akan membuat anak menjadi lebih komunikatif.

Ajarkan anak Anda kemampuan-kemampuan yang akan mereka butuhkan dalam kehidupan hari. Ajari anak Anda ke dalam berbagai pengalaman hidup yang berbeda sehingga dapat memahami banyak hal. Dalam keseharian anak, berikanlah dukungan secara total, baik dari segi psikologis, finansial, emosional, intelektual, maupun spiritual.

Kuatkan anak agar tidak perlu merasa minder atau takut ketika gagal, karena mental pantang menyerah adalah modal dari kesuksesan yang akan diraihnya di kemudian hari. Agar dapat mengembangkan ketahanan anak, Anda dapat mulai mempercayakan anak untuk menyelesaikan beberapa masalahnya sendiri, serta berani mengambil risiko untuk tidak selalu “mendikte” anak secara terus menerus.

Kesuksesan anak dapat diraih ketika mereka memberikan performa yang baik dan berusaha untuk fokus terhadap impian yang ingin dicapai. Intelegensia atau kemampuan kognitif lebih diperlukan ketimbang faktor status ekonomi dan sosial. Anda dapat menghindarkan pelabelan pada anak bahwa mereka bertalenta (gifted) karena hal ini dapat menjadi beban emosional tersendiri bagi anak.

Dan janganlupa, ketika anak telah memasuki masa sekolah, Anda perlu berkonsultasi dengan gurunya untuk menemukan titik temu apa yang dibutuhkan dana pa yang diinginkan anak baik dari sudut pandang Anda maupun guru anak. Dengan begitu proses mendidik anak bisa lebih baik.

About Author

Related posts

Umur Berapa Anak Boleh Puasa?

Puasa merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh atau sudah melewati masa puber. Namun, banyak keluarga yang sudah menerapkan puasa untuk anaknya dari usia dini, dari menerapkan puasa setengah hari sampai puasa satu hari penuh. Hal ini dilakukan untuk membiasakan anak berpuasa di bulan Ramadan sehingga nanti jika...

Read More

Oh Tidak, Orangtua Terlanjur Memukul Anak

Kerap terjadi konflik antara orang tua dengan anaknya yang sudah remaja. Alasannya bisa bermacam-macam, entah itu beda pendapat, anak membantah perintah orang tua, anak pulang malam, atau sebab-sebab lainnya. Dalam situasi konflik yang agak panas, tak jarang orang tua lepas kontrol sehingga terjadi pemukulan secara fisik. Psikolog Klinis Remaja,...

Read More

Buah Hati Anda Grogi Sebelum Ujian di Sekolah?

Jika memiliki anak yang sedang bersekolah, tentu ujian jadi hal yang sangat penting bagi si anak. Nah, ujian ini sedikit banyak akan menimbulkan rasa cemas pada si kecil. Bahkan tak sedikit yang sampai stres dan ketakutan memikirkan ujian ini. Ujian menjadi hal yang sangat penting di jaman kompetisi seperti...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: