Lakukan Cara Ini Agar Anak Mau Sikat Gigi

Kesadaran untuk membersihkan gigi perlu diajarkan sejak dini. Menurut Juliette Scott, dokter gigi spesialis gigi anak dari Australian Dental Association, kebiasaan merawat gigi dan mulut bisa dimulai sejak bayi berusia 4 bulan. Kita bisa menggunakan kasa steril basah untuk membersihkan bagian dalam mulut si kecil sambil memberi sedikit pijatan pada gusi.

Sebelum umur 1 tahun, penggunaan pasta gigi belum perlu, karena anak belum mengonsumsi makanan padat. Setelah umur 1 tahun, saat anak mulai makan makanan padat, diperlukan pasta gigi untuk melepas sisa makanan yang melekat dari gigi mungil anak.

Biasakan si kecil menyikat gigi 2 kali sehari sebagai kebiasaan. Pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur sehingga anak akan merasa ada sesuatu yang kurang jika belum menggosok gigi terutama malam sebelum tidur. Kebiasaan menyikat gigi merupakan bekal bagi anak untuk memiliki gigi sehat hingga dewasa kelak.

Lakukan 5 cara ini agar anak mau dan rajin sikat gigi:

1. Memilih Sikat dan Pasta Gigi Sendiri

Ajak anak ke supermarket untuk memilih sendiri sikat gigi dan pasta gigi dengan desain dan warna menarik yang ia sukai. Pilih sikat gigi yang terbuat dari bahan aman, memiliki ujung kepala bulat dan kecil, ukuran sesuai, memiliki bulu sikat lembut, dan memiliki pegangan yang mantap. Pegangan yang licin dapat mengejutkan dan melukai mulut si kecil. Ganti sikat gigi minimal setiap 3 bulan sekali atau ketika sikat sudah mulai rusak.

Pasta gigi untuk balita sebaiknya mengandung sangat sedikit fluoride dan detergen serta tidak mengandung pemutih, sehingga aman bila tertelan pada anak yang belum mampu berkumur dengan baik. Gunakan pasta gigi khusus.

2. Ajak Anak Bermain Gosok Gigi dengan Benar

Ajari anak menggosok gigi dengan cara bermain dan contohkan gerakan menyikat gigi yang benar. Sikat seluruh permukaan gigi. Gerakkan sikat pada bagian gigi depan dilakukan dengan gerakan menyapu ke atas dan ke bawah dan bagian luar gigi kiri dan kanan dengan gerakan berputar. Bersihkan juga gigi bagian dalam dan permukaan kunyah gigi. Agar lebih efektif, ajari anak sikat gigi di depan cermin, sehingga ia bisa melihat cara menyikat gigi yang benar.

3. Sikat Gigi Bersama Anak

Boleh juga mengajak papa atau kakak, dan buatkan kompetisi kecil-kecilan untuk menentukan siapa yang paling tepat menyikat gigi. Atau, biarkan ia menyikat gigi mama atau papa, lalu lakukan bergantian, Anda yang menyikat giginya.

4. Menyikat Gigi Diiringi Musik

Saat menyikat gigi, lakukan sekitar dua menit sambil diiringi lagu anak kesukaannya. Jadikan gerakan menyikat gigi seirama dengan irama lagu. Atau, ceritakan dongeng seputar kuman yang menyerang mulut dan kesatria baik akan menolongnya.

5. Beri Penghargaan

Agar anak makin semangat, beri reward tiap kali anak selesai menyikat gigi. Beri stiker bergambar lucu. Bila terkumpul dalam jumlah tertentu, tambahkan lagi hadiahnya. Anak akan semakin semangat untuk menggosok gigi tepat waktu bila kita memberi apresiasi/penghargaan.

About Author

Related posts

Perlukah Mengajarkan Anak Dua Bahasa?

Beberapa orang tua hanya mengajarkan satu bahasa pada anaknya sampai masa di mana para guru di prasekolah atau kelompok bermainlah yang melakukannya. Anak-anak yang dari awal hanya mengenal satu bahasa jadi kebingungan dan butuh waktu penyesuaian yang lama saat harus menggunakan bahasa lain selain yang biasa mereka gunakan di...

Read More

Anak Anda Mudah Akrab Dengan Orang Baru?

Atta, 2 tahun, mudah sekali akrab dengan orang-orang baru. Ia tidak ragu digendong oleh teman-teman ibunya. Ketika diajak ke taman, ia juga mudah akrab dengan anak-anak seusianya. Waktu itu, hari sedang hujan deras, ibunya tak bisa mengajak Atta pergi ke taman. Lalu, ia pun tampak kesal dan marah. Normalkah?...

Read More

Alasan Harus Mengikuti Kelas Parenting

Di sebagian besar waktu dalam hidup kita, kita tidak akan berani melakukan sesuatu yang besar atau penting tanpa persiapan. Kita akan meminta saran, belajar dan menemukan strategi untuk performa yang lebih baik, dan berlatih, berlatih, berlatih. Namun untuk beberapa alasan, kita sebagai orangtua sering merasa ragu untuk mengambil pendekatan...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: