Main Gadget Saat Malam Picu Kerusakan Otak

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini semakin mengesankan dan mengagumkan. Perkembangan teknologi ini juga memungkinkan setiap orang menemukan berbagai kemudahan di kehidupan sehari-hari. Bisa dipastikan, hampir setiap orang di dunia memiliki gadget sebagai alat komunikasi dan media untuk mengakses berbagai informasi. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun nampaknya juga tak mau ketinggalan dan ia pun telah memiliki gadget pribadi. 

Memang, dalam satu sisi gadget memiliki manfaat yang luar biasa buat memudahkan komunikasi dan akses informasi. Tapi, bagi anak-anak, pemakaian gadget yang berlebih terutama saat malam sangat memungkinkan anak mengalami berbagai efek buruk. Dikutip dari laman asiantown.net, pemakaian gadget terlalu berlebih pada anak-anak bisa memicu obesitas, kerusakan mata, mengurangi sistem kekebalan tubuh hingga menyebabkan kerusakan otak. 

Sebuah studi baru menemukan bahwa idealnya anak-anak usia 10 ampai 14 tahun memiliki tidur selama 9 sampai 10 jam setiap harinya. Idealnya, anak-anak juga tak menatap layar komputer maupun gadget lebih dari 4 jam setiap hari. Kurang tidur yang disebabkan karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di depan layar komputer atau gadget terutama saat malam, ini dipercaya bisa merusak kesehatan otak anak.

Dampak dari kerusakan otak sendiri biasanya adalah anak kurang fokus saat belajar, anak tak bisa mengingat dengan baik, anak lamban dalam berpikir dan emosinya cenderung meletup-letup. Dr Ben Carter mengatakan, “Tidur adalah aktivitas yang sangat penting buat anak-anak. Tidur adalah aktivitas dimana anak juga akan mengalami pertumbuhan serta perkembangan fisik maupun psikisnya. Dengan tidur cukup, anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, tidur yang kurang bisa berakibat sangat buruk buat anak. Terlebih lagi, jika kurang tidur ini disebabkan karena kebiasaan anak memainkan gadget saat malam.” 

Para peneliti yang telah melakukan penelitian terhadap 125.198 anak usia rata-rata 14 tahun, ditemukan bahwa anak dengan kualitas tidur cukup memiliki kesehatan fisik serta psikis yang baik. Sementara anak yang kurang tidur, dikatakan bahwa mereka sering mengalami gangguan belajar dan kurang fokus. Karena penelitian ini, para peneliti sangat menyarankan agar orang tua selalu memperhatikan dan memantau waktu istirahat atau tidur anak. Orang tua juga sangat disarankan agar membatasi anak bermain gadget. 

Dr Carter mengatakan, “Orang tua memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan anak. Orang tua, juga sangat disarankan untuk memberikan nasehat terbaik pada anak dan memastikan anak tidak bermain gadget berlebih. Orang tua juga diharapkan bisa membuat anak memiliki waktu tidur cukup setiap harinya.”

Agar buah hati tidak mengalami masalah kesehatan terutama mengalami kerusakan otak, pastikan untuk senantiasa memantau keseharian buah hati dan batasi waktunya untuk bermain gadget atau menatap layar komputer serta game playstation ya. Semoga, buah hati kita senantiasa terjaga kesehatannya dan ia pun tak terlalu berlebihan saat bermain gadget. Semoga, informasi ini bermanfaat.

About Author

Related posts

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak – Waktu istirahat saat ini tidak banyak mendapat perhatian baik dari pihak sekolah maupun orangtua siswa. Waktu istirahat cenderung dipahami hanya untuk melepas penat belajar, waktu untuk membeli jajan dan sekedar memberi kesempatan anak untuk bermain-main sejenak. Padahal, dalam studi para ahli menyimpulkan,...

Read More

10 Kiat Membantu Anak Sukses (Bag. 1)

1. Kenali Guru Anak-anak dapat berprestasi dengan baik bila orangtua turut terlibat dalam proses pendidikannya. Seperti menghadiri acara sekolah, bertemu dengan orangtua siswa yang lain, juga mengenal gurunya. Orantua anak juga dapat bertemu dengan wali kelasnya untuk membahas program dan aturan sekolah, perkembangan anak-anak, serta berbagai pilihan yang perlu...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: