Anak yang kreatif ternyata muncul dari orang tua yang cenderung “membiarkan” daripada orang tua yang lebih banyak terlibat dalam proses kreativitas anak. Itulah hasil temuan Dr. Dale Grubb dari Baldwin-Wallace College di Berea, Ohio, Amerika Serikat, yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Psychological Society.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menilai kreativitas 29 orang anak yang berusia 3 – 6 tahun, dan kreativitas salah satu orang tua anak-anak tersebut. Dengan memusatkan perhatian pada cara orang tua mendidik, para peneliti merekam interaksi antara orang tua dan anak mereka saat sedang bermain. Mereka membuat asumsi, bahwa orang tua yang terlibat penuh dalam mendidik akan mempunyai anak-anak yang paling kreatif.

Ternyata, keterlibatan orang tua secara penuh dalam proses kreativitas anak cenderung menjadi apa yang disebut sebagai sikap “memaksa”, yang membuat orang tua sering berkata: “jangan begitu, lakukan seperti ini”, dan tidak memberikan banyak pilihan kepada anaknya. Pesan yang dapat diambil, menurut Grubb, adalah bahwa jika orang tua menghargai kreativitas si anak, tanpa terlalu terlibat, mungkin si anak akan menjadi pribadi yang lebih kreatif.

Untuk menciptakan anak yang kreatif, Grubb merekomendasikan hal-hal berikut. Hindari alat-alat permainan yang memaksakan konsep struktur atau membatasi kreativitas si anak. Berikan kepada mereka kertas putih polos, bukan buku mewarnai (dengan gambar-gambar yang telah ditetapkan sebelumnya) dan biarkan mereka menemukan sendiri apa yang ingin mereka lakukan.

Pilih alat-alat permainan yang bentuknya lebih mudah diubah-ubah (seperti lilin mainan), ketimbang balok-balok yang saling disambung dan hanya dapat membentuk bangunan persegi yang terbatas. “Namun yang paling penting, selalu berikan pujian atas usaha yang telah mereka lakukan. Mereka mungkin saja menggambar sesuatu yang konyol atau tidak masuk akal, namun tetap berikan pujian karena mereka telah mencoba membuat sesuatu yang baru, “ kata Grubb.

About Author

Related posts

Cara Mengenali Dan Menyikapi Kecerdasan Anak

Memiliki anak yang cerdas adalah keinginan setiap orangtua. Namun tahukah Anda bahwa ada berbagai macam jenis kecerdasan anak yang berbeda-beda? Tingkat kecerdasan anak tidak semata-mata diukur dari angka-angka di rapor. Orangtua perlu jeli dalam melihat tipe kecerdasan anak. Sebelum memaksa anak harus jago matematika atau IPA, Anda perlu memahami...

Read More

Tips Hadapi Anak Lain Yang Berprilaku kasar

Anak Mama tentu pernah bermain bersama temannya, entah itu di sekolah, taman, atau mal. Jika anak melakukan kesalahan misalnya berkata kasar atau berkelahi dengan anak lain, sebagai orangtua, Mama tentu akan langsung mendisiplinkannya. Namun bagaimana jika anak orang lain yang berperilaku kasar atau buruk? Apa yang harus Mama lakukan...

Read More

Menyembuhkan Kenakalan Anak Dengan Terapi Kesenian

Belum banyak yang tahu, perilaku anak nakal sebenarnya bisa disebabkan karena suatu kondisi mental yang disebut oppositional defiant disorder (ODD). Sama seperti kondisi mental lainnya, ODD bisa disembuhkan. Salah satunya, dengan art therapy atau terapi seni. Teknik yang digunakan dalam art therapy, bertujuan untuk membuat anak dapat mengekspresikan dirinya....

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: