Melatih Anak Menulis Namanya Sendiri

Mengajari anak menulis merupakan tugas orangtua di rumah. Usia 3 hingga 5 tahun merupakan waktu yang tepat untuk melatih anak menulis, kata pertama yang perlu ia tulis adalah namanya.

Sementara menulis memang sebuah proses yang sulit dan melibatkan keterampilan motorik halusnya. Maka jangan heran jika belajar menulis adalah proses yang cukup panjang.

Oleh karenanya Mama perlu membantu si Kecil melatih menulis namanya. Dengan latihan dan semakin matang perkembangan otak si Kecil, tulisannya pun akan semakin baik.

Berikut 5 cara sederhana yang bisa dilakukan untuk melatih anak agar bisa menulis namanya sendiri:

  1. Buat pola namanya agar anak terbiasa membuat huruf

Sewaktu mengajari anak menulis, orangtua perlu memberikan fasilitas memadai. Belajar menulis namanya adalah sebagai tahap awal yang bisa Mama ajarkan dalam merangkai kata. Cobalah membantu si Kecil dengan memberi contoh tulisan namanya melalui sebuah pola garis putus-putus dan biarkan ia menulis sesuai pola yang sudah dibuat.

Melalui aktivitas tersebut, mereka berlatih untuk membuat tarikan, bentuk garis dan tekanan pensil yang tepat untuk mencetak namanya.  Latihan sederhana ini akan mengembangkan imajinasinya, karena ia harus menebak akan jadi gambar seperti apa jika semua titik sudah disambung sempurna.

Dengan begitu, lama-lama si Kecil terbiasa untuk menarik dan menulis huruf-huruf pada namanya.

  • Menulis namanya dengan kapur tulis di halaman rumah

Agar anak-anak tidak cepat bosan dalam berlatih menulis namanya, sesekali ajaklah mereka untuk menuliskan namanya di teras rumah atau pada blackboard menggunakan kapur warna-warni.

Biarkan anak berkreasi dengan kapur dan menuangkan semua imajinasinya di blackboard. Tentunya belajar dengan kapur tulis akan lebih menyenangkan. Mama dapat memberikan instruksi agar si Kecil menulis namanya di halaman rumah dalam ukuran besar, sehingga dapat dilihat dan dibaca dengan jelas.

Aktivitas sederhana dan menyenangkan ini bisa menjadi media belajar sekaligus bermain.

  • Melukis namanya dengan bahan alami

Mempersiapkan anak balita belajar menulis tepat dilakukan pada saat ia dalam tahap golden age. Pada rentang waktu ini, sensor motorik dan kognitif mulai lebih aktif. Si Kecil pun juga lebih siap untuk belajar sesuatu dengan cepat.

Supaya periode emas bisa dilewati dengan maksimal, biarkan ia mempelajari gerakan huruf dalam namanya ketika dia menulis dengan jarinya melalui bahan-bahan alami. Mama dapat memberikan media menulis yang menyenangkan seperti garam, tepung hingga pasir di atas meja dapur atau nampan. Jika anak belajar sambil tertawa dan bercanda, tentunya justru akan lebih efektif.

Selain itu Mama juga bisa mengajak anak berlatih menulis namanya di tengah-tengah aktivitas bermainnya saat berlibur ke pantai. Manfaatkan pasir dan ranting pohon dalam melukis setiap huruf namanya di atas pasir putih.

  • Menggunakan spidol warna terang yang anak suka

Untuk kelancaran anak dalam belajar menulis namanya sendiri, orangtua harus selalu menyediakan material yang dibutuhkan.

Sementara anak-anak sangat senang dengan warna-warna yang menarik dan mencolok, maka biarkan ia belajar menulis namanya dengan warna yang ia sukai.

Ya, material yang paling tepat bagi anak usia dini adalah kertas kosong dan spidol berwarna terang. Setelah selesai menulis, mereka bisa melihat hasil tulisan namanya di atas kertas yang sudah dibuatnya dengan spidol berwarna.

  • Memakai papan tulis tanpa menggunakan banyak kertas

Mengajarkan anak belajar menulis memang membutuhkan ekstra kesabaran. Untuk membantu anak belajar menulis namanya sendiri, lakukan latihan dengan media lain tanpa harus duduk di kursi. Mulailah menggunakan alat yang lebih atraktif seperti whiteboard. Melalui alat tersebut maka ia akan belajar tanpa menggunakan banyak kertas.

Sementara papan tulis dengan spidol hitam memiliki penggunaan jangka panjang dan dapat dipakai sebagai alat pengajaran ketika ia siap untuk belajar pelajaran lainnya di sekolah.

About Author

Related posts

Umur Berapa Anak Boleh Puasa?

Puasa merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh atau sudah melewati masa puber. Namun, banyak keluarga yang sudah menerapkan puasa untuk anaknya dari usia dini, dari menerapkan puasa setengah hari sampai puasa satu hari penuh. Hal ini dilakukan untuk membiasakan anak berpuasa di bulan Ramadan sehingga nanti jika...

Read More

Oh Tidak, Orangtua Terlanjur Memukul Anak

Kerap terjadi konflik antara orang tua dengan anaknya yang sudah remaja. Alasannya bisa bermacam-macam, entah itu beda pendapat, anak membantah perintah orang tua, anak pulang malam, atau sebab-sebab lainnya. Dalam situasi konflik yang agak panas, tak jarang orang tua lepas kontrol sehingga terjadi pemukulan secara fisik. Psikolog Klinis Remaja,...

Read More

Buah Hati Anda Grogi Sebelum Ujian di Sekolah?

Jika memiliki anak yang sedang bersekolah, tentu ujian jadi hal yang sangat penting bagi si anak. Nah, ujian ini sedikit banyak akan menimbulkan rasa cemas pada si kecil. Bahkan tak sedikit yang sampai stres dan ketakutan memikirkan ujian ini. Ujian menjadi hal yang sangat penting di jaman kompetisi seperti...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: