Melatih Kebiasaan Makan yang Baik

Anak usia empat tahun kini dapat menyerap informasi dan perintah dengan baik. Termasuk soal kebiasaan makan. Inilah saat yang tepat menerapkan makanan dan minuman sehat, serta melatih cara makan yang santun.

  1. Menyediakan jus buah dan susu dengan porsi yang tepat

Jika anak Mama terbiasa minum susu atau jus buah sesuka hati, jauhkan ia dari kebiasaan itu. Jus buah, apalagi dalam kemasan, tidak mengandung serat buah utuh dan mengandung tambahan gula yang tidak dibutuhkan tubuh anak. Batasi konsumsi jus buah sebanyak 1/2 gelas per hari dan penuhi konsumsi buah segar sekitar satu cangkir per hari.

Sedangkan untuk konsumsi susu, batasi tidak lebih dari dua gelas setiap hari. Susu memang kaya akan kalsium dan vitamin D, tetapi rendah zat besi. Jadi, jika anak Mama minum terlalu banyak susu, ia tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya.

Sajikan susu rendah lemak atau tanpa lemak saat makan. Dengan begitu, ia akan tetap mendapatkan kalsium dan vitamin yang diperlukan, tanpa kelebihan asupan lemak yang berbahaya bagi kesehatannya di masa mendatang.

  • Siapkan camilan sehat

Biasakan anak mengonsumsi makanan sehat, seperti buah potong, krakers gandum dengan keju atau kacang-kacangan sebagai camilan.

Hindari menjejali anak dengan aneka permen, cokelat atau pun keripik sebagai camilan harian. Sesekali boleh-boleh saja, tetapi perlakukan makanan ringan tersebut sebagai camilan khusus saat pesta, misalnya. Jadi tidak dikonsumsi setiap hari.

  • Jangan memaksa anak makan

Penyebab anak balita membenci makan adalah karena sering dipaksa. Dipaksa makan sayur atau menghabiskan makanannya.

Bagaimana pun juga, anak masih dalam tahapan belajar, jadi jangan berharap muluk-muluk ia bisa makan sambil duduk manis di kursinya lebih dari 30 menit.

Penting mengasosiasikan makan sebagai saat yang menyenangkan dan nikmat buat anak, bukan jadi momen berperang dengan orangtua.

  • Tawarkan pilihan

Persiapkan beberapa jenis makanan dan tawarkan kepada anak. Biarkan ia sendiri yang memutuskan apa dan berapa banyak makanan yang akan dia makan. Jika ia melewatkan camilan atau menolak makan, tunggu sampai waktu makan berikutnya alih-alih memenuhi keinginannya makan camilan ringan. Tenang, Ma, ia tidak akan kelaparan. Saat ia lapar, ia akan meminta dengan sendirinya kok.

About Author

Related posts

Penyebab Masalah Kulit Kepala Anak

Gatal dan berketombe adalah masalah seputar kulit kepala yang seringkali dialami anak-anak. Terutama pada anak-anak yang tinggal di negara tropis yang udaranya panas dan lembap. Namun, masalah kulit kepala bukan sekadar gatal dan berketombe saja. Jika diamati lebih dekat, pada kulit kepala biasanya muncul semacam benjolan kecil kemerahan menyerupai...

Read More

Masalah Mental pada Anak yang Merasa Jelek

Mencemaskan penampilan fisik merupakan hal yang kerap kali dialami anak remaja. Dalam fase ini, mereka mulai memperhatikan penampilan tubuhnya, berharap dapat mengubah fitur tertentu, bergelut dengan jerawat yang tiba-tiba muncul membabibuta di seluruh wajah hingga membandingkan diri dengan artis atau sosok lain yang diidolakannya. Meskipun hal ini cukup wajar...

Read More

Jangan Lakukan 5 Hal Ini pada Si Kecil

Dalam mendidik si Kecil, setiap orangtua pasti punya metodenya masing-masing, termasuk Mama. Nggak diragukan lagi, hal ini dilakukan karena Mama ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Sayangnya, nggak banyak Mama yang sadar kalau ternyata ada beberapa hal yang dilakukan selama ini bisa berpotensi memberikan dampak buruk untuk perkembangan...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: