Kecenderungan orangtua umumnya menyalahkan anak dan memarahinya ketika berbuat salah. Tapi apakah orangtua berpikir bahwa anak bisa merasa tersakiti ketika disalahkan atau dimarahi? Kadang, anak berperilaku buruk bukan karena ia buruk. Ada kalanya ia sedang mencari perhatian orangtua. Karena bentuk komunikasi itulah yang ia tahu.

Seringkali karena dorongan emosi, orangtua merasa jengkel. Ada pula yang berteriak-teriak marah. Bahkan, tak sedikit pula yang kemudian membiarkan anak dengan perilaku buruknya, dengan asumsi nanti jika ia dewasa, akan mengerti dan berubah dengan sendirinya. Ini sikap yang salah dan berbahaya.

Biar bagaimana pun pendidikan tentang budi pekerti penting untuk ditanamkan sejak dini, meliputi proses latihan terus-menerus, hingga ketika anak dewasa, kepribadiannya sudah terbentuk berkat kebiasaan-kebiasaan baik yang orangtua tanamkan.

Terkait dengan membentuk kepribadian anak, konsultan parenting di Los Angeles, AS, Bernard Percy, mengatakan: “Jika Anda berfokus pada apa yang anak lakukan salah, dia akan menolak, yang mengarah pada argumen dan perilaku buruk.” Lantas, saran apa yang dapat orangtua kembangkan untuk mengatasi perilaku negatif anak dan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif?

1. Jangan bereaksi

Kesalahan yang kerap dilakukan orang tua adalah menanggapi perilaku buruk. Ini dikatakan Ed Christophersen, Ph.D ., psikolog di Rumah Sakit Anak, di Kansas City. Maka ia menyarankan jika jika ada anak yang merengek meminta sesuatu di toko mainan atau membuat kegaduhan di rumah, sebaiknya Anda berpura-pura tidak melihat atau tidak mendengar.

Tantangannya adalah anak mungkin akan berteriak keras, bahkan kemarahannya naik level menjadi mengamuk, karena tidak berhasil memancing perhatian Anda. Tapi justru inilah kuncinya. Ketika Anda berhasil untuk tidak bereaksi, rengekan itu akan kehilangan energi dengan sendirinya.

2. Bicara bersama

Saat anak sudah tenang, ajak ia duduk bersama. Kemudian jelaskan mengapa perilakunya salah dan perilaku seperti apa yang Anda harapkan darinya. Mungkin untuk kali pertama, si kecil akan tidak sepenuhnya memahami. Namun, proses ini tetap penting karena mencakup penanaman nilai dan aturan dalam keluarga supaya anak menjadi lebih baik lagi.

3. Konsisten

Suasana hati kadang memengaruhi sikap Anda pada anak. Ini salah satu yang dapat menimbulkan tidak konsisten dalam menerapkan aturan yang seharusnya dipatuhi tanpa kompromi. Sekali Anda mengatakan pada anak untuk pergi tidur jam 9 malam, seterusnya akan begitu. Jika anak melihat bentuk pelanggaran dilakukan  oleh orang tuanya, jangan heran jika ini terekam sebagai contoh dalam otak anak.

4. Tidak instan

Perilaku baik pada anak tidak melibatkan proses yang instan. Diperlukan penanaman nilai-nilai beserta aturan-aturan yang kontinyu sejak ia kecil. Maka itu, Anda pun jangan pernah bosan untuk mengarahkan anak dengan menunjukkan contoh-contoh perilaku baik yang Anda inginkan juga dilakukan anak.

5. Hindari kekerasan fisik

Selain menimbulkan trauma, hukuman fisik juga dapat menghalangi anak untuk berperilaku yang lebih baik. Anda boleh keras. Tapi dari segi aturan. Kedisiplinan yang Anda terapkan adalah untuk menunjukkan pada anak mana perilaku baik dan buruk. Bukan justru membuat anak semakin terpuruk karena mendapat hukuman yang membuat ia tersakiti.

About Author

Related posts

Kebiasaan Sehat yang Harus Diajarkan pada Anak

Setiap orangtua pasti ingin selalu melihat anaknya sehat dan terhindar dari penyakit. Meskipun banyak virus dan bakteri yang dengan mudah menyebar lewat udara, tapi beberapa kebiasaan ini mungkin dapat mengurangi kemungkinan si Kecil terkena penyakit, terutama penyakit yang umum terjadi apabila tidak memerhatikan kebersihan seperti diare atau sakit gigi....

Read More

5 Aktivitas Seru Tanpa Gadget

Jujur, siapa di sini yang mengandalkan gadget sebagai hiburan utama anak di rumah? Kalau iya, Mama nggak sendiri kok. Banyak orangtua yang juga melakukan hal serupa. Masalahnya, seperti kita tahu, bermain gagdet seharian bukan hal positif. Sekalipun anak bisa mempelajari sesuatu bermanfaat dari gadget, tetap perlu batasan waktu yang...

Read More

Cara Efektif Supaya Anak Sukses di Sekolah (2)

6. Ajarkan kemampuan belajar Bersiap-siap untuk ujian dapat menjadi hal yang menakutkan untuk anak kecil dan banyak guru berasumsi bahwa orangtua akan membantu belajar untuk menghadapi ujian. Mengenalkan anak Anda kepada cara belajar yang baik sejak dini akan menghasilkan kebiasaan belajar yang bagus di kehidupannya di masa depan. Di...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: