Membangun Sikap Hidup Positif pada Anak

Setiap perkataan dapat menjadi sugesti bagi si anak. Sehingga sebaiknya orangtua membangun sikap optimis pada diri anak. Tidak menilai dan menghakimi dengan membuat suasana anak menjadi tidak nyaman. Misal dengan mengeluarkan kalimat-kalimat yang membuatnya menjadi pesimis. Hal itu tentu akan membuat anak semakin terpuruk dan takut mencoba.

Karakter anak dibentuk oleh lingkungan mereka. Sikap orangtua yang kerap menunjukkan kekhawatiran berlebihan akan membuat anak-anak takut dengan tantangan dan tidak sempat mengenal risiko. Untuk itulah orangtua sebaiknya sejak dini mengajari anak untuk mengenal kegagalan. Masa kecil anak sebaiknya ditumbuhkan sikap-sikap positif melalui penguatan-penguatan yang baik.

Tidak meremehkan kemampuan si kecil, memberinya pujian atau hadiah saat melakukan hal baik ternyata dapat membuat anak berpikir positif. Anak saja menginginkan hal yang menyenangkan psikisnya dan pujian serta dorongan motivasi adalah hal positif yang menularkan anak untuk berpikir positif.

Berpikiran positif terbukti bisa memperpanjang umur dan membuat seseorang merasa lebih bahagia. Karena itulah ada baiknya mengajarkan hal tersebut kepada buah hati sejak dini. Bagaimana caranya? Berikut ini kiat-kiat membuat anak berpikir positif.

  1. Memberikan semangat dan sikap tidak menyerah

Orangtua dapat menunjukkan semangat hidup yang tinggi dan sikap antusias dalam hal apapun di hadapan anak meskipun saat itu sedang berada di bawah tekanan. Hal ini akan membuat anak berpikir bahwa apapun yang terjadi, kita harus tetap antusias untuk melakukan sesuatu.

Selain itu, berilah contoh pada anak untuk tidak mengeluh bila mengerjakan sesuatu. Ajari mereka untuk melakukannya dengan senang hati agar semua yang mereka lakukan bisa tercapai dengan baik.

Menguatkan keputusan yang diambil anak adalah hal sederhana yang dapat diberikan. Namun dampaknya sangat mempengaruhi tindakan anak selanjutnya. Karena itulah peran orangtua dalam memberikan arahan yang baik sangat diperlukan anak.

Beberapa anak mengalami kesulitan dalam menghadapi persoalan. Kemampuan mereka terbatas sesuai perkembangan usia. Sehingga ia membutuhkan peran orangtua untuk dapat membantu menyelesaikannya. Pengalaman orangtua dapat dibagikan kepada anak. Anak-anak pun akan sangat senang saat memperoleh pengalaman dari orangtua sehingga membuat mereka tidak menyerah.

  1. Mengajarkan sikap hormat

Menumbuhkan sikap hormat akan membuat anak memiliki pengetahuan tentang hak diri sendiri dan orang lain. Mereka yang memiliki wawasan tersebut dapat meningkatkan kepribadian positifnya. Anak akan dapat bersikap jujur dan memiliki keberanian serta akan tumbuh dengan kepribadian yang terbuka pada setiap orang.

Di sinilah orangtua dapat berperan untuk memberikan contoh sikap hormat. Orangtua dapat memberikan pujian saat anak mendapatkan prestasi. Menguatkan anak saat mereka hendak menyerah atau putus asa.

Kebanyakan anak senang saat ditunjukkan kebaikan karena mereka memiliki kecenderungan untuk berbuat baik.

  1. Mengajarkan tanggung jawab

Sejak dini anak-anak memiliki kebebasan yang melekat pada dirinya. Mereka memiliki kebebasan untuk menunjukkan dirinya. Anak-anak bermain dengan ekspresi mereka. Sehingga banyak anak aktif bergerak dan bermain.

Orangtua harus memahami bahwa anak-anak adalah manusia yang memiliki kebebasan. Meskipun begitu, kebebasan anak dapat dibatasi agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satunya adalah mengajarkan tanggung jawab. Anak-anak tidak belajar sendiri mengenai tanggung jawab. Orangtua dan lingkungan terdekatlah yang dapat mengajarkannya. Misalnya mewajibkan anak-anak merapikan dan membereskan kembali mainan yang dimiliki. Sebelum anak bermain, orangtua dapat memberikan peraturan terlebih dahulu.

Di sinilah anak-anak mulai menumbuhkan kebiasaan positifnya. Memiliki tanggung jawab dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Pengalaman anak sejak dini sebaiknya dapat ditingkatkan dengan stimulus orangtua yang baik. Anak-anak  pun akan memiliki respons yang semakin baik sesuai banyaknya stimulus yang diberikan. Hal-hal penting dilakukan orangtua dengan mengajarkan sikap positif dan menumbuhkan kebaikan-kebaikan pada diri anak.

Inilah pentingnya sikap hidup positif yang dapat diberikan orangtua. Kemampuan anak mengatasi persoalan dengan pikiran postif diperoleh dari pengalamannya di dalam keluarga. Karena keluarga adalah pendidikan utama diri anak yang paling berpengaruh terhadap masa depannya.

Untuk itulah masa kecil anak diberikan kebiasaan-kebiasaan positif. Orangtua dapat memulainya dengan menganggap anak tidak saja sebagai makhluk kecil. Tetapi memahami bahwa ia akan tumbuh dewasa dan menjadi generasi masa depan.

Anak memerlukan pengawasan dan keteladanan dengan memperbanyak interaksi dengan orangtua sebagai lingkungan terdekat anak. Bagi anak, orangtua adalah sumber pendidikan yang memberikan contoh positif. Mereka akan lebih mudah menerima dan melakukan apa yang ditunjukkan orangtua atau keluarganya.

About Author

Related posts

Ajak Anak Berenang Saat Puasa? Ada Aturannya

Mengajari anak berpuasa harus dibarengi dengan perubahan kebiasaan sehari-hari. Enggak cuma sebatas mengubah jadwal makan dan tidur, namun ada beberapa kebiasaan lain yang juga harus di tahan saat puasa Ramadhan. Selain itu, Bunda juga harus pintar mencari kegiatan untuk si kecil agar enggak mudah bosan menunggu waktu berbuka puasa....

Read More

Manfaat Membiarkan Anak Bermain Sendirian

Anda memang perlu mengawasi setiap gerak-gerik anak saat ia beraktivitas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menempel lengket setiap detik di samping anak ketika ia bermain. Banyak pakar kesehatan yang menyarankan orangtua untuk membiasakan anak-anak mereka bermain sendirian, tanpa dampingan orangtua, karena akan...

Read More

Konsumsi Gula Mempengaruhi Otak Anak

Siapa sih yang tak suka gula? Terlebih anak-anak, biasanya hobi banget kan, Bun, mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Tapi, sebagai orang tua kita perlu tahu bahwa konsumsi gula punya pengaruh pada otak anak. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kadar gula yang tinggi bisa berefek negatif pada otak anak, mulai dari...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: