Membangun Tanggung Jawab Pada Diri Anak

Setiap orangtua wajib mengajarkan arti bertanggung jawab pada anak mereka. Hal ini penting, karena pengetahuan mengenai arti bertanggung jawab ini akan menjadi bekal hingga anak dewasa nanti.

Dilansir dari Talking Tree Books, tanggung jawab bagi anak adalah sesuatu yang harus mereka lakukan. Tanggung jawab mungkin berupa tugas yang harus mereka lakukan, misalnya tanggung jawab mengerjakan untuk menyikat gigi sebelum tidur. Maka hal tersebut wajib mereka lakukan setiap malamnya. Contoh tanggung jawab untuk anak lainnya yaitu, menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) tepat waktu. Jadi itu adalah hal yang harus dipatuhi anak.

Tanggung jawab juga berupa cara bertindak. Misalnya, Anda mengintruksikan anak untuk bermain tanpa melukai diri sendiri atau orang lain. Maka hal tersebut akan menjadi tanggung jawab anak untuk bersenang-senang dengan cara yang aman dan sopan.

Tanggung jawab ini bukan untuk membebani anak, tetapi untuk membangun kepercayaan orang lain pada anak. Saat anak bertanggung jawab, orang lain dapat mengandalkan mereka untuk melakukan hal-hal yang diharapkan darinya. Sehingga saat mereka dewasa kelak, mereka dapat bermanfaat bagi orang orang di lingkungannya. Mereka juga dapat diandalkan dalam kehidupan sosial dan kehidupan profesional (pekerjaan mereka).

Berikut adalah 5 cara mengajarkan arti tanggung jawab pada anak dilansir dari wikiHow.

1. Perlakukan anak Anda dengan hormat

Ketika seorang anak percaya bahwa Anda sangat memikirkan mereka, mereka akan mau menuruti perintah Anda. Mendengarkan dan menerima mereka akan membuat mereka memercayai Anda dan ingin Anda bangga pada mereka.

2. Mau belajar bersamanya

Bicaralah dengan mereka tentang apa yang menyebabkan perilaku mereka dianggap buruk, dan temukan cara yang lebih baik yang bisa Anda dan anak lakukan, agar hal tersebut tidak terulang di masa depan. Akui jika perilaku Anda memainkan peran (misalnya, dengan tidak mendengarkan mereka berkata) dan beri tahu mereka bahwa Anda juga ingin melakukan yang lebih baik.

3. Biarkan anak Anda mencoba melakukan hal-hal baru

Biarkan anak Anda mencoba membaca buku sendiri, atau biarkan anak mengikat tali sepatu sendiri. Awasi upaya mereka, dan jika mereka tampaknya benar-benar berjuang, tanyakan apakah mereka membutuhkan bantuan. Jika mereka mengatakan tidak, duduklah dan biarkan mereka terus berusaha sampai mereka berhasil atau menyadari bahwa mereka membutuhkan bantuan dan memintanya.

4. Puji mereka

Arti bertanggung jawab juga bisa diajarkan sejak dini dengan cara memuji saat anak melakukan kewajibannya. Memuji mereka menunjukkan kepada mereka bahwa Anda peduli terhadap mereka, dan bahwa Anda memperhatikan ketika mereka berperilaku baik.

5. Beri anak Anda beberapa tugas untuk dilakukan

Memberikan tanggung jawab akan membuat mereka terbiasa dibanding teman temannya. Contoh tugas tersebut termasuk merapikan tempat tidur mereka, membersihkan kamar mereka, mencuci piring, memberi makan kucing, atau membuang sampah.

Sesuaikan tugas tersebut dengan usia anak. Paling penting, jangan biarkan anak dibantu sepenuhnya dalam melaksanakan tugas mereka, tanpa memberinya tanggung jawab sedikitpun. Hal ini dikhawatirka akan membuat anak kesulitan mengemban tanggung jawab nantinya.

About Author

Related posts

Perlukah Mengajarkan Anak Dua Bahasa?

Beberapa orang tua hanya mengajarkan satu bahasa pada anaknya sampai masa di mana para guru di prasekolah atau kelompok bermainlah yang melakukannya. Anak-anak yang dari awal hanya mengenal satu bahasa jadi kebingungan dan butuh waktu penyesuaian yang lama saat harus menggunakan bahasa lain selain yang biasa mereka gunakan di...

Read More

Anak Anda Mudah Akrab Dengan Orang Baru?

Atta, 2 tahun, mudah sekali akrab dengan orang-orang baru. Ia tidak ragu digendong oleh teman-teman ibunya. Ketika diajak ke taman, ia juga mudah akrab dengan anak-anak seusianya. Waktu itu, hari sedang hujan deras, ibunya tak bisa mengajak Atta pergi ke taman. Lalu, ia pun tampak kesal dan marah. Normalkah?...

Read More

Alasan Harus Mengikuti Kelas Parenting

Di sebagian besar waktu dalam hidup kita, kita tidak akan berani melakukan sesuatu yang besar atau penting tanpa persiapan. Kita akan meminta saran, belajar dan menemukan strategi untuk performa yang lebih baik, dan berlatih, berlatih, berlatih. Namun untuk beberapa alasan, kita sebagai orangtua sering merasa ragu untuk mengambil pendekatan...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: