Membentuk Karakter Anak Dengan Warna

Membentuk karakter anak ternyata tidak semata dengan pendidikan agama, pendidika moral, dan sejenisnya. Ada hal lain yang bisa dimanfaatkan setiap keluarga untuk menciptakan karakter anak yang diharapkan. Salah satunya adalah pemilihan warna untuk dinding atau furniture di kamar si anak.

Menurut pakar desain interior, Dina Hartadi ST., memilih cat kamar yang tepat bisa memberikan efek keceriaan saat anak menghabiskan waktu bermain di kamar serta meningkatkan konsentarasi dan semangat saat anak belajar.

“Fungsi cat bukan hanya untuk memperindah suatu ruangan. Apalagi untuk kamar anak ketika kita memilih warna cat ini artinya ikut menciptakan pembentukan karakter anak,” katanya.

Menurut Ketua Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII) ini, pemilihan warna cat kamar anak harus disesuaikan dengan usia anak. Setiap usia tumbuh kembang anak membutuhkan stimulus yang berbeda. Nah, salah satu stimulusnya adala cat warna dindng kamar anak. “Setiap usia akan mempengaruhi psikologis anak. Karena penting untuk kita mengganti cat warna dinding kamar anak secara berkala, “ujarnya.

Misal, untuk bayi berusia 0-12 bulan, pilihlah warna cat yang netral dan lembut. Sebab, saat usia bayi 0-12 bulan, bayi lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur. Jadi, ibu bisa memilih warna pink untuk bayi perempuan atau biru muda untuk anak lelaki.

“Warna cat yang lembut bisa membantu anak untuk tidur lebih pulas. Sebaiknya hindari warna cat yang agresif, seperti merah menyala atau hijau terang. Karena ini akan membuat anak terangsang untuk terus beraktivitas,” paparnya.

Nah, untuk anak yang sedang dalam tahap aktif bergerak, warna cat dinding bisa diganti dengan warna yang primer yang mendukung anak untuk lebih aktif dalam bermain dan belajar. Warna biru muda, hijau, ungu muda, kuning bisa menjadi pilihan.

“Memberikan efek yang ceria dan energik dengan sentuhan cat dinding kamar anak bisa membentuk karakter anak yang positif. Tentukan vocal point yang akan ditonjolkan kalau kita mau menggunakan warna yang lebih berani di salah satu sudut kamar,” katanya.

About Author

Related posts

5 Penyebab Karies Gigi pada Anak

Kesehatan gigi pada anak termasuk salah satu yang sering dijaga dengan baik. Tak jarang orangtua selalu mengingatkan anaknya untuk selalu membersihkan gigi karena kesehatan gigi dan mulut begitu penting. Karies gigi menjadi permasalahan yang mudah dialami oleh anak kecil karena telah lalai menjaga kebersihan gigi. Karies gigi adalah salah...

Read More

Perkembangan Fisik Anak Usia 3 Tahun

Di usia 3 tahun, umumnya anak telah memiliki satu set gigi susu yang lengkap. Yang terakhir muncul biasanya adalah gigi geraham yang tumbuh antara usia 23 hingga 33 bulan. Gigi susu ini tidak akan tanggal hingga minimal usia 5 tahun sampai nantinya anak berusia 7 tahun. Untuk itu, sangat...

Read More

Si Kecil Juga Butuh Me Time

Menjadi orangtua, pastinya akan membuat Mama ingin selalu berdekatan dengan anak, bukan? Tak hanya selalu ingin dekat dengannya, Mama juga ingin selalu ada bersamanya saat senang maupun susah. Tidak apa kok Ma, memang seperti itulah naluri seorang Mama pada anaknya. Namun jangan terlalu sering bersikap demikian pada si Kecil...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: