Apresiasi adalah bentuk ungkapan seseorang kepada orang lain karena suatu hal baik yang telah dilakukan oleh orang tersebut. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga butuh diapresiasi sehingga mereka termotivasi untuk terus melakukan hal baik.

Sekecil apapun hal baik yang dilakukan anak, ada baiknya orang tua memberikan apresiasi. Agar anak mengerti bahwa hal yang dilakukannya merupakan perilaku yang benar lalu kemudian anak termotivasi untuk mengulangi hal baik lagi di kemudian hari.

Menurut praktisi pendidikan, Munif Chatib, dalam memberikan apresiasi yang baik kepada anak, harus diperhatikan beberapa hal.

Pertama, tentang waktu yang tepat. Menurutnya, jika waktunya salah, maka apresiasi tersebut tidak sesuai dengan harapan orang tua.

”Waktu yang tepat yakni ketika anak kita telah melakukan perbuatan baik. Jangan lupa untuk segera memberinya apresiasi,” jelas Munif Chatib yang dikutip Sahabat Keluarga dari Millenia Oase.

Kedua, ketika anak tidak lagi melakukan perbuatan buruk. Misalnya, ketika anak tidak merapihkan mainan atau meja belajarnya. Saat anak menjadi rutin merapihkan mainan atau meja belajarnya, segera beri apresiasi padanya.

Ketiga, ketika anak memunculkan sebuah karya, terlepas hasil karyanya baik atau tidak, jangan tunda untuk memberikan apresiasi padanya. Pujilah usahanya, bukan hasilnya.

Lalu bagaimana cara memberikan apresiasi pada anak. Menurut Munif, pemberian apresiasi tidak harus berupa hadiah. Apresiasi bisa dilakukan dengan cara memberikan isyarat baik. ”Misalnya dengan ucapan hebat, memberi jempol yang banyak atau tos,” ujarnya.

Apresiasi lain dengan cara menyebutkan perubatan baiknya. Misalnya, anak sudah sangat baik bertanggung jawab membersihkan mainan atau meja belajarnya. ”Sebutkan perbuatan baiknya, bukan anaknya,” tambah Munif.

Jelaskan juga kepada anak kenapa perbuatan baik tersebut layak untuk diberikan apresiasi. Jangan lupa, doakan anak saat memberikan apresiasi, untuk terus menerus melakukan perbuatan baik dan patut diberikan apresiasi. ”Ingat, memberikan apresiasi jangan ditunda-tunda. Orang tua harus peka terhadap anaknya,” pungkasnya.

About Author

Related posts

Ketika Anak Perempuan Malu dengan Bentuk Tubuhnya

Sebuah survei menunjukkan, usia rata-rata di mana anak perempuan pertama kali sadar mengenai tubuhnya semakin muda yaitu pada umur 9-10 tahun. Di umur ini, anak perempuan mulai berbicara tentang fakta bahwa beberapa anak di kelasnya “memiliki perut” dan beberapa tidak. Dan walaupun kedengarannya masih muda untuk mengkhawatirkan soal perut...

Read More

Mom, Kenali Penyebab Sariawan pada Si Kecil !

Sariawan tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja karena penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak. Sariawan sendiri akan muncul di area lidah, bibir, atau di berbagai area bagian dalam mulut. Secara umum, area mulut yang terkena sariawan akan dikelilingi guratan merah dan menimbulkan rasa sakit. Anak-anak yang sariawan, umumnya...

Read More

Kapan Suara Si Jagoan Kecil Berubah?

Masa pubertas adalah masa penting dalam kehidupan seseorang karena di masa ini, seorang anak mengalami begitu banyak perubahan dalam hidupnya. Tak terkecuali perubahan fisik. Masa pubertas datangnya tak dapat diprediksi, baik itu pada anak lelaki maupun perempuan. Tetapi, sesungguhnya tanda-tandanya bisa terlihat. Pada anak lelaki, salah satunya adalah lewat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: