Menumbuhkan rasa empati pada anak harus terus diasah. Karena jika tidak sedikit demi sedikit bahkan hilang. Berikut beberapa cara untuk mengajarkan empati pada anak.

Kenali Aneka Perasaan

Bisa dilakukan dengan cara sederhana, misalnya saat jari bunda terluka, ajar anak untuk menunjukkan simpatinya dengan mengelus dan mencium jari tangan bunda yang terluka.

Kemudian bunda bisa mengatakan, “Adik baik sekali, deh,”. Melalui kejadian tersebut anak akan belajar dari reaksi bunda bahwa reaksi yang diberinya pada sang bunda, dirasakan oleh buda dan ternyata reaksi tersebut merupakan sesuatu yang berarti.

Ananda juga perlu mengerti dan mengenal perasaan negatif seperti misalnya, “Kakak tahu nggak, adik sedih lho kalau mainannya direbut dengan kasar. Menurut kamu, apa yang harus kamu lakukan supaya dia merasa lebih baik?”

Gambarkan Perasaan

Setiap minggu, gambarkan perasaan yang dirasakannya dengan menempelkannya pada tempat yang dapat terlihat dengan mudah olehnya, seperti di kulkas.

Bunda dapat memberikan warna biru untuk perasaan sedih, merah untuk kejutan, merah muda untuk perasaan senang dan hitam untuk perasaan marah. Bahas dengan ananda setiap kali dia merasakan salah satu dari perasaan-perasaan yang bunda tempelkan di kulkas tersebut.

Beri Pujian

Bila ananda berbuat baik kepada kakak, adik atau temannya, berilah ia pujian. Nyatakan kegembiraan kita jika ia bersikap baik dan tunjukkan kekecewaan kita jika ia bersikap sebaliknya.

Misalnya dengan mengatakan, ”Aduh anak bunda baik sekali mau berbagi cokelat dengan adik. Kamu lihat, adik kamu senang sekali. Kamu lihat kan senyumnya? Itu artinya dia senang karena kamu memberi sebagian cokelat kamu ke dia.”

Bicara Perasaan

Minta ananda untuk mengungkapkan perasaannya, begitu juga perasaan orang tua. Buat ananda mengerti bahwa ayah bundanya peduli dengan perasaannya dengan mendengarkan apa yang diceritakannya.

Tatap matanya saat ananda berbicara dengan kita dan berikan reaksi. Jika dia berteriak “Horee!”, ayah bunda bisa memberikan respon “Wah, kamu lagi senang, ya”.

Ananda bisa belajar bahwa tindakannya berpengaruh terhadap orang lain seperti misalnya, ”Hari ini bunda sedih deh kamu pukul bunda begitu. Kalau kamu nggak suka pakai baju ini, kasih tahu bunda ya mau pakai baju yang mana,”.

Cara lainnya, bunda bisa mengatakan, “Kadang Bunda suka kesal sama Ayah, walaupun Bunda sayang sama Ayah,”. Dengan demikian dia akan belajar dan mengerti bahwa orang dewasa pun mempunya perasaan. Apa yang dirasakan oleh seseorang adalah wajar di dalam kehidupan. Lalu bagaimana kita belajar cara mengatasinya merupakan bagian penting dalam proses tumbuh dewasa.

Perhatikan Kebiasaan Orang Lain

Ajarkan anak untuk memerhatikan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain. Ayah bunda bisa mengatakan, ”Ingat nggak tadi waktu kita belanja di supermarket. Itu lho, ibu yang membantu kita mengambilkan kaleng susu kamu yang terjatuh? Dia baik sekali ya. Dia membuat marah Bunda jadi mereda lho,”

Dengan demikian kita membuat anak mengerti bahwa sikap seseorang sangat berpengaruh secara emosi terhadap orang lain.

Ajarkan Isyarat Lisan

Beberapa anak memiliki hambatan untuk mengerti nada suara yang berbeda-beda. Si kakak mungkin tidak menyadari bahwa adiknya merengek karena dia tidak senang kakaknya sudah menganggunya.

Ajarkan anak untuk mengerti perasaan orang lain dengan nada suara yang dikeluarkan oleh orang tersebut. Kita dapat melakukannya dengan memberikan contoh-contoh suara seperti suara orang sedang marah, senang atau sedih.

Ajarkan Isyarat Non-lisan

Di tempat bermain anak-anak atau di pusat perbelanjaan, cari tempat yang agak sepi, anak anak untuk duduk bersama untuk mengamati orang-orang di sekitar.

Minta ia menebak perasaan orang yang tengah kita perhatikan, misalnya, ”Kamu lihat tidak anak laki-laki yang di sebelah sana? Menurut Bunda dia sedang gembira, dia tertawa karena dia senang bermain loncat-loncatan. Kalau anak yang di sebelah sini, kelihatannya dia sedih. Menurut kamu, kenapa ya dia sedih?”.

Dengan demikian kita memotivasi anak untuk mempelajari perasaan orang lain.

Beri Teladan

Anak biasanya duplikasi dari orang tuanya. Jika orang tua berbuat baik maka anak biasanya juga akan berbuat baik juga. Berbuat baik dan bersikap dermawan merupakan cara terbaik untuk mengajarkan empati pada anak.

Bwa serta anak saat menjenguk tetangga yang sakit atau saat mengirim sembako ke rumah yatim piatu. Minta dia untuk membantu saat kita mempersiapkan barang-barang tersebut.

Jelaskan kepadanya, betapa banyak orang-orang yang tidak mampu, yang tidak memiliki orang tua, dan mereka memerlukan bantuan orang lain. Sampaikan juga kepadanya, bila kita mampu sudah selayaknya membantu mereka.

About Author

Related posts

Ketika Anak Perempuan Malu dengan Bentuk Tubuhnya

Sebuah survei menunjukkan, usia rata-rata di mana anak perempuan pertama kali sadar mengenai tubuhnya semakin muda yaitu pada umur 9-10 tahun. Di umur ini, anak perempuan mulai berbicara tentang fakta bahwa beberapa anak di kelasnya “memiliki perut” dan beberapa tidak. Dan walaupun kedengarannya masih muda untuk mengkhawatirkan soal perut...

Read More

Mom, Kenali Penyebab Sariawan pada Si Kecil !

Sariawan tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja karena penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak. Sariawan sendiri akan muncul di area lidah, bibir, atau di berbagai area bagian dalam mulut. Secara umum, area mulut yang terkena sariawan akan dikelilingi guratan merah dan menimbulkan rasa sakit. Anak-anak yang sariawan, umumnya...

Read More

Kapan Suara Si Jagoan Kecil Berubah?

Masa pubertas adalah masa penting dalam kehidupan seseorang karena di masa ini, seorang anak mengalami begitu banyak perubahan dalam hidupnya. Tak terkecuali perubahan fisik. Masa pubertas datangnya tak dapat diprediksi, baik itu pada anak lelaki maupun perempuan. Tetapi, sesungguhnya tanda-tandanya bisa terlihat. Pada anak lelaki, salah satunya adalah lewat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: