Mempersiapkan Mental Anak Ketika Pindah Sekolah

Ada kalanya Anda harus memindahkan anak ke sekolah baru karena berbagai alasan. Misalnya Anda dipindahtugaskan, harus menempuh pendidikan di luar kota, dan lain-lain. Pindah sekolah tanpa disadari dapat menjadi hal yang kurang menyenangkan bagi seorang anak.

Terlebih lagi, pada usia dini, anak sedang membentuk pergaulan dan sudah memiliki teman-teman yang amat mereka sayangi. Perasaan anak yang sedih dan gelisah ini merupakan hal yang wajar. Sebagai orangtua, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan anak Anda pindah ke sekolah baru.

1. Segera beri tahu anak

Ketika Anda sudah memastikan rencana kepindahan, beri tahukan anak sesegera mungkin. Berikan waktu untuk anak Anda mempersiapkan mentalnya menghadapi kepindahan ini. Anda bisa mengajak anak Anda melakukan hal-hal yang diinginkan sebelum pindah sekolah.

Misalnya mengundang teman-temannya untuk bermain ke rumah atau berlibur dengan teman-teman dekatnya.

2. Pahami perasaan anak

Tanyakan kepada anak Anda, apa yang ia rasakan mengenai kepindahannya. Ajaklah anak Anda berbicara dari hati ke hati soal kesedihan, kekhawatiran, dan ketakutan yang ia pikirkan tentang rencana pindah ke sekolah baru. Bantu anak untuk menyingkirkan hal-hal yang dia khawatirkan.

Jika anak merasa berat meninggalkan teman-temannya, katakan bahwa ia tetap bisa berteman melalui media-media komunikasi yang ada saat ini. Berikan alternatif-alternatif penyelesaian masalah yang dikhawatirkan sang anak. Jangan cuma menjanjikan, “Nanti kamu juga akan dapat teman baru di sekolah baru.”

3. Cari sisi positifnya

Anda sendiri harus antusias mengenai rencana kepindahan ini sehingga anak tidak larut dalam kesedihannya. Tunjukkan hal-hal positif yang bisa didapat dari kepindahan ini. Mulai dari suasana sekolah baru, teman dan guru baru, aktivitas baru yang menarik, dan lain-lain.

Selain mengenalkan tentang hal-hal berkaitan dengan sekolah, tunjukkan juga daerah atau kota yang akan ditempati. Perlihatkan tempat-tempat yang bisa dikunjungi di akhir pekan dan hal-hal menarik lainnya.

4. Libatkan anak dalam menentukan sekolah baru

Saat ini sangat mudah untuk mencari informasi sekolah-sekolah di daerah tujuan melalui dunia maya. Buatlah beberapa daftar sekolah di daerah tujuan tersebut dan tunjukkan kepada anak. Soroti hal-hal menarik yang dapat ditemui dari sekolah-sekolah tersebut. Misalnya pilihan ekstrakurikuler, prestasi-prestasi yang diraih sekolah tersebut, daerah dan lingkungan tempat belajar, dan lain-lain.

Jika anak sudah cukup umur, bicarakan hal-hal positif dan negatif dari setiap sekolah. Jika memungkinkan, ajak anak untuk mengunjungi sekolah barunya sebelum benar-benar memutuskan sekolah mana yang diinginkan.

5. Berteman dengan anak baru lainnya

Terkadang, di sekolah baru si kecil ada beberapa anak lain yang juga baru pindah. Cari tahu apakah ada anak baru lain di sekolah. Jika memungkinkan, atur waktu agar tiba di sekolah dengan bersamaan dengan anak tersebut di hari pertama sekolah. Dorong anak Anda untuk berbicara dan bergaul dengan teman baru. Dengan menemukan teman yang senasib, anak akan merasa lebih bersemangat.

Usahakan temani anak atau antar-jemput anak di hari-hari pertama sekolahnya. Minta anak untuk bercerita soal harinya sepulang sekolah.

Ketika membicarakan rencana pindah sekolah, berikan kesempatan bagi anak untuk meluapkan perasaanya. Biarkan anak merasakan kekhawatiran dan mengatasinya. Dengan dukungan Anda, anak akan lebih siap menghadapi sekolah baru.

Pada dasarnya, anak itu lebih mudah beradaptasi daripada orang dewasa. Setelah beberapa hari, anak anda akan menemukan dunianya kembali.

About Author

Related posts

Cara Menghadapi Buah Hati Setelah Orang Tua Berpisah

Tidak ada yang mau mengalami perpisahan, tapi dalam hubungan rumah tangga hal ini mungkin saja terjadi. Ketika masalah perceraian tak bisa dihindari, anak-anak yang akan menjadi korbannya. Sayangnya, tidak semua orangtua peka terhadap hal ini, hingga akhirnya memengaruhi si kecil. Ya, ada cara tersendiri yang mesti dilakukan oleh orangtua...

Read More

Langkah Efektif Mendidik Remaja

Mendidik anak menjadi pribadi yang berakhlak mulia bukanlah hal yang mudah, sebab diperlukan pengetahuan, cara yang tepat serta proses panjang untuk mendidik anak sesuai dengan karakternya, khususnya saat anak sudah remaja. Rentang Waktu Usia Remaja Fase remaja dimulai sejak usia balig. Laki-laki umumnya terjadi saat memasuki usia 13—22 tahun,...

Read More

10 Teknik Agar Anak Berjiwa Wirausaha

Kadang Orang tua lupa bahwa ketika si anak sudah besar nanti ia harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan mencari uang sendiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak mencari uang yang halal, misalnya berniaga. Sehingga, ilmu bisnis pun akan memberikan jejak positif bagi anak saat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: