Problem tak hanya dihadapi orang tua baru yang tak punya pengalaman mengurus anak, tapi juga orang tua dengan buah hati yang sudah besar. Dulu, cara merawat dan mendidik anak diwariskan dari generasi ke generasi. Kini, zaman sudah berubah dan terkadang wejangan lama tak lagi relevan.

Saat ini orang tua harus bisa menyesuaikan cara mendidik anak sesuai zamannya. Orang tua tidak bisa selalu bergantung pada tradisi yang diwarisi dari orang tua sebelumnya untuk mendidik dan merawat anak. Untuk itu banyak sekali program pengasuhan agar orang tua mampu memahami bagaimana kehidupan anak saat ini dan cara mendidiknya. Saat ini, informasi tentang modern parenting pun bisa dengan mudah didapatkan lewat berbagai media. Contohnya lewat buku, Internet, seminar parenting, sampai sekolah parenting.

Apa Itu Sekolah Parenting?

Seminar parenting umumnya berlangsung singkat, misalnya dua jam, dan peserta cenderung pasif mendengarkan penuturan para pakar. Karena bersifat massal, tips yang diberikan cenderung general.

Hal ini berbeda dengan sekolah parenting atau kelas parenting (parenting class). Dengan jumlah peserta yang dibatasi, pembelajaran intensif, dan ragam topik yang bisa dipilih, sekolah parenting dapat memberikan efek yang lebih besar pada orang tua.

Program yang Ditawarkan

Sekolah parenting memang tak banyak di Indonesia, salah satunya adalah Auladi Parenting School yang bermarkas di Bandung, menawarkan empat macam program. Program dasar pendidikan anak di rumah disebut Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) dan berlangsung selama dua hari.

Selanjutnya, ada Program Disiplin Anak (PDA) yang berlangsung seharian untuk orang tua dengan anak usia 0-12 tahun. Bagi kita yang memiliki anak berusia di atas 12 tahun, kita  bisa mengikuti Karunia Cinta Remaja (KCR) yang juga berlangsung satu hari. Selain itu ada Parents as Teacher yang lebih seperti seminar singkat.

Di Jakarta, ada Grow Parenting yang memiliki dua macam kelas. Kelas Parenting 101 berisi modul untuk mengenali peran tugas kita sebagai orang tua, mendalami perkembangan anak secara holistik, kemudian menemukan simfoni agar terjadi keseimbangan di dalam hubungan orang tua dengan anak. Durasi kelas tersebut 2×2 jam per modul.

Ada pula kelas Coaching, yakni sang founder Grow Parenting  akan berkunjung ke rumah kita untuk mengobservasi kegiatan anak, kemudian bekerja sama dengan orang tua mencari solusi dari permasalahan yang ada.

Keuntungan Ikut Sekolah Parenting

Dengan mengikuti sekolah parenting, orang tua akan mendapatkan informasi mengenai teknik parenting terbaru dan paling efektif yang bisa diterapkan di rumah. Sekolah parenting juga bisa membantu mengatasi masalah cara mendidik anak yang dihadapi. Selain itu, kita juga bisa terhubung dengan para orang tua lain yang mungkin memiliki pengalaman sama.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ikut Sekolah Parenting

Selain kelas aktif seperti yang tadi dipaparkan, ada pula online parenting class. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di kelas aktif, orang tua harus berkomitmen mengikuti jadwal kelas yang sudah ditetapkan dan meluangkan waktu di sela kesibukan.

Namun, karena bertemu langsung dengan instruktur dan orang tua lain, kita bisa saling berbagi cerita. Sebaliknya, kelas online memang terasa kurang personal, namun kita bisa mengatur waktu sendiri. Pastikan kita mengikuti kelas parenting bersama pasangan sebagai satu tim.

About Author

Related posts

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Orangtua Wajib Pahami Kondisi Psikologis Anak (Bag I)

Perkembangan dan karakter setiap anak tentu berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan begitu saja. Seringkali anak memperlihatkan perilaku unik dan berbeda dari anak lain. Mungkin Mama sebagai orangtua seringkali merasakan kalau anak-anak di rumah lebih mudah menangis, tidak bisa diam, sering berbicara, terlalu aktif atau menggigit barang tertentu. Kondisi inilah...

Read More

Balita Paling Ogah Melakukan 7 Hal Ini

Saat sudah bisa bicara dan berpikir dengan logis, anak akan lebih menantang. Mereka sudah bisa menolak untuk melakukan sesuatu. Ada masanya dimana para balita selalu mengatakan tidak untuk semua hal. Tenang, itu hal wajar, Ma. Sudah jadi tugas orangtua untuk mengarahkannya agar tidak keluar jalur. Dari seluruh hal yang...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: