Mengenal Terapi Okupasi Anak

Anak yang memiliki kebutuhan khusus mempunyai gangguan dalam bentuk fisik, emosional, mental, serta bersosialisasi. Selain itu, juga mengalami berbagai gangguan seperti gangguan perkembangan, kesulitan dalam pelajaran, keterampilan keseharian, dan kemandirian.

Namun, hal ini bukan berarti si Anak tidak mendapatkan perhatian seperti anak lainnya, contohnya dalam hal pendidikan. Anak berkebutuhan khusus juga memerlukan pendidikan khusus yang sesuai dengan kapasitas kemampuannya.

Salah satu cara meningkatkan perkembangan anak, Mama dapat memberikan terapi khusus yang dapat membantu anak untuk lebih mandiri, salah satunya dengan terapi okupasi atau Occupational Therapy (OT).

Agar Mama lebih mengetahui tentang terapi okupasi, ini dia penjelasan tentang terapi okupasi yang dapat membantu tumbuh kembang anak.

  1. Apa itu terapi okupasi?

Terapi okupasi atau yang disebut dengan OT, dapat membantu orang dari segala kalangan usia untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari mereka yang berfokus pada membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus untuk meningkatkan keterampilan kognitif, fisik, sensorik, dan motorik mereka dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Terapi okupasi juga dapat dilakukan kepada anak-anak walaupun tugas anak-anak hanya belajar dan bermain, namun terapi ini dapat mengevaluasi keterampilan anak-anak untuk bermain, kinerjanya di sekolah, dan pada kegiatannya sehari-hari, dan menyeimbangkan dengan apa yang sesuai dengan perkembangan pada kelompok umur anak.

Hal-hal yang mereka lakukan adalah dengan melatih tugas motorik halus dan kasar sehari-hari. Contohnya seperti, menggunakan sikat gigi, menulis dipapan tulis, mengatur tinggi rendahnya tas ransel. Selain itu juga dapat membantu anak-anak yang memiliki masalah pada pemrosesan sensorik.

Untuk anak-anak, terapi okupasi ini memberikan manfaat yang besar, terutama untuk anak-anak yang memiliki masalah dalam cara belajar.

  • Terapi okupasi digunakan untuk siapa?

Menurut American Occupational Therapy Association (AOTA), anak-anak dengan masalah medis ini mungkin mendapat manfaat dari terapi okupasi:

  • Cedera lahir atau cacat lahir,
  • gangguan pemrosesan sensorik,
  • cedera traumatis (otak atau sumsum tulang belakang),
  • gangguan pada belajar,
  • autisme / gangguan perkembangan meresap,
  • rematik artritis remaja,
  • masalah kesehatan mental atau perilaku,
  • patah tulang atau cedera ortopedi lainnya,
  • keterlambatan tumbuh kembang Si Anak,
  • kondisi pasca-bedah,
  • anak yang mengalami spina bifida,
  • amputasi traumatis,
  • kanker,
  • cedera tangan yang parah,
  • multiple sclerosis, cerebral palsy, dan penyakit kronis lainnya.

Namun, untuk mengetahui perawatan tentang kebutuhan anak dengan terapi okupasi ini, Mama dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter anak agar mendapatkan perawatan yang sesuai kepada si Anak.

  • Kegiatan apa saja yang dilakukan selama terapi okupasi?

Terapi okupasi dapat membantu anak-anak dalam keterampilan motorik halus sehingga mereka dapat menangkap dan melepaskan mainan, lalu juga untuk mengembangkan keterampilan menulis tangan yang baik. Selain itu, juga melatih mengkoordinasi tangan-mata untuk meningkatkan keterampilan bermain anak-anak di lingkungan sekolah.

Terapi ini juga membantu anak-anak dengan keterlambatan perkembangan untuk mempelajari tugas-tugas dasar seperti mandi, berpakaian, menyikat gigi, dan makan. Pelatih terapi mengajari kebutuhan anak dengan peralatan khusus, seperti kursi roda, peralatan mandi, alat rias, atau alat bantu komunikasi.

Dalam hal berkomunikasi, terapi okupasi ini juga membantu anak-anak untuk mempertahankan perilaku positif di semua lingkungan agar dapat bersosialisasi dengan baik. Seperti, mengontrol emosi alih-alih memukul orang lain, menggunakan cara-cara positif untuk mengatasi kemarahan, seperti menulis tentang perasaan.

Selain itu, mengajarkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk keterampilan menggunakan komputer dan meningkatkan kecepatan dan keterbacaan tulisan tangan mereka.

  • Terapi okupasi dapat ditemukan di?

Praktisi terapi okupasi diwajibkan untuk menyelesaikan program kerja lapangan yang diawasi secara khusus dan harus melewati kelulusan ujian sertifikasi secara nasional. Izin praktik untuk terapi okupasi ini wajib di sebagian besar negara untuk mempertahankan lisensi tersebut.

Jika Mama ingin menemukan praktisi terapi okupasi yang baik dan terpercaya, Mama dapat mengunjungi tempat-tempat dibawah ini dan bertanya mengenai ketersediaan terapi okupasi untuk anak.

  • Rumah sakit,
  • sekolah untuk anak berkebutuhan khusus,
  • pusat rehabilitasi,
  • fasilitas kesehatan mental,
  • praktik pribadi,
  • klinik anak-anak,
  • panti asuhan.

Jika Mama berpikir si Anak mungkin harus mendapat manfaat perawatan dari terapi okupasi, minta dokter anak pilihan Mama untuk merujuk pada spesialis. Jika anak sudah bersekolah, coba untuk menghubungi perawat di sekolah atau penasihat bimbingan yang mungkin juga dapat merekomendasikan seseorang berdasarkan prestasi akademik atau sosial anak Mama di sekolah.

About Author

Related posts

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak – Waktu istirahat saat ini tidak banyak mendapat perhatian baik dari pihak sekolah maupun orangtua siswa. Waktu istirahat cenderung dipahami hanya untuk melepas penat belajar, waktu untuk membeli jajan dan sekedar memberi kesempatan anak untuk bermain-main sejenak. Padahal, dalam studi para ahli menyimpulkan,...

Read More

10 Kiat Membantu Anak Sukses (Bag. 1)

1. Kenali Guru Anak-anak dapat berprestasi dengan baik bila orangtua turut terlibat dalam proses pendidikannya. Seperti menghadiri acara sekolah, bertemu dengan orangtua siswa yang lain, juga mengenal gurunya. Orantua anak juga dapat bertemu dengan wali kelasnya untuk membahas program dan aturan sekolah, perkembangan anak-anak, serta berbagai pilihan yang perlu...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: