Egoisme adalah kecenderungan manusia untuk mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain. Sifat egoistis sebetulnya sifat dasar manusia, namun pesan moral dari hampir semua sumber kearifan menganjurkan agar manusia berbuat baik kepada sesama manusia.

Anak dalam perkembangan psikologisnya pasti memiliki kecenderungan bersifat egoistis sampai masa remaja. Sifat egoistis ini secara bertahap akan berkurang seiring perkembangan psikologisnya yang semakin dewasa. Sifat egoistis juga bisa dikurangi melalui asupan nilai-nilai moral yang mulia. Berikut kiat mengurangi sifat egoistis anak: 

Pertama, biasakan anak berbagi. Orang tua perlu mengajarkan tentang berbagai permainan anak yang mengandung nilai keutamaan untuk berbagi, misal mobil-mobilan. Sesekali doronglah anak untuk meminjamkan mobil-mobilannya ke temannya.

Kedua, tingkatkan kepedulian anak. Mengenalkan dan meningkatkan kepedulian anak sangat penting, agar kelak rasa kepedulian itu tumbuh lebih baik dan lebih hebat dalam diri anak. Sejak dini ajaklah anak  membagikan makanan bagi orang miskin, dan belajar menyayangi lingkungan sosial mereka.

Ketiga, pakailah kegiatan bermain peran untuk menanamkan nilai kepedulian. Sesekali ajaklah anak bermain dokter-dokteran. Ajak salah satu teman untuk bermain, dan jadikan boneka sebagai pasien. Minta si anak berperan sebagai ibu si pasien, dan temannya sebagai dokter. Mintalah keduanya memeragakan adegan mengantarkan si boneka berobat, hingga si boneka diperiksa, dan kemudian dikembalikan ke ibunya.

Keempat, rencanakan jadwal anak bermain bersama teman-teman di taman atau di rumah, dan sediakan fasilitas bermain seperti untuk prosotan dan ayunan. Biasakan anak-anak bermain bersama, saling menjaga dan merawat bersama.

Kelima, berikan pujian kepada anak. Ketika si anak mau berbagi dengan orang lain, orang tua harus memberi pujian. Hal itu dapat membuat anak semakin percaya bahwa perbuatan itu baik.

About Author

Related posts

Cara Menghadapi Buah Hati Setelah Orang Tua Berpisah

Tidak ada yang mau mengalami perpisahan, tapi dalam hubungan rumah tangga hal ini mungkin saja terjadi. Ketika masalah perceraian tak bisa dihindari, anak-anak yang akan menjadi korbannya. Sayangnya, tidak semua orangtua peka terhadap hal ini, hingga akhirnya memengaruhi si kecil. Ya, ada cara tersendiri yang mesti dilakukan oleh orangtua...

Read More

Langkah Efektif Mendidik Remaja

Mendidik anak menjadi pribadi yang berakhlak mulia bukanlah hal yang mudah, sebab diperlukan pengetahuan, cara yang tepat serta proses panjang untuk mendidik anak sesuai dengan karakternya, khususnya saat anak sudah remaja. Rentang Waktu Usia Remaja Fase remaja dimulai sejak usia balig. Laki-laki umumnya terjadi saat memasuki usia 13—22 tahun,...

Read More

10 Teknik Agar Anak Berjiwa Wirausaha

Kadang Orang tua lupa bahwa ketika si anak sudah besar nanti ia harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan mencari uang sendiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak mencari uang yang halal, misalnya berniaga. Sehingga, ilmu bisnis pun akan memberikan jejak positif bagi anak saat...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: