Oh Tidak, Orangtua Terlanjur Memukul Anak

Kerap terjadi konflik antara orang tua dengan anaknya yang sudah remaja. Alasannya bisa bermacam-macam, entah itu beda pendapat, anak membantah perintah orang tua, anak pulang malam, atau sebab-sebab lainnya.

Dalam situasi konflik yang agak panas, tak jarang orang tua lepas kontrol sehingga terjadi pemukulan secara fisik.

Psikolog Klinis Remaja, Alzena Masykouri, mengatakan, usia remaja merupakan usia dimana terjadinya perubahan hormon yang mengakibatkan ketidakstabilan emosi anak. Ketidakpahaman dan ketidaksiapan orang tua dalam menghadapi kondisi emosi remaja tersebut itulah yang membuat orang tua lepas kontrol dan melakukan pemukulan.

“Banyak  orangtua tidak siap memiliki anak remaja. Ayah atau ibu tidak mempersiapkan diri tetang cara menghadapi anak remaja,” kata pengajar Jurusan Psikologi Perkembangan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini seperti dikutip Okezone.

“Orangtua tidak bisa mengekspresikan emosi secara tepat. Orangtua tidak paham dan tidak punya gambaran tentang menghadapi remaja,” terangnya lebih lanjut.

Padahal, menurutnya, ada cara yang lebih efektif sekaligus bisa membantu anak memainkan perannya. “Usia berapa pun anak, orangtua tidak boleh memukul,” ujarnya.

Bila kejadian orang tua sudah memukul anak, Alzena menyarankan agar secepatnya meminta maaf disertai rasa penyesalan.

Orang tua juga harus berjanji pada diri sendiri dan pada anak untuk tidak mengulanginya lagi. “Si orangtua harus benar-benar berjanji tidak akan pukul-pukul anak lagi, bukan sekadar bicara,” katanya.

Yang paling penting, ujarnya, orang tua segera mempelajari tentang bagaimana pola asuh remaja, memahami gejolak jiwa remaja, perkembangan emosi, dan pergaulan anak. “Hal itu penting agar ke depannya orang tua lebih ‘nyambung’ dengan remaja dan mengerti solusi mendidik remaja,” katanya.

About Author

Related posts

Melatih Budi Pekerti Dengan Mainan Zaman Old

Permainan tradisional kini mulai terkikis keberadaannya, khususnya di kota besar. Terutama sejak munculnya permainan baru yang lebih atraktif, membuat anak lebih senang karena lebih praktis dan menarik. Sebagai contoh, merebaknya PlayStation (PS) yang merupakan produk dari Jepang. Padahal, permainan tradisional anak pada kenyataannya bisa dijadikan media pembelajaran dan pendidikan...

Read More

Jadikan Rumah Sebagai Laboratorium Anak

Di masa mendatang, untuk bisa hidup sejahtera, kreatifitas dan inovatif menjadi kunci utama. Memiliki otak encer atau cerdas menjadi tidak berguna bila tak mempunyai kedua hal itu. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau berkreasi, sedangkan inovatif adalah kemampuan menciptakan hal-hal...

Read More

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: