Penyebab Masalah Kulit Kepala Anak

Gatal dan berketombe adalah masalah seputar kulit kepala yang seringkali dialami anak-anak. Terutama pada anak-anak yang tinggal di negara tropis yang udaranya panas dan lembap.

Namun, masalah kulit kepala bukan sekadar gatal dan berketombe saja. Jika diamati lebih dekat, pada kulit kepala biasanya muncul semacam benjolan kecil kemerahan menyerupai jerawat hingga luka yang membuat kulit kepala terasa perih.

Masalah kulit kepala memang tampak sepele. Tetapi jangan dibiarkan begitu saja. Berikut rangkuman 5 masalah seputar kulit kepala anak yang umumnya muncul, dilansir dari livestrong.com:

  1. Impetigo atau infeksi bakteri

Apakah pada kulit kepala anak terdapat luka atau benjolan bermata yang jika pecah mengeluarkan cairan berwarna kekuningan? Jika ya, mungkin ia mengalami impetigo. Impetigo merupakan infeksi akibat bakteri yang dapat menular begitu cepat.

Penyebaran impetigo bisa terjadi pada area lain jika anak menggaruk luka dan memegang anggota tubuhnya yang lain. Dilansir dari MayoClinic.com, impetigo biasanya menjangkiti anak usia antara 2-6 tahun dan dapat diobati dengan antibiotik.

  • Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik berwujud menyerupai jerawat dengan bercak merah dan benjolan bersisik di kulit kepala. Anak dengan cradle cap di masa bayinya kemungkinan berpotensi mengembangkan penyakit ini.

Dermatitis seboroik dapat diatasi dengan sampo anti ketombe. Tetapi jika kulit kepalanya tidak menunjukkan tanda perbaikan atau benjolannya terasa sakit dan bernanah, konsultasikan dengan dokter anak.

  • Jerawat di kulit kepala

Jerawat di kulit kepala dapat muncul pada anak-anak usia praremaja. Tak hanya di wajah, dada atau punggung, melainkan juga kulit kepalanya.

Bila jerawat hanya muncul di kulit kepala dan tidak pada bagian tubuh lainnya, bisa jadi penyebabnya adalah produk penataan rambut seperti gel rambut, mousse, atau hair spray.

Keramasa secara teratur dan menggunakan produk tata rambut yang berlabel non-comedogenic dapat membantu mencegah terbentuknya jerawat lebih banyak.

  • Cacar air

Lepuh akibat cacar air seringkali disalahartikan sebagai jerawat di kulit kepala anak. Periksa seluruh tubuhnya, apakah ada benjolan, lecet, atau jerawat. Terutama pada bagian ketiak dan punggung. Perhatikan juga apakah gejala tersebut disertai keluhan kelelahan luar biasa, sakit tenggorokan dan demam.

Jika ada tanda-tanda di atas, kemungkinan anak Mama mengalami cacar air. Walaupun anak sudah mendapatkan vaksin cacar air, tetap saja masih ada kemungkinan ia terjangkit karena efektivitas cacar air hanya 70-85 persen.

  • Ketombe

Ketombe dapat menyebabkan kulit kepala anak kering. Ketombe pada bayi tergolong dalam tipe infantile seborrheic dermatitis. Ciri khas ketombe adalah serpihan berwarna putih, kering dan membuat kulit kepala terasa gatal.

Pada bayi dan anak-anak, munculnya ketombe merupakan faktor genetik. Jika orangtua memiliki kulit yang kering, anak Anda juga kemungkinan mengembangkan potensi yang sama.

Untuk menentukan jenis pengobatan dan perawatan yang tepat, sebaiknya konsultasikan masalahnya dengan dokter anak. Biasanya dokter anak akan meresepkan salep dan merekomendasikan shampoo khusus atau antibiotik jika memang diperlukan.

About Author

Related posts

5 Penyebab Karies Gigi pada Anak

Kesehatan gigi pada anak termasuk salah satu yang sering dijaga dengan baik. Tak jarang orangtua selalu mengingatkan anaknya untuk selalu membersihkan gigi karena kesehatan gigi dan mulut begitu penting. Karies gigi menjadi permasalahan yang mudah dialami oleh anak kecil karena telah lalai menjaga kebersihan gigi. Karies gigi adalah salah...

Read More

Perkembangan Fisik Anak Usia 3 Tahun

Di usia 3 tahun, umumnya anak telah memiliki satu set gigi susu yang lengkap. Yang terakhir muncul biasanya adalah gigi geraham yang tumbuh antara usia 23 hingga 33 bulan. Gigi susu ini tidak akan tanggal hingga minimal usia 5 tahun sampai nantinya anak berusia 7 tahun. Untuk itu, sangat...

Read More

Si Kecil Juga Butuh Me Time

Menjadi orangtua, pastinya akan membuat Mama ingin selalu berdekatan dengan anak, bukan? Tak hanya selalu ingin dekat dengannya, Mama juga ingin selalu ada bersamanya saat senang maupun susah. Tidak apa kok Ma, memang seperti itulah naluri seorang Mama pada anaknya. Namun jangan terlalu sering bersikap demikian pada si Kecil...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: