Prestasi Anak di Sekolah Buruk?

Saat mulai memasuki usia sekolah, terutama sekolah dasar, anak memikul satu tanggungjawab yang mau tak mau harus dihadapinya, yaitu prestasi belajar. Meski kini banyak ahli dunia pendidikan menyatakan bahwa kemampuan anak tak hanya diukur lewat angka, tapi pada kenyataannya masih ada orangtua yang mengutamakan perolehan nilai di sekolah adalah segala-galanya.

Padahal, nilai yang didapat di sekolah bukanlah ukuran seberapa keras usaha untuk memahami materi. Bahkan, nilai-nilai di sekolah tak bisa jadi faktor pengukur potensi mereka untuk sukses di kemudian hari. Faktanya, ada anak-anak yang telah berusaha dengan maksimal, tetapi tetap memperoleh nilai yang buruk di sekolah.

Inilah yang kemudian menjadi tantangan bagi orangtua, bagaimana harus bertindak saat menghadapi situasi seperti ini.

  • Tetap tenang

Penting bagi orangtua untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan saat mendapati anak pulang ke rumah dengan membawa nilai yang buruk. Meski mungkin ini merupakan kondisi yang tidak menyenangkan untuk Mama, tapi pahamilah ini juga bukan situasi yang mudah bagi anak.

Sebaiknya ambil jeda waktu sejenak. Berikan waktu hingga ia tenang. Hindari menyulut emosi dan membuatnya merasa tersudut.

  • Ajak anak bicara dari hati ke hati

Setelah sama-sama tenang, ajak anak berbicara kesulitan dan problem lain yang menyebabkan ia tidak konsentrasi belajar. Penting untuk diingat, meski Mama sedang merasa kecewa, hindari untuk mengeluarkan kata-kata negatif, labeling, atau memberikan pernyataan yang akan menjatuhkan rasa percaya dirinya.

  • Belajar mendengarkan anak

Banyak orangtua yang kurang menyadari bahwa anak perlu diberi kesempatan mengungkapkan perasaannya. Semakin orangtua keras pada anak, semakin anak takut dan memutuskan untuk menjaga jarak dari orangtuanya.

Sesulit apapun situasinya, pahami perasaan anak dan dengarkan ceritanya hingga selesai. Dengan menjadi pendengar yang baik, yang bersahabat, Mama bisa menemukan akar masalah dan mencari solusinya ketimbang saling menyalahkan.

Membatasi atau melarang anak mengikuti kegiatan di sekolah seperti ekstrakurikuler atau olahraga, bukanlah solusi yang terbaik untuk mengatasi permasalahan. Begitu pula menambah durasi atau jenis les di luar sekolah.

Anak akan merasa ‘diteror’ dan takut membayangkan hari-harinya yang semakin berat dijejali tuntutan belajar. Hal ini akan membuat anak kehilangan rasa percaya diri dan meningkatkan frustasi sehingga anak semakin malas mengerjakan tugas sekolahnya.

Pahamilah, bahwa tiap anak dilahirkan dengan potensinya masing-masing. Walau saat ini nilai sekolah penting diusahakan agar lebih baik, tetapi hargailah pula potensi anak yang lain.

About Author

Related posts

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak – Waktu istirahat saat ini tidak banyak mendapat perhatian baik dari pihak sekolah maupun orangtua siswa. Waktu istirahat cenderung dipahami hanya untuk melepas penat belajar, waktu untuk membeli jajan dan sekedar memberi kesempatan anak untuk bermain-main sejenak. Padahal, dalam studi para ahli menyimpulkan,...

Read More

10 Kiat Membantu Anak Sukses (Bag. 1)

1. Kenali Guru Anak-anak dapat berprestasi dengan baik bila orangtua turut terlibat dalam proses pendidikannya. Seperti menghadiri acara sekolah, bertemu dengan orangtua siswa yang lain, juga mengenal gurunya. Orantua anak juga dapat bertemu dengan wali kelasnya untuk membahas program dan aturan sekolah, perkembangan anak-anak, serta berbagai pilihan yang perlu...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: