Resep Sukses Mendidik Anak SD Kelas 1

Momen anak masuk SD tentu menjadi salah satu kebahagian tersendiri untuk kedua orangtuanya. Apalagi momen ini menjadi masa peralihan untuk si Anak dari sistem pendidikan di Taman Kanak-Kanak (TK) menuju Sekolah Dasar (SD). 

Seperti yang Mama ketahui ketika masih berada di TK, anak sudah mulai diperkenalkan terhadap berbagai konsep dasar secara akademis, seperti angka, huruf hingga warna. Ketika anak sudah beranjak ke bangku SD, dirinya akan dituntun untuk semakin familiar terhadap konsep dasar tersebut.

Di masa peralihan ini, anak-anak akan menjalani proses belajar atau metode berbeda dari sebelumnya. Bahkan anak mama akan dituntun untuk belajar melalui sebuah proyek, permainan hingga mengasah otak melalui buku-buku bergambar.

Kali ini telah kami rangkum ulasan dari Kantiana Taslim, M.Psi., Psikolog seorang Psikolog Klinis Anak dari Personal Growth.

  1. Menerapkan durasi belajar secara bertahap

Masa peralihan dari TK menuju SD bagi anak-anak tentu tidak mudah karena perlu ada adaptasi. Kantiana Taslim sebagai Psikolog Klinis Anak menyarankan agar para oarangtua bisa menerapkan durasi belajar secarap bertahap.

“Tetapkan rutinitas belajar anak dengan durasi secara bertahap misalnya dari 15 menit sehari, 30 menit hingga 45 menit. Pada usia ini, konsentrasi anak masih perlu dilatih sehingga jika waktu belajar dilakukan sekaligus, hal tersebut akan mengurangi efektivitas kegiatan belajar,” kata Kantiana. 

Durasi belajar kepada anak-anak yang baru masuk kelas 1 SD perlu diterapkan secara bertahap. Mama juga harus memantau perkembangan si Anak dan selalu usahakan dirinya sudah terbiasa dengan satu durasi belajar sebelum nantinya ditingkatkan ke durasi selanjutnya.

Dalam proses durasi ini, peran Mama cukup penting sebagai proses pendampingan dan pemahaman anak ketika menyerap pelajaran.

“Bonding yang baik antara anak dengan orangtua akan lebih membuatnya merasa nyaman dalam penerapan proses ini,” tambah Kantiana.

2. Perlu ada selingan selama proses belajar

Anak yang sudah masuk kelas 1 SD tentu membutuhkan pendampingan dari orangtuanya. Tak jarang anak-anak pun bisa merasa bosan karena harus belajar atau mengerjakan tugas sekolah.

Untuk itu, orangtua perlu sekali memberikaan selingan ketika anak belajar. Tujuannya agar meningkatkan minat serta keinginan si Anak saat proses belajar.

“Selain aktivitas belajar akademis, usahakan juga memberi waktu bermain atau kegiatan lain untuk anak. Misalnya kegiatan musik, olahraga atau berkarya seni. Hal ini penting karena di usia ini anak masih butuh mengembangkan berbagai keterampilan lainnya, seperti keterampilan sensori motor dari aktivitas fisik yang dilakukannya, keterampilan sosialisasi serta seni yang dapat meningkatkan kreativitas dan imajinasi,”.

Ma, perlu dipahami bahwa berbagai kegiatan selingan ini juga cukup bermanfaat sebagai sumber stimulasi dalam eksplorasi untuk si Anak. Secara tidak langsung kegiatan lain selain belajar seperti pengetahuan, informasi dan pengalaman hidupnya dapat mendukung kemampuan akademis.

3. Mendampingi anak sebagai proses penyesuaian diri

Saat masuk ke tingkat SD, anak mama akan mulai diperkenalkan serta menerapkan berbagai kebiasaan baru di sekolah seperti:

  • Belajar memahami aturan dan rutinitas belajar di kelas,
  • dituntut untuk lebih melatih kemandiriannya menjadi lebih matang,
  • duduk memperhatikan pelajaran dalam jangka waktu tertentu,
  • belajar beradaptasi dan bersosialisasi dengan teman-teman sekelas,
  • bekerja sama antar kelompok.

Berbagai kebiasaan baru yang akan diterapkan anak-anak ketika masuk kelas 1 SD perlu diimbangi dengan pendampingan orangtua. Ini sangat penting karena secara tidak langsung dapat membantu proses penyesuaian diri anak di usianya dalam menjalani pembelajaran akademis maupun di luar akademis.

4. Membuat jadwal belajar menjalani lebih rutin

Demi membangun kebiasaan anak untuk lebih rutin belajar, Mama perlu pelan-pelan menerapkan sistem pembelajaran yang baik. Bahkan jadwal ini bisa ditempel atau dihias pada dinding dekat meja belajaranya, sehingga si Anak menjadi lebih bersemangat.

“Orangtua dapat membantu proses adaptasi belajar anak dengan menerapkan dan menyepakati jadwal belajar rutin untuk anak. Jadwal belajar dapat dibuat secara menarik dan dihias oleh anak. Hal ini dapat menjadi salah satu motivasi belajar bagi anak,” kata Kantiana. 

Selain itu, Kantiana sebagai Psikolog Klinis Anak mengatakan bahwa orangtua perlu menerapkan konsekuensi serta reward bagi anaknya. Jika si Anak dapat konsisten dalam memenuhi jadwal belajar yang ada, maka bisa diberikan reward tertentu sebagai cara ketika ingin memotivasi anak rajin belajar.

Reward tidak melulu berupa materi, namun dapat berupa social reward. Mulai dari sebuah pujian, pelukan ataupun Mama bisa melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan yang selalu disukai anak. Dengan begitu jadwal belajar yang dibuat rutin dapat membantunya lebih konsisten.

5. Menerapkan waktu istirahat agar anak tidak bosan

Saat mendidik anak untuk belajar usahakan tidak terlalu keras ya, Ma. Perlu sekali tetap menerapkan waktu istirahat ketika si Anak mulai bosan atau lelah.

“Selain itu, tetapkan juga ‘pause time’ untuk proses belajar anak. Misalnya, bagi tugas menjadi beberapa bagian yang harus diselesaikan anak. Kemudian ketika anak telah menyelesaikan setiap bagian, ia diperbolehkan untuk minum, stretching ataupun sekedar take a break dari tugas yang dikerjakannya selama beberapa saat seperti 5-10 menit. Setelah itu, anak mama dapat kembali mengerjakan tugas lain,” jelas Kantian.

Kantian sebagai psikolog yang mendalami soal masalah anak, dirinya menyarankan kepada para orangtua agar menjauhkan berbagai macam distraksi ketika sedang istirahat, seperti bermain gadget atau menonton televisi.

About Author

Related posts

Cara Mengenali Dan Menyikapi Kecerdasan Anak

Memiliki anak yang cerdas adalah keinginan setiap orangtua. Namun tahukah Anda bahwa ada berbagai macam jenis kecerdasan anak yang berbeda-beda? Tingkat kecerdasan anak tidak semata-mata diukur dari angka-angka di rapor. Orangtua perlu jeli dalam melihat tipe kecerdasan anak. Sebelum memaksa anak harus jago matematika atau IPA, Anda perlu memahami...

Read More

Tips Hadapi Anak Lain Yang Berprilaku kasar

Anak Mama tentu pernah bermain bersama temannya, entah itu di sekolah, taman, atau mal. Jika anak melakukan kesalahan misalnya berkata kasar atau berkelahi dengan anak lain, sebagai orangtua, Mama tentu akan langsung mendisiplinkannya. Namun bagaimana jika anak orang lain yang berperilaku kasar atau buruk? Apa yang harus Mama lakukan...

Read More

Menyembuhkan Kenakalan Anak Dengan Terapi Kesenian

Belum banyak yang tahu, perilaku anak nakal sebenarnya bisa disebabkan karena suatu kondisi mental yang disebut oppositional defiant disorder (ODD). Sama seperti kondisi mental lainnya, ODD bisa disembuhkan. Salah satunya, dengan art therapy atau terapi seni. Teknik yang digunakan dalam art therapy, bertujuan untuk membuat anak dapat mengekspresikan dirinya....

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: