Si Kecil Suka Menggigit Temannya?

Sebagai orangtua dari balita yang sedang aktif-aktifnya bermain, pernahkah Anda menghadapi situasi berikut? Ketika di taman bermain, tiba-tiba Anda melihat si kecil menggigit lengan teman bermain sampai menangis. Panik, Anda buru-buru menariknya dari “TKP” dan sibuk meminta maaf pada ibu si teman. Selanjutnya, Anda jadi terheran-heran. Kenapa anak suka menggigit, tidak hanya temannya tapi juga mainannya di rumah, dan apa cara terbaik untuk menangani situasi ini?

Kenapa anak suka menggigit?

Balita usia 1-3 tahun suka menggigit obyek terdekatnya. Mungkin satu waktu Anda atau pasangan yang jadi “korban”, di waktu lainnya mungkin kakaknya sendiri, hingga guru atau teman-temannya di PAUD. Kebiasaan menggigit di rentang usia ini masih tergolong normal, dan biasanya dipicu sesuatu hal seperti:

Rasa penasaran dan ingin tahu

Kebiasaan bayi suka menggigit umumnya berasal dari kombinasi rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitarnya dan insting mencari makanan. Ditambah dengan kemampuan motorik serta jangkauan gerak tubuh yang mulai berkembang pesat, ia akan lebih mudah meraih suatu benda dan memasukkannya ke dalam mulut karena mengiranya makanan.

Membutuhkan perhatian

Rasa penasaran juga memicu keingintahuan mereka terhadap respon orang lain dari tindakannya. Apakah orang itu (Anda atau pasangan, misalnya) akan marah, tertawa, menangis, atau kaget ketika ia menggigit tangan Anda atau barang di sekitarnya.

Mengusir rasa sakit

Ketika bayi mulai tumbuh gigi, ia akan lebih sering menggigit jari atau mainannya untuk meringankan rasa sakitnya. Atau bahkan puting susu ibunya saat menyusui.

Mengekspresikan rasa marah dan kesal

Bayi masih cenderung sulit untuk mengekspresikan emosi mereka. Maka ketika anak merasa kesal atau diabaikan, menggigit adalah satu cara bayi untuk berkomunikasi demi mendapatkan perhatian.

Tips dan trik menghadapi anak yang suka menggigit

Jika lain waktu Anda memergoki anak menggigit temannya atau benda apa pun yang ada di dekatnya, jangan panik. Ikuti beberapa langkah berikut untuk mengatasinya.

Jangan langsung memarahi atau meneriakinya. Tetap tenang dan sebaiknya langsung jauhi anak Anda dari orang yang digigitnya. Marah-marah hanya membuat si kecil ikut merasa frustrasi hingga semakin sulit ditangani. Tindakan ini juga berlaku ketika Anda melihat anak menggigit benda yang seharusnya tidak dimakan atau dimasukkan ke mulut.

Tenangkan anak dan tanyakan padanya, kenapa ia menggigit orang lain. Tunjukkan hasil gigitannya pada anak, supaya ia mengerti bahwa tindakannya itu menyakiti orang lain. Ini membuat anak merenungkan perbuatannya dan tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Kemudian, ajarkan anak untuk meminta maaf kepada orang yang digigitnya. Selanjutnya, biarkan anak kembali bermain dengan temannya.

Tips untuk menghentikan kebiasaan menggigit pada anak

Kebiasaan menggigit pada anak harus dihentikan. Anda bisa membantu anak untuk menghilangkan kebiasaan tersebut dengan cara berikut:

Tegaskan pada anak bahwa menggigit itu perilaku yang tidak baik. Menggigit temannya bisa membuat mereka kesakitan, sementara menggigit mainan atau benda lain bisa membuat benda tersebut jadi rusak.

Pertimbangkan untuk memilih playgroup atau tempat penitipan anak yang lebih sedikit jumlah muridnya. Ini menghindari anak merasa terabaikan sehingga kemungkinan besar tidak akan menggigit temannya untuk mendapatkan perhatian pengawas atau pengasuh.

Ajari anak untuk mengekspresikan dirinya, saat sedang sedih, marah, kesal, atau butuh perhatian. Ini menghindari anak meluapkan perasaannya lewat gigitan. Siapkan empeng untuk mengalihkan perhatiannya jika anak suka menggigit benda di sekitarnya.

About Author

Related posts

Melatih Budi Pekerti Dengan Mainan Zaman Old

Permainan tradisional kini mulai terkikis keberadaannya, khususnya di kota besar. Terutama sejak munculnya permainan baru yang lebih atraktif, membuat anak lebih senang karena lebih praktis dan menarik. Sebagai contoh, merebaknya PlayStation (PS) yang merupakan produk dari Jepang. Padahal, permainan tradisional anak pada kenyataannya bisa dijadikan media pembelajaran dan pendidikan...

Read More

Jadikan Rumah Sebagai Laboratorium Anak

Di masa mendatang, untuk bisa hidup sejahtera, kreatifitas dan inovatif menjadi kunci utama. Memiliki otak encer atau cerdas menjadi tidak berguna bila tak mempunyai kedua hal itu. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau berkreasi, sedangkan inovatif adalah kemampuan menciptakan hal-hal...

Read More

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: