Siapakah Anak-anak Paling Bahagia Di Dunia?

Bulan Maret 2016 lalu, PBB meliris “Indeks Kebahagiaan Dunia” yakni berupa  peringkat negara negara terbahagia dunia. Ternyata, Denmark menempati peringkat pertama, menggeser Swiss. Tahukah Anda, ternyata Denmark tak pernah keluar dari peringkat 10 besar World Happiness Report. Tahun 2013 dan 2014, menempati peringkat pertama. Lalu 2015 di peringkat dua, kembali lagi di tahun 2016 ini.

Survei dilakukan di 157 negara selama 2013-2015 dengan skor rata-rata 5,1. Sedangkan enam variabel yang digunakan untuk menentukan peringkat kebahagiaan satu negara di dunia, yakni: GDP per kapita, harapan hidup, kebebasan memilih, kebebasan dari korupsi, kemurahan hati, serta memiliki seseorang untuk diandalkan.

Mengapa orang-orang di negara berbentuk kerajaan ini selalu berbahagia? Jessica Joelle Alexander dan Iben Sandahl, penulis The Danish Way of parenting,  menuangkan hasil investigasi serta hasil wawancara dengan banyak orang tua di Denmark.

Dari hasil investigasi itu, Alexander dan Sandahl menuliskan, orang-orang di Denmark tumbuh sebagai anak-anak dengan masa kecil yang menyenangkan dan banyak bermain. “Bermain merupakan aturan wajib yang ditetapkan negara untuk anak-anak, “katanya.

Jadi, kata Alexander, orang tua tidak boleh melarang anak untuk bermain. Sebaliknya, orang tua harus memberikan dan menyediakan waktu bermain untuk anak-anak sebanyak-banyaknya.

Bahkan sebaliknya, tulis Alexander, negara mengatur, anak-anak di Denmark tidak boleh terlalu kelamaan belajar di dalam kelas atau rumah. Selain itu, kebanyakan orang tua di Denmark jarang menyertakan anak-anak pada ekstrakurikuler olahraga yang terorganisir.

Umumnya, anak-anak dibiarkan bermain di taman atau halaman rumah di akhir pekan selama yang mereka inginkan. Anak-anak Denmark dibiarkan memilih permainan dan aktivitas yang mereka suka serta membuat mereka bahagia.

Kemudian, kedua penulis buku tersebut di atas juga mengungkapkan bahwa tradisi orang tua Denmark selalu berusaha jujur pada anak-anak. Orang tua di Denmark sebisa mungkin berusaha untuk menerangkan kondisi yang sulit pada anak sesuai bahasa yang mudah dipahami.

“Orang tua di Denmark jarang menutupi kondisi dan situasi, baik dalam keluarga atau apapun yang terjadi di dunia,” jelas Alexander.

Membuat segalanya nyata, kata Alexander, membuat anak tidak gelisah dan hidup lebih tenang. “Orang tua dan orang dewasa tidak membuat kehidupan anak menjadi sulit. Intinya, anak-anak harus dan wajib lebih banyak bermain ketimbang belajar,” imbuhnya.

Permainan yang biasa diajarkan pada anak di Denmark, sebut Alexander, selalu dalam kelompok bermain. Tujuannya agar anak memiliki rasa empati, belajar bersosialisasi, dan memahami pentingnya bertoleransi.

About Author

Related posts

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak – Waktu istirahat saat ini tidak banyak mendapat perhatian baik dari pihak sekolah maupun orangtua siswa. Waktu istirahat cenderung dipahami hanya untuk melepas penat belajar, waktu untuk membeli jajan dan sekedar memberi kesempatan anak untuk bermain-main sejenak. Padahal, dalam studi para ahli menyimpulkan,...

Read More

10 Kiat Membantu Anak Sukses (Bag. 1)

1. Kenali Guru Anak-anak dapat berprestasi dengan baik bila orangtua turut terlibat dalam proses pendidikannya. Seperti menghadiri acara sekolah, bertemu dengan orangtua siswa yang lain, juga mengenal gurunya. Orantua anak juga dapat bertemu dengan wali kelasnya untuk membahas program dan aturan sekolah, perkembangan anak-anak, serta berbagai pilihan yang perlu...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: