Stres Dalam Keluarga Yang Kerap Luput dari Perhatian

Penyebab stres bisa dari mana saja, pekerjaan, lingkungan sekitar, bahkan dari keluarga sekalipun. Banyak orang yang tak menyadari bahwa dirinya justru membawa stres itu sendiri masuk ke dalam keluarga dan kesehariannya. Hingga akhirnya stres juga dirasakan oleh anggota keluarga lain. Ada beberapa tanda stres dalam keluarga yang sebaiknya Anda deteksi, sebelum akhirnya membuat kondisi semakin kacau.

Tanda stres dalam keluarga yang mungkin tidak disadari

Keluarga seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman untuk beristirahat dari lelah dan berbagai penat yang didapatkan dari pekerjaan ataupun sekolah. Namun, nyatanya stres dalam keluarga bisa terjadi kapan saja. Supaya tidak berlarut-larut, sebaiknya ketahui berbagai tanda stres yang dialami dalam keluarga.

  1. Saling berteriak

Tanda stres sudah melanda keluarga Anda adalah ketika banyak teriakan terdengar. Mungkin Anda tak menyadari ini terjadi karena Anda yang sering kali berteriak atau berbicara cukup keras di dalam rumah.

Anda mungkin tertekan akibat pekerjaan dan akhirnya terbawa hingga ke rumah. Tak sadar mudah marah pada pasangan, anak, bahkan orangtua Anda. Akhirnya keluarga Anda tidak merasa tenang dan damai lagi dalam rumah.

Jika memang itu yang terjadi, sebaiknya pelankan suara Anda supaya suasana di rumah tidak terlalu tegang. Jangan sampai keluarga Anda juga ikut stres dan akhirnya tak ada yang menjadi obat stres Anda.

  • Jarang makan malam bersama keluarga di rumah

Kebenaran yang menyedihkan dan mungkin tidak Anda sadari. Anda dan pasangan mungkin akan menghindari waktu makan malam bersama ketika sedang stres atau marah.

Hal ini akan membuat anggota keluarga lain tidak nyaman. Tidak ada lagi waktu bersama untuk berbagi cerita yang ingin diceritakan. Anak juga akan enggan untuk memulai, apalagi tahu jika Anda dan pasangan sedang dalam mood yang kurang baik.

Sekali atau dua kali hal ini terjadi mungkin tak masalah. Namun jika sering, ini akan berdampak pada tumbuh kembang anak bahkan menimbulkan stres dalam keluarga.

Maka itu, sebaiknya tetap lakukan berbagai kebiasaan yang dapat menjalin ikatan keluarga semakin kuat, meski suasana hati Anda kurang baik.

  • Lebih sering mengurung diri

Untuk tahu apakah keluarga Anda dalam keadaan stres atau tertekan, coba lihat perilaku anak-anak Anda. Biasanya, anak sangat peka dengan keadaan seperti ini.

Stres dalam keluarga akan membuatnya tidak nyaman bahkan sampai mengurung di kamarnya. Hal ini menandakan jika ada masalah di dalam keluarga Anda yang sebaiknya cepat diselesaikan.

  • Mudah sakit

Berapapun usia Anda, stres yang berlarut-larut dan dalam waktu lama dapat mempengaruhi tubuh Anda. Anak-anak yang lebih muda mungkin mengeluh tentang sakit perut dan mimpi buruk, sementara remaja sering mengalami sakit kepala, dan orang dewasa biasanya merasa stres di leher, bahu, dan punggung. Banyak orang mengalami masalah tidur, saat sedang stres.

Jadi tidak mengherankan bahwa ketika masuk stres dalam keluarga Anda, sistem kekebalan tubuh Anda menurun sehingga Anda menjadi mudah terserang penyakit.

About Author

Related posts

Orangtua Wajib Pahami Psikologis Anak (Bag II)

Sensory Processing Disorder “Saat anak dilabeli sebagai pribadi yang nakal, tak jarang memiliki perilaku sensory processing disorder. Gejalanya mirip dengan ADHD dan ASD, sehingga anak kurang fokus terhadap hal apapun,” kata Alexandra Gabriella. Perlu Mama ketahui bahwa anak dengan perilaku sensory processing disorder terkesan tidak bisa diam, suka berteriak...

Read More

Orangtua Wajib Pahami Kondisi Psikologis Anak (Bag I)

Perkembangan dan karakter setiap anak tentu berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan begitu saja. Seringkali anak memperlihatkan perilaku unik dan berbeda dari anak lain. Mungkin Mama sebagai orangtua seringkali merasakan kalau anak-anak di rumah lebih mudah menangis, tidak bisa diam, sering berbicara, terlalu aktif atau menggigit barang tertentu. Kondisi inilah...

Read More

Balita Paling Ogah Melakukan 7 Hal Ini

Saat sudah bisa bicara dan berpikir dengan logis, anak akan lebih menantang. Mereka sudah bisa menolak untuk melakukan sesuatu. Ada masanya dimana para balita selalu mengatakan tidak untuk semua hal. Tenang, itu hal wajar, Ma. Sudah jadi tugas orangtua untuk mengarahkannya agar tidak keluar jalur. Dari seluruh hal yang...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: