1. Kenali Guru

Anak-anak dapat berprestasi dengan baik bila orangtua turut terlibat dalam proses pendidikannya. Seperti menghadiri acara sekolah, bertemu dengan orangtua siswa yang lain, juga mengenal gurunya. Orantua anak juga dapat bertemu dengan wali kelasnya untuk membahas program dan aturan sekolah, perkembangan anak-anak, serta berbagai pilihan yang perlu diketahui orangtua dan wali murid.

Menghadiri pertemuan guru dan murid adalah cara yang bagus untuk tetap mengetahui informasi dari sekolah. Di banyak sekolah, guru biasanya hanya akan memanggil orangtua saat ada masalah tingkah laku anak atau jika nilai anjlok, tapi jangan sungkan untuk membuat janji dengan gurunya dan bertemu untuk membahas perkembangan akademis anak atau kebutuhan khususnya.

2. Kunjungi sekolah

Mengetahui lay out dan tata letak gedung sekolah dapat membantu terhubung dengan anak-anak saat sedang berbicara tentang kegiatan anak-anak di sekolah. Cari tahu di mana lokasi kelasnya, UKS, kantin, tempat olahraga, lapangan, taman bermain, aula, dan ruang guru, sehingga bisa membayangkan dunia anak saat ia sedang bercerita.

3. Ciptakan suasana dan tempat yang mendukung

Pekerjaan rumah atau PR akan membuat anak mengingat pelajaran di kelas dan melatih kemampuan belajar yang penting. Ini juga membantu anak untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan etos kerja yang akan bermanfaat di luar kelas.

Kita dapat membantu anak dengan membuat lingkungan belajar yang efektif. Sediakan ruang belajar yang rapi, nyaman, tenang, dan lengkap dengan semua hal yang ia butuhkan untuk mengerjakan PR. Hindari hal-hal yang dapat mengganggu seperti TV dan buatlah jadwal kapan ia harus mulai dan kapan ia harus selesai.

Aturan yang bagus untuk PR dan waktu belajar yang efektif adalah sekitar 10 menit per tingkat sekolah dasar. Misalnya, murid kelas 3 SD,  harusnya menghabiskan waktu 30 menit untuk mengerjakan PR atau belajar di malam hari. Kelas 4 SD perlu menghabiskan waktu 40 menit. Jika mendapati bahwa waktu pengerjaan PR anak lebih lama daripada ini, bicaralah dengan guru anak.

Saat anak mengerjakan PR, selalu siaplah untuk mengartikan instruksi tugas, menawarkan bimbingan, menjawab pertanyaan, dan mengulas tugasnya yang sudah selesai. Tapi jangan langsung menyediakan jawaban atau mengerjakan PR anak sendiri. Belajar dari kesalahan adalah bagian dari proses dan orangtua tidak boleh merebut ini dari anak.

4. Pastikan anak berangkat sekolah dalam kondisi siap

Sarapan yang bernutrisi membantu anak untuk siap belajar seharian. Umumnya, anak yang rajin sarapan memiliki energi yang lebih dan akan beraktivitas lebih baik di sekolah. Anak-anak yang menyantap sarapan juga jarang absen dan jarang masuk UKS dengan masalah perut yang berkaitan dengan rasa lapar.

Kita dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak dengan menyediakan sarapan yang kaya akan kacang-kacangan, serat, protein, dan rendah gula. Jika anak tak ada waktu untuk sarapan di rumah, bawakan ia bekal berupa susu, kacang, yogurt, dan roti dengan selai kacang atau roti isi pisang.

Remaja memerlukan waktu tidur sekitar 8,5 hingga 9,5 jam setiap malamnya sementara pra-remaja (usia 12-14) bahkan rata-rata butuh minimal 10 jam tidur setiap malam agar ia siaga dan siap belajar seharian. Namun, jam masuk sekolah yang sangat pagi, ditambah PR, aktivitas ekstrakurikuler, dan nongkrong dengan teman-temannya membuat banyak remaja mengalami masalah kurang tidur. Efeknya, ia akan sulit berkonsentrasi, memori jangka pendeknya menurun, dan responnya lambat.

5. Tanamkan kemampuan membagi waktu

Jika anak terorganisir, ia akan mampu untuk fokus pada pelajaran dibandingkan menghabiskan waktunya pada hal-hal lain yang kurang penting. Apa artinya terorganisir bagi anak-anak usia sekolah dasar? Di sekolah, ini berarti memiliki buku khusus untuk mencatat tugas dan PR. Beberapa sekolah biasanya sudah menyediakan hal ini. Periksa buku tugas anak setiap malam sehingga kita tahu apa saja yang harus dikerjakan dan apakah dia sudah mengerjakannya.

Bicarakan dengan anak tentang cara menjaga mejanya tetap rapi sehingga kertas-kertas tugasnya yang harus ia bawa pulang tidak berserakan dan hilang. Ajari anak cara bagaimana cara menggunakan kalender dan jadwal agar tetap terorganisir. Ajari juga anak untuk selalu membuat to-do list alias daftar hal yang harus dikerjakan, sesuai dengan prioritasnya. Tidak ada orang yang terlahir dengan kemampuan manajemen waktu. Ini adalah skill  yang harus dipelajari dan dipraktikkan, dan anak akan mempelajarinya dari orangtua.

About Author

Related posts

Tips Menghadapi Anak yang Suka Pura-pura Sakit

Di balik kepolosan dan keluguannya, anak punya cara-cara kreatif yang seringkali tak terbayangkan oleh orangtua. Ada sisi kreatif yang positif, tetapi juga ada sisi kreatif yang negatif. Salah satunya adalah kecerdikan anak untuk menghindar dari kegiatan yang tak disukainya dengan berpura-pura sakit. Problem ini bukanlah hal yang baru. Trik...

Read More

Si Adik dan Si Kakak Sering Bertengkar?

Meski namanya saudara, anak-anak cenderung memiliki rasa bersaing yang memicu pertengkaran. Pertengkaran antara si Adik dan si Kakak terkadang dipicu oleh hal sepele, seperti berebut mainan, makanan, saling meledek, berebut perhatian orangtua, atau sekedar berselisih paham. Jika pertengkaran itu tidak terjadi setiap hari, maka hal tersebut bukanlah masalah. Anggap...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: