Tips Sederhana Mengajarkan Dua Bahasa

Di keluarga modern, membesarkan anak dengan bilingual (lebih dari satu bahasa) sudah menjadi hal umum. Kemampuan anak untuk berkomunikasi selain bahasa Indonesia menjadi kebanggan sendiri bagi orang tua.

Menjadi seseorang yang pandai dalam dua bahasa akan membangun kekuatan otak. Dari sebuah penelitian di Singapura tentang bayi berusia enam bulan, bayi yang mengerti dua bahasa kemungkinan memiliki kemampuan belajar dan ingatan yang lebih baik dari pada yang hanya mengerti satu bahasa.

Tidak ada salahnya mengajarkan lebih dari satu bahasa kepada anak asal bisa menyeimbangkannya dengan bahasa ibu. Berikut ini 7 cara yang bisa Anda lakukan untuk mengenalkan bahasa ibu dan bahasa lainnya kepada anak:

1. Hindari berbicara dengan bahasa bayi

Meski bayi belum bisa berbicara sepatah kata pun, satu tahun pertama dalam hidupnya adalah masa terpenting untuk membangun pondasi bahasa. Bayi memproses struktur dan arti bahasa jauh sebelum mereka mulai belajar bicara.

Timpali celotehannya dengan kata-kata dan obrolan yang sebenarnya. Meski bayi Anda belum bisa memahami arti kata-kata tersebut, bagian otaknya yang mengatur kemampuan bicara dan bahasa sudah terstimulasi saat kita berbicara padanya. Makin banyak bahasa yang mereka dengar, makin berkembang bagian otak tersebut.

Saat ia sudah mulai belajar bicara, ia sudah akan bisa memahami perbedaan beberapa bahasa yang Anda gunakan saat bicara padanya. Anak-anak yang terpapar pada dua bahasa sejak lahir akan lebih mudah menguasai dua bahasa tersebut dengan fasih.

2. Bernyanyi, membaca, dan bermain

Buat si kecil tertarik dengan aktivitas yang menyenangkan. Penuhi rumah Anda dengan musik dan nyanyian, obrolan, membaca buku keras-keras, dan sebagainya.

Jika kata-kata dihubungkan dengan rima dan melodi seperti dalam puisi atau lagu, anak-anak akan mengingatnya lebih mudah.

Jadi, silakan “cerewet” berbicara dengan bayi Anda, ikut bernyanyi lagu favorit Anda dan anak, dan perkenalkan si kecil pada berbagai kosakata dan ekspresi bahasa dengan cara yang menyenangkan. Saat bayi Anda bertambah dewasa, perluas aktivitas dengan kegiatan seni seperti menari, kaligrafi, dan sebagainya.

3. Ayah dan ibu bicara dua bahasa berbeda

Hal terpenting saat membuat anak fasih berbicara dua bahasa adalah: pastikan ia terekspos dua bahasa tersebut dengan jumlah waktu yang sama.

Jadi, jika ayah sehari-hari berbahasa Indonesia dan bunda berbahasa Inggris, konsistenlah bicara pada anak dengan bahasa masing-masing tersebut. Ini memudahkannya untuk membedakan mana bahasa Indonesia (“bahasa yang digunakan ayah”) dan mana bahasa Inggris (“bahasa yang digunakan bunda”).

Agar cara ini bekerja dengan baik, ayah dan bunda harus menghabiskan waktu yang sama banyak dengan si kecil.

4. Pastikan Anda juga fasih

Anda ingin anak fasih bahasa Inggris, tapi Anda tidak fasih menggunakannya? Jangan khawatir, belajarlah bersama-sama anak. Perlihatkan antusiasme dalam mempelajari bahasa tersebut. Anda dapat mengambil kursus bahasa, atau belajar bersama dengan anak menggunakan materi seperti CD lagu anak-anak dalam bahasa Inggris, buku dongeng dua bahasa, atau menonton film dan video berbahasa Inggris dengan teks terjemahan bahasa Indonesia. Dengan cara ini, sembari anak Anda belajar, Anda pun ikut belajar.

5. Terus gunakan agar tak lupa

Mengajarkan bahasa baru pada anak-anak usia sekolah biasanya sedikit lebih sulit, mungkin karena mereka tak tertarik, atau jika mereka sudah duluan menyerah karena bahasa tersebut dianggap “sulit”.

Tapi biasanya hal tersebut terjadi hanya karena mereka belum terbiasa. Setelah terekspos pada bahasa tersebut berkali-kali, ia akan otomatis menyerapnya tanpa disadari, dan belajar bahasa pun akan lebih mudah.

Anak-anak sangat mudah beradaptasi dan fleksibel secara kognitif, sehingga mereka cepat menangkap arti dari bahasa baru dan cepat merasa nyaman dengan bahasa tersebut dibandingkan dengan orang dewasa yang belajar bahasa.

Kuncinya adalah: gunakan terus. Pastikan bahasa tersebut tidak hanya dipelajari di kelas atau di kursus, melainkan juga dipakai dalam kehidupan anak sehari-hari.

6. Gunakan teknologi

Video-video di YouTube tentang belajar bahasa bagi anak-anak juga dapat jadi alat bantu yang efektif. Cari juga video yang mengenalkan budaya negara tersebut, bukan hanya bahasanya, jika Anda dan pasangan berasal dari dua latar belakang budaya yang berbeda dan ingin si kecil mengenalnya dari awal.

7. Kunjungi nenek kakek

Jika Anda dan suami bicara bahasa yang berbeda, manfaatkan anggota keluarga dari kedua belah pihak untuk ikut mengajarkan bahasa mereka pada si kecil. Membesarkan anak dengan dua bahasa adalah tugas seluruh keluarga, meski tantangan utama ada pada orangtua. Menghabiskan waktu dengan nenek dan kakek yang bicara bahasa yang berbeda dengan yang biasa digunakan di rumah juga dapat membantu si kecil untuk terbiasa dengan bahasa tersebut.

About Author

Related posts

Melatih Budi Pekerti Dengan Mainan Zaman Old

Permainan tradisional kini mulai terkikis keberadaannya, khususnya di kota besar. Terutama sejak munculnya permainan baru yang lebih atraktif, membuat anak lebih senang karena lebih praktis dan menarik. Sebagai contoh, merebaknya PlayStation (PS) yang merupakan produk dari Jepang. Padahal, permainan tradisional anak pada kenyataannya bisa dijadikan media pembelajaran dan pendidikan...

Read More

Jadikan Rumah Sebagai Laboratorium Anak

Di masa mendatang, untuk bisa hidup sejahtera, kreatifitas dan inovatif menjadi kunci utama. Memiliki otak encer atau cerdas menjadi tidak berguna bila tak mempunyai kedua hal itu. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau berkreasi, sedangkan inovatif adalah kemampuan menciptakan hal-hal...

Read More

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: