Waktu yg Tepat Beralih ke Dokter Umum dari Dokter Anak

Sama seperti baju yang ukurannya berganti, begitu pula dengan kondisi tumbuh-kembang anak. Seiring dengan pertambahan usia, problem kesehatan anak pun akan berubah.

Bagi Mama yang memiliki anak usia jelang remaja, seringkali mengalami kebingungan saat anak sakit dan harus membawanya ke dokter. Mengajaknya ke dokter anak, ia sudah terlalu besar. Tetapi ke dokter umum yang sebagian besar pasiennya orang dewasa, seringkali anak merasa tak nyaman.

Lalu, apakah ini saatnya anak berhenti ke dokter anak? Berikut informasi seputar problem ini, dilansir dari parents.com:

Berapa Batasan Usia Penanganan Dokter Anak?

American Academy of Pediatrics (AAP) di tahun 1938 menyarankan batas usia penanganan dokter anak tidak lebih dari usia 18 tahun. Namun, di tahun 1969, batasan tersebut naik ke usia 21 tahun.

Tentunya saran ini tidaklah sekaku itu. Seorang pasien anak atau remaja disarankan untuk mencari perawatan untuk orang dewasa berdasarkan pertimbangan dari dokter anak mereka. Banyak kasus di mana remaja dan dewasa muda usia 18-21 tahun di UGD yang secara otomatis dikirim ke dokter untuk kasus penyakit dewasa.

Dalam beberapa kasus, remaja akhirnya dialihkan dari dokter anak ke dokter dewasa terkait pedoman asuransi yang mensyaratkan usia minimal 18 tahun.

Kondisi Ruang Praktek Dokter Anak Memengaruhi Psikis Remaja

Memang, hal ini bukanlah keutamaan. Tetapi, orangtua pasti bisa merasakan saat suatu kondisi tak lagi tepat bagi anak remajanya. Misalnya ruang praktek dokter yang umumnya bernuansa kekanak-kanakan. Mainan dan bacaan yang disediakan tak lagi relevan dengan usia anak remaja Mama.

Hal ini tentu akan memengaruhi psikis anak remaja yang seringkali malu karena masih dianggap seperti anak kecil. Jika anak Mama memprotes tentang hal ini, pertimbangkan segera mencari dokter pengganti.

Masalah Kesehatan yang Ditangani Dokter Anak Tak Lagi Mumpuni Untuk Masalah Anak

Sebagian besar dokter mulai memperlakukan anak remaja berbeda di usia 12-13 tahun. Terkadang dokter akan meminta orangtua keluar dari ruang praktek agar bisa mengobrol lebih dalam dengan anak remaja mama. Dokter akan menggali lebih dalam untuk topik-topik yang sensitif, seperti obat-obatan terlarang, seksualitas, depresi hingga kecemasan. Untuk itu, butuh dokter yang mumpuni menangani kasus-kasus kompleks seperti ini.

Untuk remaja perempuan, sebaiknya mengunjungi dokter keluarga atau dokter penyakit dalam mulai usia 18 tahun. “Untuk perempuan, saat mereka memerlukan tes mendalam, seperti tes kesehatan reproduksi, mereka harus menemui obygn, bukan lagi dokter anak.”

Konsultasikan Proses Transisi Ini Pada Dokter Anak Langganan

Banyak dokter anak yang sebetulnya tidak keberatan menangani masalah kesehatan anak remaja hingga mereka dewasa. Tetapi, pada kasus-kasus yang telah disebutkan di atas, sebagian dokter anak merasa mereka tidak dilatih untuk menghadapi isu-isu kesehatan orang dewasa yang dihadapi anak usia 18 tahun ke atas.

Namun, kembali lagi, hal ini sepenuhnya bergantung pada preferensi dokter anak, anak remaja Mama dan orangtua. Tak jarang sebuah keluarga berpuluh-puluh tahun lamanya setia dengan satu dokter anak hingga anak-anak mereka menjadi dewasa karena mereka merasa nyaman dengan pelayanannya. Selain itu, preferensi ini juga seringkali didasarkan pada pengalaman dokter anak yang telah menangani khusus penyakit yang diderita anak selama bertahun-tahun lamanya.

About Author

Related posts

Tips Mudik Dengan Si Kecil Tanpa Panik

Salah satu hal yang menyenangkan dari momen lebaran adalah kesempatan mudik ke kampung halaman. Bertemu dan berkumpul bersama keluarga, akan membuat lebaran kamu semakin semarak. Namun situasi akan berbeda jika tahun ini kamu harus mudik dengan si kecil. Perjalanan akan penuh kekhawatiran, takut jika si kecil tiba-tiba rewel. Apalagi...

Read More

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak

Pahami Pentingnya Istirahat Sekolah bagi Anak – Waktu istirahat saat ini tidak banyak mendapat perhatian baik dari pihak sekolah maupun orangtua siswa. Waktu istirahat cenderung dipahami hanya untuk melepas penat belajar, waktu untuk membeli jajan dan sekedar memberi kesempatan anak untuk bermain-main sejenak. Padahal, dalam studi para ahli menyimpulkan,...

Read More

10 Kiat Membantu Anak Sukses (Bag. 1)

1. Kenali Guru Anak-anak dapat berprestasi dengan baik bila orangtua turut terlibat dalam proses pendidikannya. Seperti menghadiri acara sekolah, bertemu dengan orangtua siswa yang lain, juga mengenal gurunya. Orantua anak juga dapat bertemu dengan wali kelasnya untuk membahas program dan aturan sekolah, perkembangan anak-anak, serta berbagai pilihan yang perlu...

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: